Vinicius Junior tunjukkan kebangkitan saat Real Madrid meraih kemenangan penting di pekan ketiga La Liga musim ini. Sang bintang Brasil berhasil menjadi penentu kemenangan ketika Los Blancos menaklukkan Real Mallorca di Santiago Bernabeu. Kemenangan tersebut sekaligus mengukuhkan posisi Madrid yang tampil meyakinkan sejak awal musim.
Dalam laga sebelumnya, Madrid telah menampilkan performa konsisten. Mereka mengalahkan Osasuna lewat penalti Kylian Mbappe, lalu menundukkan Real Oviedo dengan skor telak 3-0. Pada pertandingan kontra Mallorca, skuat asuhan Xabi Alonso sempat kesulitan usai tertinggal lebih dulu melalui gol Vedat Muriqi. Namun, hanya dalam waktu dua menit, Arda Guler dan Vinicius Junior membalikkan keadaan.
Gol Vinicius menjadi titik balik. Penyelesaian tenang sang winger mengantar Madrid unggul 2-1 dan mengubah atmosfer stadion. Momentum ini seakan menandai kembalinya Vinicius ke jalur yang tepat setelah musim lalu sempat mengalami penurunan performa. Dukungan penuh suporter Bernabeu pun menambah keyakinan bahwa bintang muda tersebut benar-benar telah menemukan kembali ketajamannya.
Momentum Kebangkitan di Santiago Bernabeu
Kemenangan atas Mallorca memperlihatkan daya juang Madrid yang tidak mudah dipatahkan. Meski tertinggal di kandang sendiri, mereka bisa segera merespons dengan permainan efektif. Mentalitas seperti ini menjadi ciri khas tim besar yang terbiasa menghadapi tekanan.
Arda Guler membuka jalan dengan gol sundulannya yang akurat. Kontribusi pemain muda asal Turki itu semakin mempertegas bahwa Madrid kini memiliki kedalaman skuat menjanjikan. Gol Guler bukan hanya menyamakan kedudukan, tetapi juga membangkitkan semangat tim untuk melanjutkan dominasi.
Hanya semenit berselang, Vinicius muncul sebagai pahlawan. Aksi cerdasnya diselesaikan dengan sepakan klinis yang tak mampu dihalau kiper Mallorca. Gol tersebut bukan hanya memastikan tiga poin, tetapi juga menjadi simbol kembalinya sang pemain ke performa terbaik.
Vinicius Junior Mulai Menemukan Irama Permainan
Musim lalu, Vinicius mengalami fase sulit. Dari 30 laga di La Liga, ia hanya mampu mencetak 11 gol. Performa yang menurun membuatnya tertinggal jauh dari Mbappe yang tampil lebih produktif. Bahkan di Piala Dunia Antarklub, kontribusinya minim dengan hanya satu gol.
Kondisi tersebut menimbulkan keraguan dari publik. Pemain yang digadang sebagai salah satu calon Ballon d’Or justru kesulitan menjaga konsistensi. Banyak pihak mulai meragukan apakah ia mampu kembali ke level tertinggi.
Namun, musim ini situasi tampak berbeda. Dalam tiga pekan awal, Vinicius telah berperan besar dalam separuh gol Madrid. Aksinya melawan Mallorca menjadi bukti bahwa ia kembali tajam. Dengan kecepatan, kelincahan, serta insting mencetak gol yang khas, Vinicius menunjukkan bahwa masa sulitnya mulai tertinggal di belakang.
Sinergi Baru Madrid di Bawah Xabi Alonso
Kembalinya performa Vinicius tentu menjadi kabar positif bagi Real Madrid. Apalagi, musim ini mereka kedatangan Kylian Mbappe yang langsung memberi dampak instan. Kombinasi kedua pemain di lini depan menghadirkan ancaman besar bagi pertahanan lawan.
Selain itu, peran Arda Guler sebagai penghubung lini tengah dengan lini depan juga semakin terasa. Ia mampu membaca permainan dan menempatkan diri di posisi yang tepat. Ditambah dengan kontribusi Trent Alexander-Arnold yang menjaga keseimbangan dari sektor sayap, Madrid terlihat lebih lengkap sebagai sebuah tim.
Xabi Alonso berhasil meracik keseimbangan antara pemain muda penuh energi dan bintang berpengalaman. Pola permainan cepat dengan transisi mulus menjadi ciri khas yang membuat Madrid sulit dihentikan. Hasilnya, tiga kemenangan beruntun di awal musim membuktikan efektivitas strategi tersebut.
Harapan Baru di Bernabeu
Dengan Vinicius yang kembali bersinar, optimisme Madrid semakin tinggi. Usianya yang kini 25 tahun menempatkannya di fase kematangan seorang pemain sepak bola. Jika konsistensi ini terjaga, peluangnya untuk menjadi pemain kunci Madrid di sepanjang musim sangat besar.
Sinerginya bersama Mbappe berpotensi menciptakan duet mematikan. Los Blancos yang dulu bergantung pada Karim Benzema kini memiliki lini depan penuh variasi. Dukungan pemain lain seperti Guler, Alexander-Arnold, hingga gelandang senior membuat Madrid semakin berbahaya.
Setiap gol Vinicius kini tidak hanya berarti tambahan poin, tetapi juga simbol kebangkitan. Bagi para suporter, performa gemilang sang winger adalah janji bahwa Madrid siap kembali bersaing di puncak klasemen. Dengan modal mentalitas kuat dan kualitas individu yang menonjol, Los Blancos terlihat semakin siap menantang trofi di semua kompetisi.
Vinicius Junior benar-benar kembali ke jalur yang tepat. Gol penentunya melawan Mallorca menjadi tanda bahwa ia sudah menemukan kembali ritme permainan terbaik. Di bawah arahan Xabi Alonso, Madrid bukan hanya memiliki kolektivitas solid, tetapi juga bintang-bintang yang bisa menjadi pembeda. Jika tren ini berlanjut, musim 2025 bisa menjadi salah satu periode terbaik dalam karier Vinicius sekaligus peluang besar bagi Madrid untuk meraih kejayaan.