Monday, February 9, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga InggrisRekor Buruk Liverpool Terungkap Usai Takluk dari Man City di Anfield

Rekor Buruk Liverpool Terungkap Usai Takluk dari Man City di Anfield

Rekor buruk Liverpool kembali menjadi sorotan setelah kekalahan dari Manchester City di Anfield. Laga pekan ke-25 Liga Inggris itu berakhir dengan skor 1-2 dan meninggalkan dampak besar. Selain posisi klasemen, hasil tersebut menegaskan masalah lama yang belum teratasi musim ini.

Pertandingan berjalan ketat sejak awal hingga akhir. Namun, yang terpenting, Liverpool kembali gagal menjaga keunggulan pada fase penentuan. Oleh karena itu, tekanan terhadap tim asuhan Arne Slot semakin meningkat menjelang fase krusial kompetisi.

- Advertisement -
asia9QQ

Gol Menit Akhir Kembali Menghantui Liverpool

Liverpool sebenarnya sempat berada di jalur kemenangan. Dominik Szoboszlai membuka skor melalui tendangan bebas pada menit ke-74. Gol tersebut membuat publik Anfield berharap tiga poin bisa diamankan.

Akan tetapi, keunggulan itu tidak bertahan lama. Bernardo Silva menyamakan kedudukan sepuluh menit berselang. Situasi ini kembali memperlihatkan rapuhnya konsentrasi Liverpool pada menit-menit akhir.

Drama mencapai puncaknya pada menit ke-93. Penalti Erling Haaland memastikan kemenangan Manchester City. Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi tuan rumah.

Catatan Statistik yang Mengkhawatirkan

Gol Haaland menambah daftar statistik negatif Liverpool. Musim ini, mereka sudah empat kali kebobolan gol penentu kemenangan lawan pada masa tambahan waktu babak kedua. Catatan tersebut menyamai rekor terburuk dalam satu musim Liga Inggris.

Situasi ini bukan kebetulan semata. Sepanjang musim, Liverpool kerap kehilangan fokus saat pertandingan memasuki fase akhir. Karena itu, lawan mampu memanfaatkan celah yang muncul.

Rekor tersebut menempatkan Liverpool sebagai salah satu tim dengan pertahanan paling rapuh di menit-menit akhir. Dalam persaingan papan atas, statistik seperti ini menjadi penghambat serius.

Posisi Klasemen dan Konsistensi yang Menurun

Kekalahan dari Man City membuat Liverpool tertahan di peringkat keenam klasemen. Mereka mengoleksi 39 poin dari 25 pertandingan. Jumlah tersebut mencerminkan inkonsistensi sepanjang musim.

Liverpool telah kehilangan poin dalam 14 laga liga. Angka itu setara dengan 56 persen dari total pertandingan. Oleh karena itu, jarak dengan zona Liga Champions semakin sulit dipangkas.

Performa ini menunjukkan bahwa kualitas skuad belum terkonversi menjadi hasil stabil. Meski memiliki pemain berpengalaman, Liverpool kerap gagal mengunci kemenangan.

Sorotan Taktik dan Tekanan pada Arne Slot

Sorotan tajam kini mengarah kepada Arne Slot. Pelatih asal Belanda itu dinilai belum menemukan solusi atas masalah defensif tim. Pola pressing pasif sering dimanfaatkan lawan.

Lini tengah Liverpool juga mendapat kritik. Kombinasi Ryan Gravenberch dan Alexis Mac Allister belum cukup solid saat menghadapi tekanan tinggi. Akibatnya, alur serangan lawan mengalir terlalu mudah.

Selain itu, koordinasi lini belakang kerap goyah pada momen krusial. Kesalahan kecil berubah menjadi gol penentu. Situasi ini membuat Slot berada dalam tekanan besar dari publik Anfield.

Dampak Kekalahan terhadap Persaingan Eropa

Kondisi klasemen semakin mempersempit margin kesalahan. Liverpool kini tertinggal lima poin dari Manchester United di posisi keempat. Selain itu, jarak dengan Chelsea di peringkat kelima mencapai empat poin.

Kedua rival tersebut menunjukkan tren positif setelah pergantian pelatih. Oleh karena itu, persaingan menuju Liga Champions semakin ketat. Liverpool harus segera merespons dengan hasil konsisten.

Jika tren negatif berlanjut, peluang tampil di kompetisi elite Eropa bisa terancam. Setiap laga kini memiliki bobot yang jauh lebih besar.

Evaluasi Manajemen dan Masa Depan Tim

Tekanan tidak hanya dirasakan tim pelatih. Manajemen klub juga mulai disorot. Hasil-hasil minor memunculkan wacana evaluasi menyeluruh terhadap arah tim.

Perubahan di kursi pelatih menjadi salah satu opsi yang dibicarakan. Namun, keputusan tersebut tentu memerlukan pertimbangan matang. Stabilitas jangka panjang tetap menjadi faktor penting.

Di sisi lain, Liverpool masih memiliki waktu untuk bangkit. Sisa musim memberi kesempatan memperbaiki catatan. Akan tetapi, tanpa perbaikan nyata, rekor buruk ini akan terus menghantui.

Kekalahan dari Man City menjadi pengingat keras. Dalam Liga Inggris, konsistensi hingga peluit akhir menentukan segalanya. Bagi Liverpool, tantangan terbesar kini adalah mengubah statistik menjadi pembelajaran, bukan kebiasaan.

Sebagai penutup, Liverpool dituntut menunjukkan respons cepat pada laga-laga berikutnya. Perbaikan fokus di menit akhir menjadi kebutuhan mendesak. Tanpa perubahan nyata, tekanan dari persaingan papan atas akan terus meningkat. Musim masih panjang, namun margin kesalahan kini semakin tipis bagi The Reds.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments