Manchester City siap kejar tiket delapan besar Liga Champions saat bertandang ke markas Bodo/Glimt pada lanjutan fase liga UCL 2025/2026. Duel ini akan berlangsung di Norwegia, Rabu (21/1/2026) dini hari WIB, dengan target jelas bagi pasukan Pep Guardiola. Oleh karena itu, kemenangan menjadi harga mati bagi Manchester City agar lolos otomatis ke fase gugur tanpa harus melewati babak play-off.
Saat ini, Manchester City menempati peringkat keempat klasemen sementara Liga Champions. The Citizens mengoleksi 13 poin dari enam pertandingan. Posisi tersebut masih rawan, sehingga hasil positif di Norwegia akan sangat menentukan nasib mereka di kompetisi elite Eropa ini.
Target Finis Delapan Besar Liga Champions
Ambisi Manchester City tidak main-main. Finis di delapan besar menjadi prioritas utama demi menghindari dua laga tambahan pada fase play-off. Tambahan jadwal tersebut berpotensi menguras energi di tengah padatnya kalender musim dingin.
Pemain muda City, Nico O’Reilly, menegaskan bahwa seluruh skuad memiliki visi yang sama. Ia menyebut finis di zona elit akan memberi keuntungan besar secara fisik. Selain itu, waktu istirahat ekstra dinilai krusial untuk menjaga konsistensi performa.
City menyadari bahwa kemenangan di laga ini akan menempatkan mereka pada posisi yang sangat menguntungkan. Oleh karena itu, fokus dan intensitas tinggi menjadi tuntutan mutlak sejak menit awal pertandingan.
Bodo/Glimt, Tuan Rumah yang Tidak Bisa Diremehkan
Meski unggul di atas kertas, Manchester City tidak datang dengan rasa jemawa. Bodo/Glimt dikenal sebagai tim yang kerap merepotkan klub-klub besar Eropa, khususnya saat bermain di kandang.
O’Reilly mengungkapkan bahwa staf pelatih City telah menganalisis kekuatan Bodo/Glimt melalui rekaman video. Tim asal Norwegia itu memiliki organisasi permainan yang rapi dan berani menekan. Karena itu, City dituntut tampil disiplin sepanjang laga.
Selain itu, atmosfer kandang Bodo/Glimt sering menjadi faktor pembeda. Banyak tim besar gagal tampil maksimal di sana. Kondisi ini membuat City harus memadukan kualitas teknis dengan mentalitas juara.
Tantangan Cuaca Beku dan Lapangan Sintetis
Laga ini akan digelar di wilayah Lingkar Arktik dengan suhu ekstrem. Prakiraan cuaca menunjukkan temperatur bisa mencapai minus dua derajat Celsius saat kick-off. Situasi ini jelas berbeda dari kondisi yang biasa dihadapi City.
Selain cuaca, lapangan rumput sintetis menjadi tantangan tersendiri. Karakter pantulan bola dan kecepatan permainan berbeda dari rumput alami. Namun, O’Reilly menolak menjadikan faktor tersebut sebagai alasan.
City telah menjalani sesi latihan di lapangan sintetis untuk beradaptasi. Menurut O’Reilly, perbedaan kondisi hanya soal kebiasaan. Ia bahkan menyamakan situasi ini dengan laga tandang di Inggris utara saat musim dingin.
Mentalitas Guardiola Jadi Pegangan Utama
Dalam situasi sulit, mentalitas juara menjadi kunci utama Manchester City. Pelatih Pep Guardiola dikenal selalu menanamkan sikap pantang mencari alasan. Filosofi tersebut kembali diterapkan jelang laga ini.
Guardiola menekankan pentingnya kontrol permainan dan pengambilan keputusan cepat. City diharapkan tetap bermain dengan identitas mereka, meski kondisi lapangan tidak ideal. Oleh karena itu, adaptasi taktik menjadi aspek penting.
Selain itu, kedalaman skuad City memberi keuntungan tersendiri. Rotasi pemain memungkinkan tim tetap segar tanpa mengorbankan kualitas. Faktor ini menjadi senjata tambahan dalam menghadapi tantangan ekstrem.
Posisi Klasemen dan Tekanan Hasil
Dengan 13 poin dari enam laga, Manchester City masih belum aman. Beberapa tim di bawahnya berpeluang menyalip jika City terpeleset. Situasi ini membuat margin kesalahan semakin kecil.
Sebaliknya, kemenangan akan memperbesar peluang City mengunci posisi delapan besar lebih cepat. Hasil tersebut juga mengurangi tekanan di matchday terakhir. Oleh karena itu, laga ini memiliki nilai strategis tinggi.
City tidak ingin mengulang pengalaman melelahkan di fase play-off. Fokus penuh diarahkan pada laga ini agar tiket lolos langsung bisa diamankan secepat mungkin.
Optimisme di Tengah Tantangan Berat
Meski dihadapkan pada cuaca beku dan lapangan sintetis, kepercayaan diri City tetap tinggi. O’Reilly menyebut situasi ini sebagai tantangan yang justru memacu semangat tim. Mentalitas kompetitif menjadi pembeda utama.
Skuad City menyadari bahwa laga ini tidak akan mudah. Namun, kualitas dan pengalaman di Liga Champions menjadi modal penting. Selain itu, ambisi besar untuk melangkah jauh di Eropa terus membakar motivasi pemain.
Jika mampu melewati rintangan di Norwegia, City akan semakin dekat dengan target utama mereka. Oleh karena itu, laga kontra Bodo/Glimt bukan sekadar pertandingan, melainkan ujian kesiapan menuju fase gugur.
Penentuan Arah Perjalanan City di Eropa
Pertandingan ini berpotensi menentukan arah perjalanan Manchester City di Liga Champions musim ini. Kemenangan akan memberi kelegaan, sementara hasil negatif membuka risiko tambahan. Tekanan tersebut menuntut fokus dan konsistensi.
City datang dengan misi jelas, yakni menang tanpa jalan berliku. Pendekatan pragmatis namun tetap agresif menjadi pilihan. Dengan segala tantangan yang ada, hasil di laga ini akan mencerminkan mentalitas juara The Citizens.






