Thursday, February 2, 2023
No menu items!
Google search engine
HomeLiga JermanKesedihan Arsene Wenger Menyaksikan Serge Gnabry Gemilang di Bayern Munchen

Kesedihan Arsene Wenger Menyaksikan Serge Gnabry Gemilang di Bayern Munchen

Arsene Wenger bernostalgia ketika berjuang pada masa kepelatihannya bersama Arsenal, juga saat Serge Gnabry tengah bergabung bersamanya. Ia mengenang segala kesulitan sang pemain kala berjuang di klub Liga Inggris tersebut. Saat ini justru karirnya semakin bersinar dan berjaya bersama dengan Bayern Munchen.

Mantan pelatih Arsenal, Arsene Wenger tengah diberitakan Mirror merasa sangat sedih sebab Gnabry tidak dapat menjadi pemain andalan saat masih membela The Gunners. Dulu masih berada di Inggris ia mengalami kesulitan, sementara kini dirinya menunjukan perkembangannya yang signifikan bersama klub Liga Jerman Bayern Munchen.

Prestasinya memenangkan tim dengan skor 3-0 melawan Lyon melambungkan skuatnya berhasil mengantongi tiket final Liga Champios tadi malam. Pemain sayap tersebut berhasil mencetak 2 gol gemilang. Kini dengan kemenangan tersebut, Bayern Munchen mendapatkan kesempatan untuk berhadapan dengan PSG di babak final.

Prediksi Serge Gnabry Jadi Pemain Professional

Wakil tim Prancis itu berhasil memenangkan kompetisi dengan skor 3-0 saat melawan RB Leipzig. Saat bertanding melawan Lyon, Gnarby menunjukkan betapa canggih skil yang ia miliki pasca kepergiannya dari Meriam London 2016 lalu. Prestasi Gnabry kini menjadi sebuah penyesalan mendalam bagi Wenger.

Pelatih tersebut tidak ingin melupakan Gnarby yang ketika itu datang dari Stuttgart saat masih belia tepatnya berusia 15 tahun. Pada saat pelatihannya bersama klub Inggris tersebut, Gnabry mengalami cedera berkali-kali, namun ia tidak pernah menyerah dan patah semangat. Menurut Arsene Wenger, ia merupakan salah satu pemain kreatif.

Kemampuannya mencetak banyak gol patut dibanggakan. Selain itu cara bermainnya dengan kaki kanan dan kiri juga menjadi salah satu kelebihannya. Kekuatan yang dimilikinya sangat bagus, caranya menyerang musuh begitu cerdas. Disatu sisi ia juga menonjolkan kecepatan berlari sangat teratur.

Walaupun usianya masih muda, ia telah mempunyai kedewasaan mumpuni hingga menjadikannya sebagai pemain dominan untuk klub Jerman. Pada dasarnya Wenger tidak ingin melepaskannya begitu saja dari Arsenal. Kala itu pelatih bersama menejemen telah membuat kesepakatan dengan Gnabry.

Bahwa ia hanya dipinjamkan saja untuk West Brom, apabila keberadaannya tidak sering dimainkan, maka ia akan segera kembali meskipun kondisinya sering mengalami cedera. Setidaknya tim asuhan Wenger telah berjuang keras untuknya selama 6 bulan dan ia juga telah berpartisipasi memperkuat Timnas Jerman U-21.

Bayern memang mempunyai kesepakatan dengan Wender Bremen hingga pada akhirnya ia memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya dengan The Gunners. Bahkan ia mengakui jika sangat bersedih sebab tidak dapat mengamankan bakatnya, sudah ia prediksi sejak lama jika Gnabry akan menjadi pemain hebat dimasa depan.

Ia juga bisa menjadi pemain nomor 10 maupun nomor 9 karena ia adalah pemain yang cerdas. Tidak akan ada alasan lagi untuk tidak merekrutnya kembali, Gnabry akan menjadi bintang lapangan serta dapat diandalkan untuk memperkuat tim.

Pengakuan Pelatih Bayern Munich

Hans Flick, sang pelatih Bayern Munich mengakui jika pemain sayapnya Serge Gnabry satu langkah lebih dekat akan menjadi pemain kelas dunia. Di usianya yang kini menginjak 25 tahun telah membuktikan kemampuannya saat menyingkirkan Lyon pada semi final Liga Champions di Stadion Jose Alvalade, Portugal.

Pemain muda tersebut telah mengantarkan Bayern Munchen melaju ke babak final setelah berhasil menjebol gawang Lyon dengan dua gol, tepat dimenit 18 dan 33. Gol tersebut menjadi gol pembuka yang sangat cantik. Terlihat dari cara bagaimana Gnabry menyelesaikan gol tersebut sementara dirinya tengah berada diposisi yang cukup sulit.

Perkembangan Gnabry tidak hanya terlihat sempurna di Bayern Munchen saja akan tetapi juga kentara pada Timnas Jerman. Dengan kemampuannya saat ini, ia bakal menjadi pemain kelas dunia, tutur pelatih berusia 55 tahun tersebut.

Keberadaanya sangat berbahaya ketika telah berada didepan gawang, terlebih gerakan Gnabry juga sangat gesit. Munchen merasa puas dengan gol yang sudah ia ciptakan hingga mampu membuat tim keluar sebagai pemenang. Telah dihitung selama musim ini, Gnabry mampu mencetak 23 gol, 14 assist total dari 45 pertandingan yang ia ikuti.

Sebelum ia bermain bersama Bayern Munchen untuk semifinal Liga Champions, Gnabry telah membantu Bayern menjuarai kompetisi Bundesliga Jerman serta DFB-Pokal. Keberhasilannya tersebut sangat kontra dengan pendapat West Bromwich, dimana ia dianggap tidak layak main pada Liga Premier Inggris.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments