Guardiola peringatkan Arsenal setelah Manchester City meraih kemenangan krusial di Anfield pada lanjutan Premier League. Hasil dramatis tersebut menjaga asa City dalam perburuan gelar musim ini. Selain itu, kemenangan ini memangkas jarak poin dengan Arsenal di puncak klasemen.
Manchester City sempat berada di ambang kekalahan. Namun dua gol di menit akhir membalikkan keadaan secara signifikan. Oleh karena itu, persaingan papan atas kembali memanas menjelang fase penentuan kompetisi.
Kebangkitan City di Anfield yang Menentukan
Manchester City menghadapi tekanan besar saat bertandang ke markas Liverpool. Dominik Szoboszlai membawa tuan rumah unggul lewat tendangan bebas pada menit ke-74. Gol tersebut hampir memperlebar jarak City dengan pemuncak klasemen.
Situasi itu membuat City berada dalam posisi sulit. Kekalahan akan membuat selisih poin dengan Arsenal melebar menjadi sembilan angka. Namun, respons City menunjukkan karakter juara yang kuat.
Bernardo Silva mencetak gol penyeimbang sepuluh menit berselang. Setelah itu, penalti Erling Haaland pada masa tambahan waktu memastikan kemenangan 2-1. Hasil ini memangkas jarak City dengan Arsenal menjadi enam poin.
Catatan Bersejarah dan Dampak Klasemen
Kemenangan tersebut memiliki arti khusus bagi City. Ini menjadi kemenangan pertama di Anfield dengan kehadiran penonton sejak 2003. Fakta ini menambah keyakinan bahwa City masih mampu bersaing hingga akhir musim.
Selain itu, hasil ini menjaga posisi City di peringkat kedua klasemen. Tekanan terhadap Arsenal pun kembali meningkat. Dengan sisa pertandingan yang masih banyak, peluang belum sepenuhnya tertutup.
Guardiola menilai kemenangan ini lebih dari sekadar tiga poin. Menurutnya, hasil di Anfield menjadi bukti bahwa timnya masih berada di jalur persaingan. Oleh karena itu, City memilih tetap fokus pada proses.
Guardiola Tetap Optimistis namun Realistis
Pelatih City, Pep Guardiola, mengakui bahwa sebagian pemain sempat berpikir kekalahan di Anfield akan mengakhiri perburuan gelar. Namun, ia memiliki pandangan berbeda.
Guardiola menilai selisih poin yang besar memang menyulitkan. Ia juga mengakui konsistensi Arsenal sepanjang musim. Meski begitu, ia menegaskan sepak bola selalu menyimpan kemungkinan.
Menurut Guardiola, City tidak bisa hanya berharap pada kesalahan lawan. Peningkatan kecil tidak akan cukup untuk menyaingi Arsenal. Oleh karena itu, ia menuntut performa yang jauh lebih baik dari timnya.
Laga Penentuan dan Target Wajib Menang
Guardiola menyoroti satu laga penting yang masih tersisa. City dijadwalkan menjamu Arsenal di kandang sendiri. Pertandingan tersebut dinilai wajib dimenangkan untuk menjaga peluang gelar.
Ia menegaskan bahwa City masih memiliki margin untuk berkembang. Perbaikan performa harus terlihat dalam waktu dekat. Selain itu, konsistensi menjadi faktor utama pada fase akhir musim.
Guardiola juga menekankan pentingnya menjaga fokus di setiap pertandingan. Satu hasil buruk bisa berdampak besar pada persaingan. Karena itu, City memilih tidak melihat terlalu jauh ke depan.
Jadwal Padat dan Tantangan Akhir Musim
Selain persaingan langsung dengan Arsenal, Guardiola menyinggung faktor jadwal. City masih harus menjalani laga di berbagai kompetisi. Kondisi ini menuntut rotasi dan manajemen fisik yang tepat.
Menurutnya, pertandingan melawan tim papan bawah sering kali menjadi tantangan terbesar. Tim yang berjuang menghindari degradasi bermain dengan motivasi tinggi. Situasi tersebut kerap menyulitkan tim papan atas.
Guardiola menyebut 13 pertandingan tersisa di Premier League sebagai periode yang sangat panjang. City juga datang dari jadwal FA Cup, Carabao Cup, dan Liga Champions. Oleh karena itu, konsistensi menjadi tantangan utama.
Insiden Akhir Laga dan Fokus ke Depan
Drama di Anfield belum berakhir setelah gol penalti Haaland. City sempat mengira mencetak gol ketiga lewat Rayan Cherki. Gol tersebut tercipta dari tengah lapangan saat Alisson Becker berada di luar gawang.
Namun, gol dianulir karena Dominik Szoboszlai lebih dulu dikartu merah setelah menarik Haaland. Keputusan tersebut mengakhiri peluang City menambah keunggulan. Meski begitu, Guardiola tidak mempermasalahkan insiden tersebut.
Ia menegaskan fokus City kini sangat jelas. Satu-satunya target adalah terus berada di belakang Arsenal. Jika pesaing terpeleset, City harus siap memanfaatkan peluang.
Guardiola menutup dengan pesan tegas. Perburuan gelar belum selesai. Manchester City akan terus menekan hingga akhir musim.






