Pep Guardiola masih termasuk ke dalam pelatih tersukses setelah kembali mencuri perhatian usai membawa Manchester City menjuarai Carabao Cup 2025/2026. Namun, dalam daftar pelatih dengan trofi terbanyak sepanjang sejarah, ia masih berada di bawah Sir Alex Ferguson yang memimpin dengan selisih cukup signifikan.
Keberhasilan terbaru ini semakin menguatkan posisi Guardiola sebagai salah satu pelatih terbaik era modern. Selain itu, persaingan dalam daftar pelatih tersukses menjadi semakin menarik dengan rincian gelar di berbagai kompetisi.
Guardiola Konsisten di Tiga Liga Top Eropa
Pep Guardiola kini telah mengoleksi 41 trofi sepanjang kariernya. Raihan tersebut terbagi dari tiga klub besar yang pernah ia latih.
Bersama Barcelona, Guardiola memenangkan 14 trofi. Gelar tersebut mencakup tiga La Liga, dua Liga Champions, serta beberapa trofi domestik dan internasional.
Saat melatih Bayern Munchen, ia menambah tujuh trofi. Di antaranya tiga Bundesliga dan dua DFB-Pokal yang menegaskan dominasinya di Jerman.
Kemudian, bersama Manchester City, ia mengoleksi 19 gelar. Rinciannya termasuk enam Premier League, lima Piala Liga, serta satu Liga Champions.
Distribusi trofi ini menunjukkan konsistensi Guardiola di berbagai kompetisi. Oleh karena itu, ia menjadi salah satu pelatih paling komplet saat ini.
Ferguson Dominan di Inggris dan Eropa
Sir Alex Ferguson masih memimpin dengan total 50 trofi sepanjang kariernya. Mayoritas gelar diraih bersama Manchester United.
Di Inggris, ia memenangkan 13 Premier League, lima FA Cup, dan empat League Cup. Selain itu, ia juga meraih 10 Community Shield.
Pada level Eropa, Ferguson mengoleksi dua Liga Champions dan satu Cup Winners’ Cup. Ia juga menambah satu Piala Dunia Antarklub.
Sebelumnya, Ferguson meraih 11 trofi bersama Aberdeen. Gelar tersebut termasuk tiga liga Skotlandia dan satu trofi Eropa.
Keberhasilan di berbagai kompetisi membuat Ferguson tetap sulit disaingi. Oleh karena itu, posisinya di puncak masih aman.
Ancelotti dan Mourinho Tak Kalah Impresif
Carlo Ancelotti menempati posisi berikutnya dengan 30 trofi. Ia meraih gelar di Italia, Inggris, Prancis, Spanyol, dan Jerman.
Di AC Milan, ia memenangkan dua Liga Champions dan satu Serie A. Sementara di Real Madrid, ia menambah tiga Liga Champions dan dua La Liga.
Selain itu, ia meraih gelar liga bersama Chelsea dan PSG. Distribusi ini menunjukkan kemampuannya beradaptasi di berbagai kompetisi.
Jose Mourinho juga mencatat 26 trofi sepanjang kariernya. Ia meraih dua Liga Champions bersama Porto dan Inter Milan.
Di level domestik, Mourinho mengoleksi tiga Premier League bersama Chelsea. Ia juga meraih gelar liga di Italia dan Spanyol.
Kombinasi trofi domestik dan Eropa membuat Mourinho tetap masuk daftar elit. Selain itu, reputasinya sebagai pelatih pemenang tetap terjaga.
Nama Lain dengan Koleksi Trofi Besar
Ottmar Hitzfeld mencatat 26 trofi, termasuk dua Liga Champions bersama dua klub berbeda. Ia juga meraih banyak gelar Bundesliga bersama Bayern Munchen.
Valeriy Lobanovskyi mengoleksi 36 trofi, mayoritas bersama Dynamo Kyiv. Ia mendominasi liga domestik serta meraih trofi Eropa.
Mircea Lucescu mencatat 38 gelar dengan dominasi di Ukraina. Ia memenangkan delapan liga bersama Shakhtar Donetsk.
Sementara itu, Jock Stein mengoleksi 38 trofi bersama Celtic. Ia juga membawa klub tersebut menjuarai European Cup.
Luiz Felipe Scolari memiliki 24 trofi, termasuk Piala Dunia 2002 bersama Brasil. Selain itu, ia meraih berbagai gelar di Amerika Selatan dan Asia.
Giovanni Trapattoni menutup daftar dengan 23 trofi. Ia sukses di Italia, Jerman, dan Portugal dengan koleksi gelar liga dan Eropa.
Persaingan Rekor Trofi Masih Terbuka Lebar Bagi Semua Pelatih
Persaingan pelatih tersukses masih akan terus berkembang. Guardiola masih aktif dan memiliki peluang besar menambah koleksi gelarnya.
Selain itu, kompetisi modern menawarkan lebih banyak turnamen. Hal ini memberi kesempatan bagi pelatih untuk meraih trofi tambahan.
Meski demikian, rekor Ferguson tetap menjadi standar tertinggi. Oleh karena itu, setiap pelatih harus menunjukkan konsistensi jangka panjang.
Perjalanan Guardiola menuju puncak masih berlanjut. Jika mampu menjaga performa, ia berpotensi mendekati bahkan melampaui rekor tersebut.
Pada akhirnya, jumlah trofi memang penting. Namun, dampak terhadap perkembangan sepak bola juga menjadi faktor utama dalam menilai seorang pelatih.






