Catatan kemenangan Arsenal atas Manchester United selalu menghadirkan cerita besar dalam sejarah Liga Inggris. Pertemuan kedua klub ini bukan sekadar laga rutin, karena rivalitas panjang selalu memunculkan tensi tinggi dan momen ikonik. Menjelang duel lanjutan Premier League 2025/2026 di Emirates Stadium, catatan dominasi kandang Arsenal kembali menjadi sorotan utama.
Pertandingan yang akan digelar Minggu, 25 Januari 2026, pukul 23.30 WIB tersebut mempertemukan dua tim dengan sejarah panjang. Arsenal tampil percaya diri karena rekam jejak positif saat menjamu Manchester United di London Utara. Oleh karena itu, menilik kembali kemenangan-kemenangan kandang The Gunners menjadi relevan jelang laga besar ini.
Dominasi Arsenal di Era Highbury
Sejarah rivalitas ini mulai terbentuk kuat sejak Arsenal masih bermarkas di Highbury. Salah satu kemenangan paling berkesan terjadi pada 6 Mei 1991, ketika Arsenal menundukkan Manchester United dengan skor 3-1. Laga tersebut berlangsung dalam suasana perayaan gelar liga yang telah diamankan lebih awal.
Pada pertandingan itu, Alan Smith tampil sebagai bintang utama dengan mencetak hat-trick. Gol-golnya lahir dari permainan agresif dan efisien Arsenal yang mendominasi jalannya laga. Meskipun tim tamu sempat mencetak gol hiburan, kemenangan tersebut menegaskan superioritas tuan rumah di akhir musim.
Beberapa tahun berselang, Highbury kembali menjadi panggung laga klasik pada 9 November 1997. Arsenal menang dramatis 3-2 atas Manchester United yang berstatus juara bertahan. Nicolas Anelka membuka skor cepat, disusul gol keras Patrick Vieira yang memperbesar keunggulan.
Manchester United sempat bangkit melalui dua gol Teddy Sheringham. Namun, Arsenal memastikan kemenangan lewat sundulan David Platt dari situasi bola mati. Pertandingan tersebut memperkuat reputasi Highbury sebagai kandang yang sulit ditaklukkan.
Malam Efektif Arsenal Awal 2000-an
Memasuki era 2000-an, Arsenal tetap konsisten saat menjamu rival abadinya. Pada 25 November 2001, The Gunners menang 3-1 dalam laga yang dikenang karena efektivitas tinggi lini depan. Meski sempat tertinggal lebih dulu, Arsenal menunjukkan kontrol permainan yang solid.
Thierry Henry menjadi pembeda pada laga tersebut dengan mencetak dua gol penutup. Kesalahan fatal lini belakang Manchester United dimanfaatkan secara maksimal oleh Arsenal. Kemenangan ini kembali menegaskan perbedaan ketenangan dan ketajaman kedua tim pada malam itu.
Selain itu, laga tersebut mencerminkan kekuatan Arsenal dalam menjaga intensitas permainan. Tekanan berkelanjutan membuat tim tamu kesulitan mengembangkan permainan. Oleh karena itu, Emirates dan Highbury kerap menjadi tempat Arsenal menegaskan identitasnya.
Era Emirates Stadium dan Laga Ikonik
Perpindahan ke Emirates Stadium tidak mengurangi dominasi Arsenal di kandang. Pada 21 Januari 2007, laga ke-200 melawan Manchester United berakhir dengan kemenangan dramatis 2-1. Pertandingan ini juga menjadi pertemuan pertama kedua tim di stadion baru Arsenal.
Wayne Rooney membawa Manchester United unggul lebih dulu. Namun, Arsenal merespons lewat gol Robin van Persie sebelum Thierry Henry mencetak gol penentu di masa tambahan waktu. Momen tersebut menjadi salah satu kenangan paling ikonik di Emirates Stadium.
Beberapa tahun kemudian, Arsenal kembali mencatat kemenangan dominan pada 4 Oktober 2015. The Gunners menghancurkan Manchester United 3-0 hanya dalam 19 menit pertama. Alexis Sanchez dan Mesut Ozil menjadi aktor utama dalam laga yang berjalan satu arah tersebut.
Drama Era Modern dan Kepercayaan Diri Arsenal
Memasuki era modern, duel kedua tim tetap sarat drama. Pada 22 Januari 2023, Arsenal menang 3-2 dalam laga yang ditentukan di menit akhir. Eddie Nketiah mencetak gol kemenangan yang memicu euforia besar di Emirates Stadium.
Sembilan bulan kemudian, Arsenal kembali menaklukkan Manchester United dengan skor 3-1. Gol Declan Rice dan Gabriel Jesus di masa tambahan waktu memastikan kemenangan setelah laga berjalan ketat. Momen tersebut kembali menegaskan bahwa Emirates Stadium sering menghadirkan akhir cerita yang berpihak pada tuan rumah.
Menjelang pertemuan terbaru, rangkaian kemenangan kandang ini memberi Arsenal kepercayaan diri tinggi. Rekam jejak tersebut juga menjadi tekanan tersendiri bagi Manchester United. Oleh karena itu, duel mendatang berpotensi kembali menghadirkan cerita besar dalam rivalitas panjang ini.
Rivalitas Lama yang Terus Hidup di Emirates
Pada akhirnya, pertemuan Arsenal dan Manchester United selalu menghadirkan dimensi lebih dari sekadar perebutan tiga poin. Rekam jejak kemenangan kandang Arsenal memberi gambaran jelas tentang kuatnya pengaruh Emirates Stadium dalam rivalitas ini. Namun, Manchester United tetap datang dengan ambisi besar untuk mematahkan tren negatif. Oleh karena itu, duel mendatang berpotensi kembali menghadirkan drama, intensitas tinggi, serta momen penting yang memperpanjang sejarah persaingan kedua klub.






