Liverpool vs Newcastle menjadi panggung kebangkitan The Reds pada pekan ke-24 Liga Inggris 2025/2026. Bermain di Anfield, Minggu dini hari WIB, Liverpool berhasil membalikkan keadaan dan menang 4-1 setelah sempat tertinggal lebih dulu. Kemenangan ini terasa penting karena menjadi hasil liga pertama Liverpool pada tahun 2026.
Pertandingan tersebut tidak berjalan mudah bagi tuan rumah. Sejak menit awal, Newcastle tampil berani dan mampu merepotkan Liverpool dengan tekanan tinggi. Oleh karena itu, Liverpool harus bekerja keras untuk menemukan ritme permainan mereka. Perlahan namun pasti, efektivitas serangan menjadi faktor pembeda dalam laga ini.
Tekanan Awal dan Gol Pembuka Newcastle
Liverpool dan Newcastle memulai laga dengan tempo tinggi. Tim tamu langsung menunjukkan keberanian dengan menekan sejak awal pertandingan. Beberapa situasi bola mati sempat menciptakan ancaman bagi pertahanan Liverpool.
Tekanan tersebut akhirnya berbuah gol pada menit ke-36. Newcastle memanfaatkan serangan balik cepat yang diakhiri Anthony Gordon. Tembakan rendahnya melewati sela kaki Milos Kerkez dan gagal dibendung Alisson.
Gol ini membuat suasana Anfield sempat terdiam. Selain itu, keunggulan tersebut meningkatkan kepercayaan diri Newcastle. Liverpool pun dipaksa menaikkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan sebelum jeda.
Reaksi Cepat Liverpool di Babak Pertama
Respons Liverpool datang dengan cepat dan terukur. Lima menit setelah tertinggal, Hugo Ekitike menyamakan kedudukan. Ia memaksimalkan umpan pendek Florian Wirtz dengan penyelesaian jarak dekat.
Gol penyeimbang tersebut mengubah momentum pertandingan. Karena itu, Liverpool tampil lebih agresif dan berani menekan pertahanan Newcastle. Aliran bola menjadi lebih cepat dan terarah.
Menjelang turun minum, Liverpool berhasil membalikkan keadaan. Serangan langsung dari lini belakang berbuah gol kedua Ekitike. Umpan panjang Milos Kerkez diselesaikan Ekitike dengan lari eksplosif dan sontekan tenang.
Gol tersebut menutup babak pertama dengan keunggulan 2-1 bagi Liverpool. Keadaan ini memberi dorongan moral besar bagi tuan rumah. Newcastle pun terlihat kesulitan meredam kebangkitan The Reds.
Dominasi Liverpool di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Liverpool tampil lebih dominan. Penguasaan bola mereka meningkat dan tempo permainan lebih terkontrol. Newcastle mencoba merespons, namun kesulitan menembus lini belakang tuan rumah.
Tekanan berkelanjutan Liverpool akhirnya menghasilkan gol ketiga pada menit ke-67. Florian Wirtz mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan kombinasi rapi bersama Mohamed Salah. Sepakan kaki kanannya mengarah tajam ke sudut gawang.
Keunggulan 3-1 membuat Liverpool bermain semakin lepas. Selain itu, kepercayaan diri para pemain terlihat jelas dalam setiap transisi. Newcastle tetap berusaha mengejar, tetapi peluang yang tercipta belum cukup berbahaya.
Di masa injury time, Liverpool menambah gol keempat. Situasi sepak pojok gagal diantisipasi dengan baik oleh Newcastle. Bola liar dimanfaatkan Ibrahima Konate untuk mencetak gol dan memastikan kemenangan telak.
Efektivitas Serangan Jadi Pembeda
Kemenangan 4-1 ini menegaskan efektivitas Liverpool sepanjang pertandingan. Meski tidak sepenuhnya mendominasi penguasaan bola, mereka unggul dalam kualitas peluang. Statistik menunjukkan Liverpool jauh lebih klinis dibanding Newcastle.
Hugo Ekitike menjadi sorotan utama dengan dua golnya. Pergerakan tanpa bola dan penyelesaian akhirnya memberi dampak besar. Selain itu, kontribusi Wirtz dan Konate melengkapi penampilan solid tim secara keseluruhan.
Di lini tengah, Liverpool mampu menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan. Transisi cepat membuat Newcastle sering tertinggal posisi. Hal ini menjelaskan mengapa peluang emas tim tamu sangat minim.
Dampak Klasemen dan Laga Berikutnya
Hasil ini membuat Liverpool mengoleksi 39 poin dan naik ke peringkat lima klasemen sementara. Posisi tersebut menjaga mereka tetap dalam persaingan zona atas. Oleh karena itu, kemenangan ini memiliki arti strategis bagi perjalanan musim.
Sementara itu, Newcastle tertahan di peringkat sepuluh dengan 33 poin. Kekalahan ini menjadi evaluasi penting, terutama dalam menjaga konsistensi permainan tandang. Mereka harus segera berbenah jelang laga berikutnya.
Bagi Liverpool, kemenangan ini menjadi modal berharga sebelum menghadapi pertandingan besar selanjutnya. Kepercayaan diri tim meningkat, seiring efektivitas lini depan yang kembali terlihat tajam.






