Manchester City gagal memaksimalkan peluang untuk menekan Arsenal dalam persaingan gelar Premier League 2025/2026. Bertandang ke Stadium of Light, Jumat (2/1/2026) WIB, The Citizens hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan Sunderland. Hasil ini terasa mengecewakan karena City datang dengan ambisi besar dan status unggulan.
Sepanjang pertandingan, City kesulitan menemukan ritme permainan. Dominasi penguasaan bola tidak diiringi efektivitas di sepertiga akhir. Oleh karena itu, satu poin yang dibawa pulang justru terasa seperti kehilangan dua poin berharga.
Laga ini juga menjadi malam frustrasi bagi Erling Haaland. Penyerang andalan City itu nyaris tidak mendapat ruang tembak bersih. Di sisi lain, Sunderland tampil disiplin dan memaksimalkan organisasi pertahanan mereka.
City Tumpul di Babak Pertama
Sejak awal laga, Manchester City mencoba mengendalikan permainan. Namun, intensitas serangan mereka tidak cukup tajam. Sunderland menutup ruang dengan rapi dan memaksa City bermain melebar.
Babak pertama berjalan tanpa banyak peluang bersih bagi tim tamu. City tampak kesulitan mengalirkan bola ke area berbahaya. Kombinasi antar lini tidak berjalan mulus.
Sebaliknya, Sunderland justru tampil percaya diri saat melancarkan serangan balik. Beberapa kali, lini belakang City harus bekerja keras. Kondisi ini membuat laga berlangsung seimbang meski City unggul penguasaan bola.
Situasi tersebut menandai awal malam sulit bagi lini serang City. Haaland jarang menerima bola di posisi ideal. Tekanan tuan rumah juga memengaruhi tempo permainan City.
Donnarumma Jadi Penyelamat City
Di tengah performa tim yang tidak maksimal, Gianluigi Donnarumma tampil menonjol. Kiper asal Italia itu menjadi alasan utama City tidak pulang dengan kekalahan. Ia mencatat sejumlah penyelamatan krusial.
Donnarumma menggagalkan peluang Brian Brobbey di babak pertama. Tidak lama berselang, ia kembali menepis tembakan Simon Adingra dan Eliezer Mayenda. Oleh karena itu, gawang City tetap aman.
Performa solid Donnarumma memberi rasa tenang bagi lini belakang. Meski demikian, kontribusi tersebut belum cukup untuk mengubah hasil akhir. City tetap kesulitan mencetak gol.
Di sektor pertahanan, Ruben Dias dan Nathan Ake tampil cukup stabil. Ake bahkan menunjukkan ketangguhan meski sempat mengalami benturan keras di awal laga.
Haaland dan Lini Depan Kehilangan Sentuhan
Sorotan utama tertuju pada Erling Haaland. Penyerang Norwegia itu melewati malam yang ingin segera dilupakan. Ia hanya mendapat satu peluang bersih, namun tembakannya mengarah tepat ke kiper Sunderland, Robin Roefs.
Minimnya suplai bola membuat Haaland frustrasi. Selain itu, satu kesalahan umpannya mematikan potensi serangan balik City. Situasi ini menggambarkan betapa terisolasinya Haaland sepanjang laga.
Savinho sempat memberi harapan di awal babak kedua. Dua penetrasinya cukup menjanjikan, tetapi penyelesaian akhir tidak maksimal. Cedera yang memaksanya keluar lapangan juga mengurangi opsi serangan City.
Rayan Cherki tampil lebih hidup selepas jeda. Namun, kontribusinya belum cukup untuk menjadi pembeda. Lini depan City secara keseluruhan gagal menunjukkan ketajaman.
Rodri dan Doku Beri Dampak dari Bangku Cadangan
Pep Guardiola mencoba mengubah dinamika permainan lewat pergantian pemain. Masuknya Rodri membawa ketenangan di lini tengah. Ini menjadi penampilan kompetitif pertamanya setelah absen panjang.
Rodri membantu City mengontrol tempo dengan lebih baik. Distribusi bolanya membuat City lebih rapi. Namun, penyelesaian akhir tetap menjadi masalah utama.
Jeremy Doku memberi dimensi berbeda di sisi sayap. Akselerasi dan dribelnya beberapa kali merepotkan pertahanan Sunderland. Ia tampak sebagai pemain City yang paling berpotensi memecah kebuntuan.
Josko Gvardiol juga aktif membantu serangan. Ia bahkan mendapat peluang emas lewat sundulan, tetapi gagal memaksimalkannya. Situasi ini kembali menegaskan kurangnya ketajaman City.
Disiplin Sunderland dan Dampak pada Klasemen
Sunderland pantas mendapat pujian atas pendekatan mereka. Sunderland bermain disiplin dan terorganisasi. Robin Roefs tampil luar biasa di bawah mistar.
Hasil imbang ini memutus rangkaian delapan kemenangan beruntun City di semua kompetisi. Tambahan satu poin membuat City tetap berada di papan atas, tetapi gagal memangkas jarak dengan Arsenal.
Bagi Sunderland, hasil ini memperkuat posisi mereka di peringkat tujuh. Bermain imbang melawan tim sekelas City memberi suntikan kepercayaan diri besar.






