Thursday, February 26, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga ChampionsWakil Italia di Liga Champions Terancam Tersingkir, Juventus dan Atalanta di Ujung...

Wakil Italia di Liga Champions Terancam Tersingkir, Juventus dan Atalanta di Ujung Tanduk

Wakil Italia seperti Napoli dan Inter sudah tersingkir dari Liga Champions 2025/2026, sementara Juventus dan Atalanta kini berada dalam situasi genting. Wakil Italia yang tersisa menghadapi tekanan besar pada leg kedua playoff fase gugur.

Inter Milan lebih dulu menerima kenyataan pahit setelah disingkirkan Bodo/Glimt. Kekalahan itu membuat jumlah representasi Italia di kompetisi elite Eropa semakin menipis.

- Advertisement -
asia9QQ

Sebelumnya, Napoli juga gagal melangkah jauh. Kini harapan tersisa bertumpu pada Juventus dan Atalanta yang sama-sama menghadapi defisit gol.

Inter dan Napoli Sudah Gugur

Inter tersingkir secara dramatis setelah kalah agregat 2-5 dari Bodo/Glimt. Pada leg pertama di Norwegia, mereka takluk 1-3 di Aspmyra Stadion.

Kondisi cuaca dan lapangan sintetis sempat disebut memengaruhi permainan. Namun, Inter gagal memanfaatkan laga kandang untuk membalikkan keadaan.

Di Giuseppe Meazza, mereka justru kalah 1-2 di depan pendukung sendiri. Pelatih Cristian Chivu mengaku kecewa atas hasil tersebut.

Ia menyatakan bahwa gol pertama mungkin bisa mengubah arah laga. Akan tetapi, efektivitas lawan membuat Inter tak mampu bangkit.

Sementara itu, Napoli tersingkir lebih awal di fase liga. Pasukan Antonio Conte hanya finis di posisi ke-30 klasemen akhir.

Dari delapan pertandingan, Napoli meraih dua kemenangan dan dua hasil imbang. Empat kekalahan membuat mereka hanya mengoleksi delapan poin.

Conte menyinggung hasil imbang melawan Copenhagen sebagai salah satu faktor krusial. Selain itu, ia juga menyoroti banyaknya pemain yang absen.

Juventus Hadapi Misi Hampir Mustahil

Kini tekanan besar berada di pundak Juventus. Bianconeri harus mengejar defisit tiga gol saat menjamu Galatasaray.

Pada leg pertama di Turki, Juventus kalah telak 2-5. Hasil itu membuat peluang lolos menjadi sangat tipis.

Sejarah Liga Champions tidak berpihak pada tim yang tertinggal tiga gol. Dari 49 kasus serupa, hanya empat tim yang mampu membalikkan keadaan.

Catatan pertemuan juga kurang menguntungkan. Galatasaray hanya kalah sekali dari tujuh pertemuan melawan Juventus.

Selain itu, performa Juventus sedang menurun. Dalam lima laga terakhir di semua ajang, mereka kalah empat kali dan hanya sekali bermain imbang.

Kekalahan dari Atalanta, Inter Milan, Galatasaray, dan Como menambah tekanan. Hasil imbang melawan Lazio juga tidak cukup memperbaiki situasi.

Oleh karena itu, laga leg kedua di Turin menjadi penentu masa depan mereka. Juventus membutuhkan kemenangan besar dengan pertahanan solid.

Atalanta Juga di Posisi Rawan

Atalanta menghadapi Borussia Dortmund dalam kondisi tertinggal 0-2 dari leg pertama. Selisih tersebut memang tidak terlalu besar, tetapi tetap berat untuk dikejar.

Dortmund memiliki rekor sempurna saat unggul dua gol dari leg pertama. Mereka memenangkan seluruh 10 laga Eropa dalam situasi tersebut.

Selain itu, pengalaman Dortmund di kompetisi Eropa cukup matang. Mereka pernah mengalahkan Atalanta dengan agregat 4-3 di Liga Europa 2017/2018.

Meski demikian, Atalanta masih memiliki peluang. Dortmund pernah kalah lima kali dari delapan kunjungan terakhir ke Italia.

Musim ini, klub Jerman tersebut juga dua kali kebobolan empat gol saat tandang. Fakta itu memberi sedikit harapan bagi Atalanta.

Terpenting, Atalanta harus tampil agresif sejak awal. Mereka tidak boleh memberi ruang bagi serangan balik cepat Dortmund.

Tekanan Besar bagi Sepak Bola Italia

Situasi ini menjadi ujian bagi reputasi sepak bola Italia di Eropa. Jika Juventus dan Atalanta gagal, maka tidak ada wakil Serie A di babak 16 besar.

Kondisi tersebut tentu memengaruhi koefisien UEFA dan citra kompetitif liga. Oleh karena itu, hasil leg kedua sangat menentukan.

Juventus akan menjamu Galatasaray pada 26 Februari 2026 pukul 03.00 WIB. Sementara itu, Atalanta menghadapi Dortmund lebih awal pada 00.45 WIB.

Dua laga tersebut menjadi momen krusial. Keduanya membutuhkan performa hampir sempurna untuk menjaga asa Italia di Liga Champions.

Walau peluang terlihat berat, sepak bola selalu menyimpan kejutan. Namun, fakta statistik menunjukkan jalan menuju kebangkitan tidak mudah.

Kini sorotan tertuju pada Juventus dan Atalanta. Apakah mereka mampu membalikkan keadaan atau menyusul Napoli dan Inter angkat koper?

Harapan Terakhir dan Faktor Penentu

Leg kedua akan menguji mental dan karakter kedua tim Italia. Juventus membutuhkan efektivitas tinggi sejak menit awal agar tekanan berpindah ke Galatasaray. Sementara itu, Atalanta harus menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan karena satu gol lawan bisa mematikan peluang.

Dukungan suporter di kandang dapat menjadi energi tambahan. Namun pada akhirnya, disiplin taktik dan ketajaman penyelesaian akhir akan menjadi faktor penentu nasib mereka di Liga Champions musim ini.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments