Vinicius sukses jadi penentu dalam kemenangan Real Madrid atas Benfica pada leg kedua playoff Liga Champions, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. Los Blancos menang tipis 2-1 dan memastikan tiket ke babak 16 besar dengan agregat 3-1. Hasil tersebut menjaga konsistensi mereka di fase gugur kompetisi elite Eropa.
Pertandingan berlangsung dalam tekanan tinggi sejak menit awal. Selain itu, kontroversi pada pertemuan pertama membuat atmosfer laga semakin panas. Absennya Kylian Mbappe juga memaksa pelatih mengubah pendekatan di lini depan.
Benfica sempat unggul lebih dulu melalui Rafa Silva. Namun, Real Madrid mampu merespons dengan cepat. Aurelien Tchouameni mencetak gol penyeimbang sebelum jeda.
Arda Guler sempat membawa tuan rumah berbalik unggul. Akan tetapi, VAR menganulir gol tersebut karena offside dalam prosesnya. Pada akhirnya, Vinicius Junior memastikan kemenangan lewat gol di 10 menit akhir.
Evaluasi Kiper dan Lini Belakang
Thibaut Courtois mendapat nilai 7,8. Ia melakukan penyelamatan penting sebelum gol Rafa Silva tercipta. Kiper asal Belgia itu juga menggagalkan peluang berbahaya jelang turun minum.
Pada babak kedua, tekanan Benfica menurun. Oleh karena itu, Courtois relatif jarang menghadapi ancaman serius. Meski demikian, kontribusinya pada fase awal sangat krusial.
Trent Alexander-Arnold meraih 7,2. Ia kurang solid dalam duel bertahan satu lawan satu. Namun, beberapa umpan panjang akurat membantu membangun serangan dari sisi kanan.
Raul Asencio hanya memperoleh 5,9. Bek muda tersebut tampil kurang meyakinkan dan memberi ruang bagi lawan. Cedera yang dialaminya memaksa tim melakukan pergantian lebih cepat.
Antonio Rudiger mencatat 6,9. Ia menunjukkan ketenangan dan kepemimpinan di jantung pertahanan. Selain itu, ia memenangkan sejumlah duel udara penting.
Alvaro Carreras mendapatkan 7,6. Ia aktif membantu serangan dari sisi kiri. Namun, pergerakannya yang agresif sempat meninggalkan celah saat gol pembuka Benfica tercipta.
Dominasi Energi Lini Tengah
Federico Valverde tampil paling menonjol dengan nilai 8,8. Ia bermain penuh energi sepanjang laga. Yang terpenting, assist cerdasnya membuka jalan bagi gol Tchouameni.
Gelandang Uruguay itu menguasai banyak duel di area tengah. Karena mobilitasnya tinggi, Madrid mampu menjaga intensitas permainan. Perannya sangat vital dalam fase transisi.
Aurelien Tchouameni mencatat 8,2. Ia mencetak gol penyeimbang melalui tembakan keras yang terarah. Selain itu, ia menjaga keseimbangan tim saat bertahan.
Eduardo Camavinga memperoleh 7,6. Ia tampil fleksibel dan sering muncul di berbagai zona lapangan. Meski kontribusi ofensifnya tidak terlalu mencolok, stabilitas yang ia berikan sangat membantu.
Secara keseluruhan, trio lini tengah ini menjadi fondasi kebangkitan. Oleh karena itu, Madrid mampu mengendalikan tempo setelah tertinggal lebih dulu.
Ketajaman Lini Depan dan Gol Penentu
Gonzalo Garcia mendapat 6,8. Ia memikul tugas berat menggantikan peran Mbappe. Akan tetapi, ia kerap terisolasi dan kesulitan mendapat suplai bola.
Arda Guler meraih 7,5. Ia bekerja keras sepanjang pertandingan. Golnya yang dianulir menunjukkan insting menyerang yang tajam.
Vinicius Junior menjadi pembeda dengan nilai 7,6. Ia mencetak gol kemenangan melalui penyelesaian tenang di dalam kotak penalti. Momen tersebut hadir saat tekanan pertandingan mencapai puncaknya.
Winger asal Brasil itu terus menjadi ancaman bagi pertahanan Benfica. Meski mendapat penjagaan ketat, ia tetap berani mengambil inisiatif. Karena ketenangannya, Madrid mampu mengamankan hasil positif.
Kontribusi Pemain Pengganti dan Catatan Akhir
Franco Mastantuono masuk sebagai penyegar lini tengah dan memperoleh 6,5. Ia tampil singkat tanpa banyak momen krusial. David Alaba mencatat 6,3 setelah membantu menjaga keunggulan.
Cesar Palacios, Thiago Pitarch, dan Fran Garcia tidak bermain cukup lama untuk dinilai. Pergantian tersebut lebih bertujuan menjaga stabilitas dan ritme.
Secara permainan, Real Madrid memang belum sepenuhnya meyakinkan. Namun, efektivitas di momen penting menjadi faktor pembeda. Oleh karena itu, mereka tetap melaju ke babak 16 besar.
Hasil ini menjaga reputasi Los Blancos di kompetisi Eropa. Tantangan berikutnya tentu lebih berat. Akan tetapi, kemenangan atas Benfica memperlihatkan mentalitas tim tetap terjaga.
Keberhasilan ini juga menunjukkan kedalaman skuad masih kompetitif. Rotasi pemain tetap berjalan meski tanpa Mbappe. Selain itu, peran gelandang dalam mencetak gol memberi variasi serangan. Konsistensi seperti ini sangat dibutuhkan pada fase gugur.
Jika mampu memperbaiki organisasi bertahan, peluang melangkah lebih jauh tetap terbuka. Fokus berikutnya adalah menjaga performa agar tidak kembali kehilangan kontrol permainan di momen krusial.






