Sunderland vs Crystal Palace menjadi sorotan utama lanjutan Premier League akhir pekan ini. Tuan rumah akan menjamu tim tamu di Stadium of Light, Sabtu (17/1/2026) malam WIB, dalam situasi psikologis yang sama-sama tertekan. Kedua tim datang dengan beban hasil buruk, sehingga laga ini berpotensi berjalan ketat sejak menit awal.
Pertandingan ini penting karena Sunderland berupaya menghentikan tren negatif di liga. Meskipun begitu, Crystal Palace juga membutuhkan respons cepat setelah rangkaian hasil mengecewakan di berbagai ajang. Oleh karena itu, duel ini bukan sekadar perebutan poin, tetapi juga ujian mental bagi kedua kubu.
Benteng Kandang Sunderland Masih Terjaga
Sunderland tampil cukup solid saat bermain di kandang sepanjang musim ini. Tim asuhan Regis Le Bris belum tersentuh kekalahan dalam 10 laga kandang Premier League dengan catatan lima kemenangan dan lima hasil imbang. Statistik tersebut menunjukkan konsistensi yang jarang dimiliki tim promosi.
Catatan kandang itu bahkan menempatkan Sunderland sejajar dengan tim-tim promosi terbaik dalam sejarah kasta tertinggi Inggris. Namun, masalah muncul di lini depan karena produktivitas gol mereka menurun tajam sejak awal Desember. Total empat gol dalam periode tersebut menjadi angka terendah di liga.
Kondisi itu membuat Sunderland sering kesulitan memaksimalkan dominasi permainan. Meski demikian, kekuatan mereka dalam situasi bola mati tetap menjadi senjata utama. Sebanyak 38 persen gol Sunderland musim ini lahir dari skema tersebut.
Krisis Berlapis Menghantam Crystal Palace
Crystal Palace datang ke laga ini dengan kondisi jauh dari ideal. Kekalahan memalukan dari Macclesfield di FA Cup menjadi pukulan telak bagi kepercayaan diri tim. Selain itu, hasil tersebut memperpanjang rekor tanpa kemenangan Palace menjadi sembilan laga di semua kompetisi.
Situasi semakin rumit setelah pelatih Oliver Glasner mengonfirmasi rencana hengkang di akhir musim. Keputusan itu memicu ketidakpastian di ruang ganti, terlebih kapten Marc Guehi juga dikabarkan segera pindah ke Manchester City. Oleh karena itu, stabilitas tim tamu berada di titik terendah.
Di klasemen liga, Palace kini terpuruk di peringkat 13. Mereka hanya mengumpulkan dua poin dalam enam pekan terakhir, termasuk dua kekalahan tandang beruntun. Masalah terbesar Palace terlihat di pertahanan bola mati yang sudah kebobolan 12 gol musim ini.
Kondisi Skuad dan Pemain Absen
Sunderland masih harus kehilangan Habib Diarra dan Chemsdine Talbi yang membela negaranya di Piala Afrika. Namun, kembalinya Noah Sadiki dan Reinildo Mandava memberi tambahan energi positif. Kehadiran mereka diharapkan memperbaiki keseimbangan lini tengah dan pertahanan.
Di lini depan, Brian Brobbey diprediksi siap tampil sejak awal meski sempat mengalami gangguan hamstring ringan. Ia kemungkinan akan didukung Simon Adingra dan Eliezer Mayenda dari sisi sayap. Kombinasi ini diharapkan mampu memecah kebuntuan yang sering terjadi.
Sementara itu, Palace dipastikan tampil tanpa Marc Guehi. Ismaila Sarr juga masih absen karena tugas internasional bersama Senegal. Selain itu, Daniel Munoz dan Cheick Doucoure belum pulih dari cedera, sehingga opsi pemain semakin terbatas.
Kabar baik bagi tim tamu datang dari pulihnya Jefferson Lerma setelah melewati protokol gegar otak. Brennan Johnson juga berpeluang tampil sejak menit awal untuk mendukung Jean-Philippe Mateta di lini serang. Meski demikian, kohesi tim masih menjadi tanda tanya.
Prediksi Jalannya Laga dan Skor Akhir
Pertandingan ini diperkirakan berjalan dengan tempo sedang dan minim risiko. Sunderland kemungkinan akan mengandalkan tekanan bertahap serta situasi bola mati. Di sisi lain, Palace berpotensi bermain lebih reaktif untuk meredam dominasi tuan rumah.
Rekor pertemuan kedua tim menunjukkan kecenderungan hasil imbang. Pada pertemuan pertama musim ini, laga berakhir tanpa gol di Selhurst Park. Namun, faktor kandang dan kondisi internal Palace membuat Sunderland sedikit lebih diunggulkan.
Jika mampu memanfaatkan kelemahan lawan dalam bola mati, Sunderland berpeluang mencuri kemenangan tipis.
Selain faktor teknis, aspek mental diyakini sangat menentukan hasil akhir pertandingan. Sunderland memiliki keuntungan psikologis karena dukungan penuh publik Stadium of Light. Atmosfer kandang kerap memberi dorongan ekstra, terutama saat tim berada dalam tekanan hasil. Sebaliknya, Crystal Palace masih berusaha memulihkan kepercayaan diri setelah rentetan hasil buruk. Jika tekanan meningkat sejak awal laga, konsentrasi pemain tamu berpotensi kembali terganggu.
Oleh karena itu, laga ini diprediksi berakhir dengan skor Sunderland 1-0 Crystal Palace.






