Tekad Persija Jakarta menguat jelang putaran kedua BRI Super League 2025/26 setelah menutup paruh musim di posisi kompetitif. Macan Kemayoran mengakhiri 17 laga awal dengan menempati peringkat ketiga klasemen sementara berkat koleksi 35 poin. Oleh karena itu, meski belum sempurna, Persija tetap berada di jalur persaingan juara dan memiliki fondasi yang jelas untuk melangkah lebih jauh.
Konsistensi Persija di Paruh Musim
Sepanjang putaran pertama, Persija Jakarta menunjukkan performa yang relatif stabil. Tim asuhan Mauricio Souza mencatatkan 11 kemenangan, dua hasil imbang, dan empat kekalahan. Produktivitas 32 gol serta catatan kebobolan hanya 14 gol menegaskan keseimbangan antarlini.
Selain itu, Persija mampu menjaga ritme permainan dalam jadwal padat. Kehadiran pemain inti yang konsisten membuat transisi permainan berjalan lebih rapi. Karena itu, posisi di tiga besar bukan hasil kebetulan, melainkan buah dari kerja kolektif yang terjaga.
Namun demikian, putaran pertama juga menghadirkan beberapa momen krusial yang harus dievaluasi. Detail-detail kecil di laga besar masih menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa diabaikan.
Kekalahan Derbi Jadi Titik Refleksi
Penutup putaran pertama menghadirkan rasa pahit bagi Persija. Kekalahan 0-1 dari Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api menjadi pukulan emosional. Oleh karena itu, hasil tersebut langsung memicu evaluasi internal.
Dari sisi permainan, Persija sebenarnya tidak tampil buruk. Intensitas laga berjalan tinggi, dan peluang sempat tercipta. Namun, efektivitas menjadi pembeda yang menentukan hasil akhir.
Kekalahan ini menegaskan bahwa laga derbi membutuhkan ketajaman ekstra di momen krusial. Selain itu, pengelolaan emosi juga menjadi aspek penting agar fokus permainan tetap terjaga sepanjang 90 menit.
Mentalitas Bangkit dari Para Pemain
Striker Persija, Maxwell Souza, menegaskan timnya tidak ingin terjebak dalam kekecewaan. Menurutnya, putaran pertama harus dijadikan bahan pembelajaran untuk berkembang lebih baik.
Ia menekankan bahwa perjuangan belum selesai. Komitmen tim tetap sama, yakni menjaga konsistensi dan memperbaiki kekurangan. Oleh karena itu, fokus utama kini adalah kesiapan mental dan fisik memasuki fase berikutnya.
Sikap serupa ditunjukkan bek senior Jordi Amat. Pemain berpengalaman ini menilai Persija telah memberikan segalanya di laga derbi. Meski hasilnya menyakitkan, ia tetap bangga dengan etos kerja tim.
Menurut Jordi, proses perkembangan tim masih berjalan. Evaluasi diperlukan agar performa di laga-laga besar bisa lebih maksimal. Dukungan suporter juga dianggap menjadi energi tambahan yang sangat berarti.
Evaluasi Teknis dan Kedalaman Skuad
Putaran pertama memberi gambaran jelas soal kekuatan Persija. Lini pertahanan relatif solid, sementara lini depan cukup produktif. Namun, konsistensi di laga besar masih perlu ditingkatkan.
Selain itu, kedalaman skuad menjadi perhatian. Rotasi pemain harus dikelola lebih efektif agar performa tidak menurun saat jadwal padat. Oleh karena itu, peran pemain pelapis akan sangat menentukan di putaran kedua.
Manajemen dan tim pelatih juga terus memantau perkembangan bursa transfer paruh musim. Jika diperlukan, tambahan pemain di posisi tertentu bisa menjadi solusi untuk menjaga daya saing.
Fokus Menyambut Putaran Kedua
Memasuki putaran kedua, Persija langsung dihadapkan pada tantangan penting. Mereka dijadwalkan menjamu Madura United pada pekan ke-18 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 23 Januari 2026. Laga ini menjadi momentum awal untuk menunjukkan perubahan positif.
Target kemenangan dipatok sebagai harga mati. Tiga poin di laga perdana putaran kedua dinilai krusial untuk mengangkat kepercayaan diri pemain. Selain itu, hasil positif akan menjaga jarak dengan pesaing di papan atas.
Dukungan The Jakmania di kandang sendiri diharapkan memberi dorongan besar. Atmosfer SUGBK kerap menjadi faktor pembeda yang menguntungkan Persija.
Penutup
Persija Jakarta menatap putaran kedua BRI Super League 2025/26 dengan tekad kuat untuk tampil lebih matang. Evaluasi putaran pertama, pembenahan detail permainan, serta kekuatan mental menjadi modal penting. Oleh karena itu, jika konsistensi terjaga dan efektivitas meningkat, Macan Kemayoran memiliki peluang nyata untuk terus bersaing di jalur juara hingga akhir musim.
Selain aspek teknis, manajemen energi pemain juga akan menjadi faktor kunci. Jadwal padat menuntut rotasi yang tepat tanpa mengorbankan stabilitas tim. Jika keseimbangan ini terjaga, Persija berpeluang menjaga konsistensi hingga fase krusial kompetisi dan tetap berada dalam radar perebutan gelar.






