Hasil BRI Super League pada pekan ke-20 menghadirkan dua cerita penting dari papan bawah dan papan tengah. PSM Makassar sukses membawa pulang tiga poin usai menaklukkan PSBS Biak dengan skor 2-1. Sementara itu, Semen Padang meraih kemenangan dramatis lewat penalti menit akhir saat menjamu Persita Tangerang, hasil yang sangat berarti dalam persaingan zona degradasi BRI Super League.
Dua pertandingan ini sama-sama berjalan ketat dan ditentukan oleh efektivitas di momen krusial. Oleh karena itu, hasilnya memberi dampak langsung pada klasemen sementara, baik bagi tim yang memburu posisi aman maupun mereka yang berusaha menjaga peluang di papan atas.
PSM Makassar Tampil Efektif di Markas PSBS Biak
Laga di Stadion Maguwoharjo berlangsung dengan tempo tinggi sejak awal. PSM memilih bermain rapi dan menunggu celah, sementara PSBS Biak mencoba menekan lewat lebar lapangan. Karena disiplin organisasi, tim tamu mampu mengendalikan ritme.
Keunggulan PSM lahir di babak pertama melalui aksi Rizky Eka. Winger tersebut memaksimalkan umpan Victor Luiz dengan penyelesaian terukur. Gol ini memberi ketenangan bagi Juku Eja untuk menjaga struktur hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, PSM meningkatkan intensitas. Hasilnya terlihat pada menit ke-54 ketika Glenson Paixiao menggandakan keunggulan setelah menerima suplai Yuran Fernandes. Selain itu, transisi bertahan ke menyerang berjalan efisien.
PSBS Biak tak menyerah begitu saja. Tuan rumah menaikkan tempo dan memperkecil ketertinggalan lewat Ruyery Blanco pada menit ke-80. Namun, hingga peluit akhir berbunyi, upaya menyamakan kedudukan tidak membuahkan hasil.
Kemenangan ini memperlihatkan kedewasaan PSM dalam mengelola laga tandang. Oleh karena itu, tiga poin tersebut menjadi modal penting untuk menjaga posisi di papan tengah klasemen.
Semen Padang Menang Dramatis lewat Penalti Menit Akhir
Di Stadion H. Agus Salim, Semen Padang tampil dominan sejak menit awal. Serangan dibangun secara sabar melalui lini tengah, namun penyelesaian akhir menjadi kendala di babak pertama. Beberapa peluang dari Kianz Froese belum menemui sasaran.
Persita Tangerang juga memberi perlawanan seimbang. Tim tamu berani keluar menyerang dan memanfaatkan situasi bola mati. Karena solidnya pertahanan tuan rumah, skor tetap bertahan tanpa gol hingga jeda.
Babak kedua berjalan semakin ketat. Kedua tim saling menekan, tetapi akurasi tembakan masih menjadi masalah. Persita nyaris mencetak gol lewat kemelut sepak sudut pada menit ke-85, namun berhasil digagalkan lini belakang Semen Padang.
Ketika laga tampak berakhir imbang, momen penentu hadir di menit-menit akhir. Diego Mauricio dijatuhkan di kotak penalti. Eksekusi yang tenang memastikan bola bersarang di gawang Persita dan mengunci kemenangan Semen Padang.
Gol penalti tersebut bukan sekadar penentu laga. Selain itu, hasil ini memberi dorongan moral besar bagi Kabau Sirah dalam perjuangan keluar dari zona bawah.
Dampak Langsung ke Klasemen Sementara
Hasil di Biak dan Padang langsung mengubah peta persaingan. Semen Padang kini mengoleksi 15 poin dan memperkecil jarak dengan PSBS Biak. Oleh karena itu, tekanan di zona degradasi semakin terasa.
Di sisi lain, kekalahan membuat PSBS Biak gagal menjauh dari area rawan. Konsistensi menjadi pekerjaan rumah utama, terutama dalam menjaga fokus pada menit akhir laga. Jika tren ini berlanjut, posisi aman akan sulit dipertahankan.
Bagi Persita Tangerang, kekalahan ini menahan langkah di papan atas. Meski masih berada di peringkat keenam, kehilangan poin membuat jarak dengan empat besar melebar. Karena itu, evaluasi penyelesaian akhir menjadi prioritas.
Sementara itu, PSM Makassar memperlihatkan stabilitas yang dibutuhkan untuk bersaing di papan tengah. Efektivitas serangan dan ketenangan bertahan menjadi faktor kunci kemenangan tandang tersebut.
Evaluasi dan Tantangan Pekan Berikutnya
Kedua laga menegaskan pentingnya detail kecil di BRI Super League. Gol-gol yang tercipta lahir dari momen singkat, bukan dominasi mutlak. Oleh karena itu, konsistensi fokus menjadi penentu hasil.
PSM perlu menjaga momentum dengan rotasi tepat agar stamina tetap terjaga. Selain itu, PSBS Biak harus memperbaiki transisi bertahan demi menghindari kebobolan krusial.
Semen Padang mendapatkan suntikan kepercayaan diri, namun pekerjaan belum selesai. Jadwal berikutnya menuntut konsistensi performa, terutama di lini depan. Sementara Persita harus segera bangkit agar tidak tertinggal dalam perburuan posisi atas.
Dengan persaingan yang kian ketat, setiap poin memiliki nilai besar. Pekan ke-20 menjadi pengingat bahwa satu momen dapat mengubah arah musim bagi banyak tim.






