PSM Makassar menghadapi ujian berat dalam lanjutan BRI Super League dengan menjamu Bali United di Stadion Gelora B.J. Habibie, Jumat (9/1) malam. Laga ini menjadi penentu untuk menghentikan tren negatif yang sedang melanda skuad asuhan Tomas Trucha. Di sisi lain, Bali United datang dengan kepercayaan diri tinggi dan catatan positif yang mengesankan.
Tekanan Tinggi di Pundak PSM Makassar
PSM sedang mengalami masa sulit dengan tiga kekalahan beruntun. Mereka takluk dari Malut United, Persib Bandung, dan Borneo FC. Hasil buruk ini membuat posisi mereka di klasemen terjebak di zona tengah.
Yang terpenting, kekalahan-kekalahan itu terjadi meski penampilan tim tidak terlalu buruk. PSM menunjukkan pertahanan yang cukup solid melawan tim-tim papan atas. Masalah utamanya justru terletak pada efektivitas di lini serang.
Juku Eja kesulitan mencetak gol dalam beberapa laga terakhir. Mereka hanya menghasilkan satu gol dari tiga pertandingan tersebut. Krisis finisher menjadi momok yang harus segera diatasi oleh pelatih Tomas Trucha.
Selain itu, mereka harus bermain tanpa bek kunci Victor Luiz. Pemain asal Brasil itu absen karena akumulasi kartu. Kehilangan pemain penting ini bisa memperparah situasi defensif mereka.
Momentum Positif Membawa Bali United
Bali United berada dalam kondisi yang sangat berlawanan. Serdadu Tridatu tidak terkalahkan dalam lima laga terakhir di liga. Mereka meraih tiga kemenangan dan dua hasil imbang dalam periode tersebut.
Catatan pertahanan mereka sangatlah gemilang. Kiper Mike Hauptmeijer menjaga gawangnya tetap bersih dalam lima pertandingan beruntun. Ini menjadi fondasi utama kesuksesan tim asuhan Johnny Jansen.
Duet bek tengah Joao Ferarri dan Kadek Arel tampil sangat solid. Mereka berhasil menetralisir berbagai ancaman dari penyerang lawan. Kestabilan lini belakang ini memberikan platform yang aman bagi pemain depan.
Di lini tengah, Tim Receveur dan Jordy Bruijn mengontrol permainan dengan baik. Mereka juga memberikan dukungan kreatif yang cukup bagi penyerang Boris Kopitovic. Kombinasi ini membuat Bali United menjadi tim yang seimbang.
Analisis Kekuatan dan Kelemahan Kedua Tim
PSM Makassar masih memiliki beberapa aset berharga meski dalam kondisi sulit. Striker Alex Tanque memiliki fisik yang ideal untuk menjadi target man. Ia membutuhkan suplai bola yang lebih baik dari lini tengah.
Gelandang kreatif seperti Savio Roberto bisa menjadi pembeda. Kemampuannya membaca permainan dan mengumpan akurat perlu dimanfaatkan maksimal. Sayap seperti Jacques Themopele juga punya kecepatan yang mengancam.
Namun, masalah terbesar PSM adalah konsistensi. Mereka sering tampil bagus di babak pertama tetapi kehilangan konsentrasi di babak kedua. Mentalitas tim perlu ditingkatkan untuk bertahan di bawah tekanan.
Bali United, di sisi lain, menunjukkan kedisiplinan taktik yang tinggi. Mereka jarang melakukan kesalahan individu yang fatal. Setiap pemain memahami perannya dengan sempurna dalam sistem pelatih Jansen.
Kelebihan mereka adalah kemampuan menjaga kedalaman pertahanan. Garis pertahanan yang rapat menyulitkan lawan untuk menciptakan peluang berbahaya. Dari situ, mereka bisa melancarkan serangan balik yang mematikan.
Rekor Pertemuan dan Statistik Penentu
Dalam lima pertemuan terakhir, Bali United mendominasi hasil pertandingan. Mereka meraih tiga kemenangan, sementara dua laga lainnya berakhir imbang. PSM bahkan belum sekali pun menang dalam kurun waktu tersebut.
Yang menarik, pertandingan antara kedua tim cenderung ketat dan minim gol. Tiga dari lima pertemuan terakhir berakhir dengan skor 1-0 atau 0-0. Hal ini menunjukkan bahwa pertarungan biasanya ditentukan oleh detail kecil.
PSM memiliki kelemahan khusus dalam mencetak gol melawan Bali United. Mereka hanya mencetak empat gol dalam lima pertemuan terakhir. Efisiensi di depan gawang menjadi kunci jika ingin mematahkan tren negatif ini.
Bali United justru menunjukkan efisiensi yang baik. Mereka memanfaatkan peluang yang sedikit dengan maksimal. Kemampuan set piece juga menjadi senjata yang sering mereka gunakan untuk mencetak gol.
Prediksi Susunan Pemain dan Taktik
PSM Makassar diperkirakan tetap menggunakan formasi 4-2-3-1. Hilmansyah akan menjaga gawang dengan dibela empat pemain belakang. Ananda Raehan dan Gledson Paixao mengisi lini tengah sebagai double pivot.
Tiga gelandang serang di belakang Alex Tanque akan menjadi motor kreatif. Mereka harus lebih agresif dalam menciptakan peluang. Pergerakan tanpa bola juga perlu ditingkatkan untuk membongkar pertahanan lawan.
Bali United kemungkinan akan mempertahankan formasi 4-2-3-1 yang sukses. Hauptmeijer di bawah mistar gawang dilindungi oleh empat pemain belakang. Duet Receveur dan Kadek Agung akan mengisi lini tengah.
Trio penyerang di belakang Boris Kopitovic memiliki tugas spesifik. Mereka harus membantu pertahanan sekaligus menjadi penghubung dengan striker utama. Transisi dari bertahan ke menyerang harus dilakukan dengan cepat.
Implikasi Hasil Pertandingan bagi Klasemen
Kemenangan sangat penting bagi PSM untuk kembali ke jalur yang benar. Mereka bisa naik beberapa peringkat sekaligus mendapatkan kepercayaan diri. Kekalahan justru akan memperpanjang krisis dan meningkatkan tekanan.
Bali United berpeluang memperkuat posisi mereka di papan atas dengan kemenangan. Mereka bisa mendekatkan diri pada posisi tiga besar klasemen. Hasil positif juga akan memperpanjang catatan positif mereka.
Hasil imbang mungkin kurang memuaskan bagi kedua tim. Namun, itu bisa menjadi hasil yang realistis mengingat karakteristik pertemuan mereka. Poin tunggal tetap lebih baik daripada kekalahan bagi PSM.






