Pratama Arhan naik meja operasi untuk mengatasi cedera meniskus lutut kanan dan dipastikan absen membela Timnas Indonesia di FIFA Series Maret 2026. Bek kiri andalan Skuad Garuda itu menjalani tindakan medis setelah mengalami gangguan pada lutut yang menghambat aktivitasnya bersama klub.
Kabar tersebut diumumkan oleh Bangkok United melalui akun resmi klub pada Selasa (24/2/2026). Dalam pernyataannya, klub memastikan bahwa pemain berusia 24 tahun itu telah menjalani prosedur operasi dan kini memasuki fase pemulihan.
Cedera ini menjadi pukulan bagi Arhan dan tim nasional. Pasalnya, FIFA Series Maret 2026 akan menjadi agenda penting bagi Indonesia dalam rangka persiapan jangka panjang. Oleh karena itu, absennya Arhan memaksa staf pelatih menyiapkan opsi lain di posisi bek kiri.
Operasi Meniskus di Bangkok Berjalan Lancar
Dalam keterangan resminya, Bangkok United menjelaskan bahwa Arhan mengalami masalah pada meniskus lutut kanannya. Tindakan bedah dilakukan di Rumah Sakit Samitivej Sukhumvit, Bangkok.
Operasi tersebut berada di bawah pengawasan spesialis ortopedi, Assoc. Prof. Dr. Chatchai Phukanchanamorakot. Klub menegaskan bahwa prosedur berjalan lancar tanpa komplikasi berarti.
Setelah tindakan selesai, Arhan langsung diarahkan menjalani rehabilitasi. Tahapan ini menjadi krusial untuk memastikan pemulihan berjalan optimal. Klub berharap sang pemain dapat kembali memperkuat tim secepat mungkin.
Bangkok United juga menyampaikan apresiasi kepada pihak rumah sakit. Mereka menilai dukungan medis yang diberikan selama ini sangat membantu kondisi para pemain. Pernyataan tersebut menunjukkan keseriusan klub dalam menjaga kebugaran skuad.
Yang terpenting, keberhasilan operasi memberi harapan positif. Fokus kini beralih pada program pemulihan agar Arhan kembali dalam kondisi terbaik.
Dampak bagi Bangkok United dan Thai League
Cedera meniskus biasanya membutuhkan waktu pemulihan beberapa bulan. Dengan demikian, Arhan berpotensi menepi hingga akhir musim Thai League 1 2025/26. Situasi ini tentu memengaruhi rotasi di sektor bek kiri Bangkok United.
Peran Arhan cukup penting dalam skema permainan tim. Ia dikenal aktif membantu serangan dan memiliki kemampuan lemparan ke dalam jarak jauh. Absennya pemain tersebut membuat tim harus menyesuaikan strategi.
Selain itu, persaingan di papan atas Thai League menuntut konsistensi. Kehilangan satu pemain inti dapat memengaruhi stabilitas lini pertahanan. Oleh karena itu, pelatih harus mencari solusi internal atau memaksimalkan pemain cadangan.
Arhan sendiri belum lama ini beradaptasi dengan atmosfer kompetisi Thailand. Cedera datang di saat ia berupaya menjaga performa reguler. Meski demikian, proses pemulihan menjadi prioritas utama.
Dalam konteks jangka panjang, manajemen tentu berharap tidak ada risiko kambuh. Rehabilitasi yang tepat akan menentukan kualitas comeback sang pemain.
Absen di FIFA Series Maret 2026
Cedera ini membuat Arhan dipastikan absen di FIFA Series Maret 2026. Agenda tersebut akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Turnamen ini menjadi bagian dari program evaluasi dan pembentukan tim nasional.
Absennya Arhan menambah daftar pemain abroad yang menjalani operasi. Sebelumnya, Marselino Ferdinan dan Asnawi Mangkualam juga lebih dulu naik meja operasi. Situasi ini menjadi perhatian tersendiri bagi tim pelatih.
Arhan belum lagi memperkuat Timnas Indonesia sejak Desember 2024. Cedera kali ini memperpanjang masa absen tersebut. Oleh sebab itu, peluangnya tampil dalam waktu dekat semakin kecil.
Bagi tim nasional, posisi bek kiri tetap krusial. Pelatih harus mencari alternatif yang mampu menjaga keseimbangan pertahanan dan serangan. Selain itu, komunikasi antarpemain di lini belakang perlu diperkuat.
Kondisi ini juga menjadi pengingat pentingnya manajemen kebugaran pemain. Kompetisi domestik dan internasional yang padat meningkatkan risiko cedera. Oleh karena itu, koordinasi antara klub dan federasi sangat dibutuhkan.
Meski harus menepi, Arhan menunjukkan tekad untuk kembali lebih kuat. Dukungan klub dan tim medis menjadi faktor penting dalam proses rehabilitasi. Fokus utama kini adalah pemulihan total tanpa tergesa-gesa.
Dalam situasi seperti ini, kesabaran menjadi kunci. Proses penyembuhan meniskus membutuhkan waktu dan disiplin latihan. Jika semua berjalan sesuai rencana, Arhan berpeluang kembali memperkuat klub dan negara dalam kondisi prima.
Kabar operasi ini memang menjadi pukulan bagi penggemar. Namun, langkah medis yang cepat dan terarah memberi optimisme. Yang terpenting, keselamatan dan kesehatan pemain tetap menjadi prioritas utama.






