Tuesday, February 10, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga InggrisPerbandingan Gelandang Incaran Manchester United, Mencari Partner Ideal Kobbie Mainoo Musim Depan

Perbandingan Gelandang Incaran Manchester United, Mencari Partner Ideal Kobbie Mainoo Musim Depan

Gelandang incaran Manchester United mulai menjadi pembahasan utama jelang bursa transfer musim panas. Setan Merah bersiap menghadapi perubahan besar di lini tengah setelah Casemiro dipastikan hengkang. Oleh karena itu, manajemen kini memetakan opsi terbaik untuk membangun poros baru bersama Kobbie Mainoo.

Kepergian Casemiro akan meninggalkan lubang penting di jantung permainan. Meski kontribusinya musim ini masih tergolong solid, United tidak bisa menunda regenerasi. Yang terpenting, klub harus menemukan gelandang yang mampu menjaga keseimbangan permainan dalam jangka panjang.

- Advertisement -
asia9QQ

Mainoo Bukan Pengganti Casemiro

Kobbie Mainoo telah berkembang menjadi figur sentral di lini tengah Manchester United. Namun, karakter permainannya berbeda jauh dari Casemiro. Mainoo lebih berperan sebagai penghubung permainan dibanding pemutus serangan.

Gelandang muda ini unggul dalam kontrol bola dan kecerdasan posisi. Ia nyaman membawa bola keluar dari tekanan dan menjaga ritme permainan tetap stabil. Namun, Mainoo tidak dikenal sebagai spesialis duel atau tekel keras.

Karena itu, United tidak mencari pengganti langsung Casemiro. Sebaliknya, klub membutuhkan partner yang bisa melengkapi Mainoo. Sosok tersebut harus kuat secara defensif, tetapi tetap mampu berkontribusi dalam fase build-up.

Sandro Tonali, Opsi Paling Matang

Nama Sandro Tonali menjadi kandidat terdepan. Gelandang Newcastle United ini menawarkan kombinasi pengalaman dan kecerdasan taktis. Ia sudah terbiasa bermain di level tertinggi, baik di Serie A maupun Premier League.

Tonali memiliki disiplin posisi yang mendekati Casemiro. Selain itu, ia juga cukup nyaman membawa bola seperti Mainoo. Namun, kontribusinya di sepertiga akhir lapangan terbilang minim.

Kendala utama ada pada konteks transfer. Newcastle bukan hanya rival langsung, tetapi juga berpotensi mematok harga tinggi. Selain itu, Tonali lebih sering bermain dalam trio gelandang, sementara United cenderung memakai double pivot.

Elliot Anderson, Energi dan Intensitas

Opsi berikutnya adalah Elliot Anderson dari Nottingham Forest. Anderson dikenal sebagai gelandang pekerja keras dengan kontribusi defensif menonjol. Ia mencatat angka tekel per 90 menit tertinggi di antara kandidat lain.

Statistik tersebut perlu dilihat secara kontekstual. Forest kerap berada di bawah tekanan, sehingga Anderson lebih sering bertahan. Meski begitu, agresivitasnya tetap menjadi nilai tambah.

Selain bertahan, Anderson juga cukup efektif saat transisi. Ia mampu membawa bola ke depan dengan cepat setelah merebut penguasaan. Jika Forest terdegradasi, opsi ini dinilai realistis dan ekonomis.

Adam Wharton, Distributor Progresif

Berbeda dengan Anderson, Adam Wharton menawarkan keunggulan distribusi. Gelandang Crystal Palace ini dikenal berani mengirim umpan progresif. Ia sering memecah garis pertahanan lawan dari area tengah.

Wharton tidak menonjol dalam statistik gol atau assist. Namun, perannya sangat penting dalam membuka ruang. Ia juga nyaman bermain dalam sistem dua gelandang.

Risiko utama ada pada gaya bermainnya yang berani. Wharton cukup sering kehilangan bola. Meski demikian, dengan struktur tim yang lebih kuat, potensi kontribusinya bisa meningkat signifikan.

Carlos Baleba, Potensi Besar Jangka Panjang

Nama Carlos Baleba sempat digadang-gadang sebagai gelandang masa depan bernilai tinggi. Pemain Brighton & Hove Albion ini memiliki paket lengkap secara fisik dan teknis.

Baleba kuat dalam duel, piawai membawa bola, serta memiliki akurasi umpan yang baik. Data musim sebelumnya menunjukkan konsistensi yang menjanjikan. Namun, performanya belakangan menurun akibat inkonsistensi tim dan faktor eksternal.

Jika United mampu memoles ulang performanya, Baleba bisa menjadi investasi jangka panjang ideal. Profilnya sangat cocok mendampingi Mainoo dalam beberapa musim ke depan.

Joao Gomes, Alternatif dari Zona Bawah

Opsi terakhir datang dari Joao Gomes milik Wolverhampton Wanderers. Jika Wolves terdegradasi, peluang transfernya akan terbuka lebar.

Gomes unggul dalam duel dan agresif saat bertahan. Ia dikenal tidak ragu melakukan tekanan tinggi. Namun, kontribusinya dalam membangun serangan masih terbatas.

Meski begitu, Gomes bisa menjadi solusi pragmatis. Ia cocok jika United menginginkan gelandang bertipe penghancur dengan harga relatif terjangkau. Perannya akan lebih fokus menjaga keseimbangan.

Menentukan Profil Paling Tepat

Dengan banyaknya opsi, tantangan utama United bukan sekadar mendatangkan nama besar. Klub harus memilih profil paling sesuai dengan kebutuhan tim. Keseimbangan antara pengalaman, mobilitas, dan kecocokan sistem menjadi kunci.

Michael Carrick sempat menutup sebagian masalah dengan mengoptimalkan peran Mainoo dan Bruno Fernandes. Namun, solusi tersebut belum cukup untuk jangka panjang. Kehadiran gelandang baru menjadi fondasi proyek berikutnya.

Musim panas ini akan menentukan arah baru Manchester United. Lini tengah menjadi titik awal pembenahan. Siapa pun yang datang, ia harus mampu melengkapi Mainoo dan mengisi kekosongan yang ditinggalkan Casemiro.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments