Persija Jakarta menutup jeda kompetisi dengan hasil meyakinkan. Dalam laga pekan ke-14 BRI Super League 2025/26, Macan Kemayoran mengalahkan PSIM Yogyakarta dengan skor 2-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat 28 November 2025. Most importantly, kemenangan tersebut membuat Persija semakin mantap bertahan di posisi kedua klasemen sementara.
Persija Menang dan Mantapkan Posisi Papan Atas
Dua gol kemenangan Persija lahir dari Maxwell Souza pada menit ke-76 dan Allano Lima di masa injury time. Gol-gol itu menunjukkan kedalaman skuad yang semakin solid di bawah Mauricio Souza. Selain itu, kemenangan ini juga menjadi penutup ideal sebelum jeda panjang kompetisi.
Persija kini mengoleksi 29 poin dari 13 pertandingan. Mereka masih tertinggal empat poin dari Borneo FC yang berada di puncak klasemen. Karena Borneo FC masih memiliki dua laga tunda, Persija harus menjaga konsistensi setelah kompetisi kembali berjalan.
Walaupun tertinggal cukup jauh, peluang Persija untuk mengejar tetap terbuka. Besides that, performa mereka dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan peningkatan signifikan.
Kompetisi Libur Hampir Sebulan untuk SEA Games
Setelah pekan ke-14, BRI Super League memasuki masa jeda hampir sebulan. Kompetisi dihentikan sementara karena Timnas Indonesia U-22 akan bertanding di SEA Games 2025 pada 3–20 Desember. Jeda ini membuat klub-klub memiliki waktu untuk istirahat dan mengevaluasi performa mereka.
Dalam jadwal resmi, Persija baru akan kembali bertanding pada pekan ke-18. Lawan pertama mereka usai jeda adalah Semen Padang di Stadion Haji Agus Salim. Karena laga tersebut baru digelar beberapa minggu setelah libur, para pemain mendapatkan ruang untuk beristirahat.
Selain itu, klub juga bisa memanfaatkan waktu jeda untuk memulihkan kondisi pemain yang sebelumnya cedera. Therefore, libur kompetisi bukan hanya kesempatan istirahat, tetapi juga waktu persiapan ulang.
Mauricio Souza: “Saya Mau Bertemu Keluarga”
Di tengah jeda ini, pelatih Persija, Mauricio Souza, menyampaikan pernyataan yang cukup menarik. Ia mengaku enggan bertemu dengan para pemainnya selama masa liburan ini. Pernyataan tersebut ia sampaikan sambil berkelakar kepada wartawan.
Menurutnya, ia berencana kembali ke Brasil untuk bertemu keluarganya. Latihan intens dan jadwal padat membuatnya membutuhkan waktu untuk pulang kampung. Selain itu, ia ingin fokus menghabiskan waktu bersama keluarga sebelum kembali menjalani kompetisi yang lebih berat.
“Sekarang saya sedang tidak mau ketemu pemain. Saya mau bertemu keluarga. Terserah mereka mau ke mana sekarang, yang penting bilang ke saya,” ujar Souza sambil tersenyum.
Pernyataan tersebut tentu mengundang tawa, namun tetap mencerminkan kebutuhan emosional seorang pelatih.
Kebebasan untuk Pemain Saat Libur
Souza tidak hanya memberi ruang untuk dirinya sendiri. Ia juga memberi kebebasan bagi para pemain untuk berlibur, terutama mereka yang berasal dari luar negeri. Beberapa pemain asing disebut tidak membawa keluarganya ke Jakarta. Because alasan tersebut, Souza memahami kebutuhan mereka untuk pulang dan menghabiskan waktu bersama orang terdekat.
Menurutnya, liburan ini menjadi momen penting untuk menjaga stabilitas psikologis para pemain. Selain itu, istirahat yang cukup dapat membantu mereka kembali lebih bugar dan fokus ketika kompetisi berjalan lagi.
“Setelah bertemu lagi, mereka harus kembali fokus. Ada pemain yang tidak membawa keluarganya, dan pulang kampung itu bagus untuk mereka,” tutur Souza menambahkan.
Kebijakan ini menunjukkan pendekatan manusiawi sang pelatih. Selain mengatur strategi di lapangan, ia juga memahami kondisi mental pemainnya.
Persiapan Persija Setelah Jeda
Ketika libur berakhir, Souza berharap seluruh pemain kembali dalam kondisi fit. Jadwal setelah pekan ke-18 tidak akan mudah. Lawan berat seperti Borneo FC, Bali United, dan beberapa klub papan atas lain sudah menunggu.
Therefore, Persija harus menggunakan jeda ini secara bijak. Pemain harus menjaga kebugaran meski sedang berlibur. Klub juga perlu menyiapkan program pemulihan dan latihan ringan menjelang kembali berkompetisi.
Selain itu, jeda kompetisi juga memberi kesempatan bagi manajemen untuk mengevaluasi kekuatan tim. Mereka bisa mengidentifikasi sektor yang perlu diperkuat sebelum bursa transfer kembali dibuka.
Libur Panjang Sebagai Momentum Penting
Secara keseluruhan, masa libur hampir satu bulan ini menjadi ruang penting bagi Persija. Mereka mengakhiri periode pertama kompetisi dengan kemenangan. Selain itu, hubungan antara pelatih dan pemain tampak sehat karena adanya komunikasi yang jujur dan santai.
Most importantly, Persija masuk jeda dengan posisi kuat di papan atas. Dengan persiapan tepat setelah libur, peluang mengejar Borneo FC tetap terbuka. Therefore, konsistensi menjadi kunci utama Persija untuk bersaing di jalur juara musim ini.






