Thursday, January 8, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomePiala DuniaPelatih Nigeria Buat Klaim Aneh Usai Gagal ke Piala Dunia 2026: Tuduhan...

Pelatih Nigeria Buat Klaim Aneh Usai Gagal ke Piala Dunia 2026: Tuduhan Voodoo yang Memicu Kekacauan

Timnas Nigeria harus menerima kenyataan pahit setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Mereka kalah dalam drama adu penalti melawan Republik Demokratik Kongo pada final playoff. Kekalahan itu terasa lebih menyakitkan karena Nigeria sempat unggul terlebih dahulu lewat gol Frank Onyeka. Karena itu, banyak pendukung Super Eagles sulit menahan kekecewaan.

Selain hasil buruk, perhatian publik tertuju pada sesuatu yang jauh lebih kontroversial. Pelatih Nigeria, Eric Chelle, membuat klaim mengejutkan setelah pertandingan berakhir. Ia menuduh staf DR Kongo memakai praktik ilmu hitam atau voodoo sepanjang sesi penalti. Tuduhan tersebut langsung memicu kegaduhan dan mengubah suasana pertandingan menjadi kacau.

- Advertisement -
asia9QQ

Klaim Mystis dari Eric Chelle

Saat Chancel Mbemba mencetak penalti kemenangan, suasana di stadion berubah tegang. Eric Chelle tiba-tiba berlari ke arah staf lawan dan melontarkan tuduhan keras. Ia menuduh mereka melakukan “maraboutage,” sebuah istilah yang merujuk pada praktik spiritual atau sihir tradisional yang biasa ditemukan di Afrika Utara dan Afrika Barat.

Selain itu, ia menyampaikan tuduhan itu dengan bahasa yang sangat tegas di konferensi pers. Ia mengatakan bahwa staf DR Kongo membawa jimat dan melakukan ritual tertentu saat para pemain Nigeria bersiap menendang penalti. Most importantly, ia mengklaim tindakan tersebut memengaruhi fokus para pemainnya.

Menurut Chelle, maraboutage adalah campuran intervensi spiritual dan penggunaan mantra. Because of this, ia merasa hal itu tidak pantas dilakukan dalam pertandingan sepak bola internasional. Tuduhan tersebut segera menjadi sorotan media dan memicu perdebatan mengenai batas antara kepercayaan budaya dan etika olahraga modern.

Tuduhan Tambahan di Mixed Zone

Setelah menyampaikan klaim di konferensi pers, Eric Chelle belum berhenti. Di mixed zone, ia kembali menjelaskan detail momen yang dianggapnya sebagai bukti ritual. Ia merasa staf DR Kongo melakukan gerakan tertentu setiap kali pemain Nigeria mengambil ancang-ancang untuk menendang penalti.

Ia bahkan mengatakan bahwa gerakan yang dilakukan lawan terlihat seperti upaya mengalihkan konsentrasi. Besides that, ia menilai momen tersebut selalu terjadi tepat sebelum pemain Nigeria melepaskan tendangannya.

“Selama semua penalti, orang-orang dari Kongo melakukan voodoo setiap saat,” ujar Chelle. Kalimat itu membuat situasi semakin panas, tidak hanya di antara staf pelatih, tetapi juga di antara para pendukung kedua negara.

Meskipun demikian, tidak ada bukti visual yang memperkuat klaim tersebut. Oleh karena itu, tuduhan Chelle memunculkan berbagai pandangan. Sebagian pihak menilai pernyataan tersebut hanyalah ledakan emosi dari pelatih yang gagal membawa timnya lolos. Namun sebagian lain menganggap ada kemungkinan budaya tertentu berperan dalam situasi tersebut.

Konflik di Lapangan Akibat Emosi Memuncak

Setelah pertandingan berakhir, suasana lapangan semakin tidak terkendali. Eric Chelle terlihat marah dan mulai berkonfrontasi dengan staf DR Kongo. Ia harus ditarik oleh stafnya sendiri agar tidak memicu keributan yang lebih besar.

Dalam penjelasannya, Chelle mengatakan bahwa tindak-tanduk staf DR Kongo membuatnya kehilangan ketenangan. Ia merasa ada sikap provokatif yang dilakukan lawan. Because of that, ia mengaku tidak bisa menahan diri.

Ia mengungkapkan bahwa ritual-ritual tersebut membuat pikirannya kacau. “Inilah sebabnya saya sedikit gugup setelah dia,” ucap Chelle. Kalimat itu menggambarkan betapa besarnya tekanan yang ia rasakan pada momen itu.

Nigeria Kehilangan Tiket Piala Dunia dengan Cara Mengecewakan

Di balik semua kekacauan, kegagalan ke Piala Dunia tetap menjadi sumber kepedihan terbesar bagi Nigeria. Mereka memiliki peluang besar untuk menang setelah unggul lebih dulu. Namun DR Kongo mampu menyamakan kedudukan dan bertahan hingga adu penalti.

Oleh karena itu, banyak pihak menilai masalah utama bukanlah voodoo atau ritual tertentu. Sebaliknya, performa Nigeria yang tidak stabil dianggap sebagai penyebab utama kegagalan. Para pemain terlihat gugup saat adu penalti, sementara DR Kongo tampil lebih tenang.

Selain itu, sorotan terhadap Eric Chelle semakin tajam karena ia dianggap terlalu larut dalam teori non-teknis. Para penggemar berharap fokus tim tetap berada pada aspek permainan, bukan pada isu mistis.

Panggung Internasional Kehilangan Nama-Nama Besar

Kegagalan ini menambah daftar panjang bintang-bintang top yang tak tampil di Piala Dunia 2026. Sebelumnya, beberapa pemain terkenal juga harus mengubur mimpi mereka. Oleh karenanya, absennya Nigeria semakin memperbesar rasa kehilangan bagi para penikmat sepak bola Afrika.

Dengan situasi tersebut, federasi Nigeria kemungkinan akan mengevaluasi masa depan Eric Chelle. Mereka ingin memastikan persiapan tim lebih baik untuk kompetisi berikutnya tanpa gangguan isu-isu yang tidak relevan dengan taktik dan performa.

Pada akhirnya, apa pun yang terjadi, klaim Chelle tentang voodoo akan terus menjadi perdebatan. Sebagian akan menganggapnya bumbu dalam dunia olahraga. Namun sebagian lain melihatnya sebagai contoh ekstrem tekanan besar dalam sebuah pertandingan.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments