Niat pangkas rambut 500 hari kembali tertunda setelah Man United hanya bermain imbang melawan West Ham United di ajang Premier League. Duel di London Stadium, Rabu (11/2/2026) dini hari WIB, berakhir 1-1 dan memupus harapan seorang suporter fanatik, Frank Ilett.
Ilett sebelumnya bernazar tidak akan memotong rambut hingga Manchester United meraih lima kemenangan beruntun di liga. Janji itu ia ucapkan pada Oktober 2024. Sejak saat itu, rambutnya dibiarkan tumbuh tanpa tersentuh gunting.
Di bawah arahan pelatih interim Michael Carrick, Setan Merah sempat mendekati target tersebut. Empat kemenangan beruntun berhasil diraih sebelum laga kontra West Ham. Oleh karena itu, satu kemenangan lagi sudah cukup untuk mengakhiri nazar panjang tersebut.
Momen Penentuan Berakhir Pahit
Harapan besar mengiringi laga di London. Ilett bahkan menyiarkan langsung momen penentuan melalui sesi watch-along di media sosial. Lebih dari 150 ribu penonton mengikuti siaran itu secara daring.
Jumlah pemirsa sempat melonjak hingga 265 ribu saat pertandingan usai. Di depan kamera, alat cukur sudah disiapkan. Suasana terasa seperti pesta kecil yang menunggu hasil akhir.
Namun, gol Tomas Soucek pada menit ke-50 mengubah situasi. Ekspresi optimistis Ilett perlahan memudar. Tekanan meningkat seiring waktu yang terus berjalan.
Sempat muncul harapan saat Casemiro mencetak gol penyeimbang. Akan tetapi, VAR menganulir gol tersebut karena pelanggaran sebelumnya. Keputusan itu membuat suasana kembali hening.
Ketegangan memuncak ketika Benjamin Sesko mencetak gol pada masa injury time. Sayangnya, waktu tidak cukup untuk menambah gol kemenangan. West Ham mampu mempertahankan skor imbang hingga peluit akhir berbunyi.
Di akhir laga, Ilett menutup wajahnya dengan kedua tangan. Ia menggoyangkan rambut afro panjangnya sambil menyatakan komitmennya belum berakhir. “Saya sudah terlalu jauh untuk menyerah,” ucapnya tegas.
Rambut Tumbuh, Popularitas Meningkat
Sejak terakhir memotong rambut pada Oktober 2024, rambut Ilett telah tumbuh lebih dari 25 sentimeter. Dalam 500 hari terakhir, perubahan itu terlihat jelas. Panjangnya kini mendekati dua tahun tanpa sentuhan barber.
Penampilan unik tersebut membuatnya viral di media sosial. Banyak pengguna mengikuti perjalanan nazarnya. Popularitasnya meningkat seiring tren kemenangan Manchester United.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa ketenaran tidak otomatis menghasilkan kekayaan. Dalam wawancara dengan media Inggris, Ilett menyebut dirinya bukan jutawan. Menurutnya, motivasi awal bukanlah uang, melainkan dukungan total kepada klub.
Selain aspek finansial, ada dampak lain yang mulai terasa. Rambut panjangnya kini mengganggu pandangan. Ia mengaku kesulitan melihat dengan jelas, meski terbantu bingkai kacamata.
Situasi itu membuatnya menyadari bahwa rambut tersebut memang harus segera dipotong. Namun, nazar tetap menjadi prioritas. Oleh karena itu, ia memilih menunggu hingga tim kesayangannya benar-benar mencatat lima kemenangan beruntun.
Manchester United Harus Mengulang Lagi
Hasil imbang di London memaksa Manchester United mengulang misi lima kemenangan beruntun. Rangkaian positif terhenti di angka empat. Konsistensi kembali menjadi tantangan utama bagi tim asuhan Carrick.
Selanjutnya, Setan Merah dijadwalkan bertandang ke markas Everton. Laga itu menjadi peluang baru untuk memulai tren kemenangan berikutnya. Terpenting, tim harus menjaga fokus sejak awal pertandingan.
Performa melawan West Ham menunjukkan masih ada pekerjaan rumah. Selain efektivitas serangan, stabilitas permainan sepanjang 90 menit perlu diperbaiki. Tanpa konsistensi, target beruntun sulit tercapai.
Bagi Ilett, perjalanan rambutnya masih berlanjut. Setiap laga kini terasa seperti babak baru dalam kisah unik tersebut. Pertanyaan yang muncul bukan hanya kapan Manchester United mencatat lima kemenangan, tetapi juga seberapa panjang lagi rambut itu akan tumbuh.
Cerita ini mencerminkan loyalitas suporter yang total. Dukungan tidak selalu hadir di stadion, tetapi juga melalui komitmen pribadi. Meski tampak sederhana, nazar tersebut menjadi simbol harapan yang terus menyala.






