Tuesday, February 10, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga InggrisNazar Rambut Panjang Fans Manchester United Jadi Viral, Ini Faktanya

Nazar Rambut Panjang Fans Manchester United Jadi Viral, Ini Faktanya

Fans Manchester United viral kembali mencuri perhatian publik Inggris jelang laga krusial Premier League. Seorang suporter garis keras bernama Frank Ilett mendadak menjadi sorotan setelah hampir 16 bulan tidak memotong rambutnya. Aksi tersebut ia lakukan demi menepati sebuah nazar unik yang berkaitan langsung dengan performa klub kesayangannya.

Frank, yang dikenal luas di media sosial dengan julukan United Strand, memulai tantangan itu pada Oktober 2024. Saat itu, ia berjanji tidak akan memotong rambut hingga Manchester United mampu mencatatkan lima kemenangan beruntun. Janji sederhana tersebut berubah menjadi perjalanan panjang karena performa tim yang tidak stabil.

- Advertisement -
asia9QQ

Nazar Panjang di Tengah Inkonsistensi MU

Nazar Frank dimulai pada era Erik ten Hag. Namun, dalam kurun waktu hampir satu tahun, United hanya mampu meraih dua kemenangan beruntun. Situasi tersebut membuat rambut Frank terus tumbuh tanpa kepastian kapan akan dipotong.

Pergantian pelatih ke Ruben Amorim pun belum membawa perubahan signifikan. Harapan baru benar-benar muncul setelah Michael Carrick ditunjuk sebagai pelatih interim. Di bawah Carrick, performa United menunjukkan kebangkitan nyata.

Setelah menaklukkan Manchester City, Arsenal, Fulham, dan Tottenham, United kini tinggal selangkah lagi memenuhi nazar tersebut. Laga melawan West Ham United menjadi penentuan. Rambut Frank kini telah mencapai panjang sekitar 25 sentimeter.

Popularitas Melejit, Bukan Jadi Miliarder

Seiring performa United yang membaik, popularitas Frank ikut melonjak. Ia kerap muncul di berbagai platform digital dan mulai bekerja sama dengan sejumlah merek. Bahkan, ia sempat membangun usaha e-commerce dari eksposur tersebut.

Namun, Frank menepis anggapan bahwa dirinya mendadak kaya. Ia menegaskan tidak pernah menjadi jutawan seperti yang dibayangkan sebagian publik. Menurutnya, banyak orang salah memahami dampak viralitas di media sosial.

Bagi Frank, inti dari tantangan ini bukan soal uang. Nilai utamanya terletak pada ketahanan mental dan bentuk kecintaannya terhadap Manchester United. Meski begitu, ada konsekuensi yang harus ia hadapi setiap hari.

Tantangan Fisik dan Ketidaknyamanan

Rambut panjang yang tidak pernah dipotong selama berbulan-bulan membawa dampak fisik. Frank mengaku penglihatannya sering terganggu karena rambut menutupi wajah. Ia harus mengandalkan kacamata untuk menopang poninya.

Kondisi tersebut membuat aktivitas sehari-hari menjadi kurang nyaman. Meski demikian, Frank tetap bertahan demi menepati janjinya. Ia menyadari bahwa momen potong rambut kini semakin dekat.

Frank juga mengakui bahwa rambutnya memang sudah layak dipotong. Namun, ia memilih menunggu hasil di lapangan. Semua tergantung pada satu pertandingan terakhir.

Rencana Donasi dan Aksi Sosial

Jika Manchester United benar-benar meraih kemenangan kelima, Frank telah menyiapkan rencana khusus. Ia akan memotong rambutnya secara live streaming. Rambut tersebut tidak akan dibuang, melainkan didonasikan.

Frank berniat menyumbangkannya ke Little Princess Trust. Lembaga amal tersebut menyediakan wig bagi anak-anak penderita penyakit serius. Panjang rambut Frank sudah memenuhi syarat donasi.

Selain itu, ia juga menggelar penggalangan dana. Hingga kini, donasi yang terkumpul telah mencapai sekitar 6.000 poundsterling. Ia mengaku bangga bisa membantu organisasi yang menurutnya luar biasa.

Dukungan Besar dan Sisi Gelap Fandom

Popularitas Frank membuatnya sering mendapat perhatian langsung dari sesama fans. Ia kerap dimintai tanda tangan di sekitar Old Trafford. Banyak penggemar menganggap aksinya sebagai simbol loyalitas.

Namun, fanatisme sepak bola juga memiliki sisi gelap. Pada September lalu, seorang individu secara agresif menarik rambut Frank usai laga kontra Chelsea. Insiden tersebut langsung ditangani klub.

Pelaku akhirnya dijatuhi larangan masuk stadion tanpa batas waktu. Kejadian itu menjadi pengingat bahwa popularitas tidak selalu membawa pengalaman positif.

Harapan pada Carrick dan Mimpi Juara

Frank mengakui sempat kehilangan harapan saat United mencari pelatih interim pada Januari. Namun, kebangkitan tim di bawah Carrick mengubah pandangannya. Ia menilai Carrick layak dipertimbangkan sebagai pelatih permanen jika tren positif berlanjut.

Menjelang laga kontra West Ham, Frank mewaspadai ancaman Jarrod Bowen dan Aaron Wan-Bissaka. Meski begitu, ia merasa ada skenario sempurna yang menanti. Baginya, kemenangan kelima akan menjadi akhir cerita yang pas.

Namun pada akhirnya, Frank menegaskan bahwa dirinya tetap seorang penggemar biasa. Bahkan, ia rela mempertahankan rambutnya lebih lama jika harus memilih. Satu trofi liga, menurutnya, jauh lebih berharga dari momen potong rambut.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments