Sunday, January 11, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga IndonesiaMembandingkan Rekam Jejak John Herdman, Patrick Kluivert, dan Shin Tae-yong di Timnas...

Membandingkan Rekam Jejak John Herdman, Patrick Kluivert, dan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia

Penunjukan John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia memunculkan perbandingan menarik dengan dua nama sebelumnya, yakni Patrick Kluivert dan Shin Tae-yong. Ketiganya hadir dengan latar belakang, filosofi, dan capaian yang berbeda. Oleh karena itu, publik menilai siapa di antara mereka yang memiliki reputasi dan prestasi paling mentereng sebelum dan selama menangani skuad Garuda.

Rekam Jejak Pertandingan Sebelum ke Timnas Indonesia

Dari sisi statistik awal karier kepelatihan, John Herdman mencatat total 108 pertandingan sebelum dipercaya menangani Timnas Indonesia. Ia meraih 54 kemenangan, 13 hasil imbang, dan 41 kekalahan. Catatan ini memberinya persentase kemenangan mendekati 50 persen dengan rata-rata 1,62 poin per laga.

- Advertisement -
asia9QQ

Patrick Kluivert memiliki volume pertandingan yang lebih sedikit. Sebelum datang ke Indonesia, ia memimpin 88 laga di level klub dan tim nasional. Dari jumlah tersebut, Kluivert membukukan 40 kemenangan, 19 hasil imbang, dan 29 kekalahan, atau sekitar 46 persen tingkat kemenangan.

Sementara itu, Shin Tae-yong mencatatkan pengalaman terpanjang. Ia memimpin 361 pertandingan di berbagai level sepak bola Korea Selatan. Dari total tersebut, ia meraih 155 kemenangan, 85 hasil imbang, dan 121 kekalahan, dengan persentase kemenangan sekitar 42 persen.

Perbedaan jumlah pertandingan ini menjadi konteks penting. Herdman dan Kluivert meniti jalur karier dengan ritme berbeda dibanding Shin Tae-yong. Oleh karena itu, angka statistik perlu dibaca bersama latar kompetisi yang dihadapi masing-masing.

Prestasi Internasional yang Pernah Diraih

Dari sisi prestasi, Herdman memiliki reputasi kuat di level internasional. Ia dikenal sukses membangun tim nasional dalam jangka panjang. Bersama Timnas Selandia Baru Putri dan Kanada Putri, Herdman tampil di Piala Dunia serta meraih medali perunggu Olimpiade 2012 dan 2016.

Prestasi tersebut berlanjut saat ia menangani Timnas Kanada Putra. Herdman membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 setelah penantian selama 36 tahun. Capaian ini menjadi salah satu tonggak terpenting dalam sejarah sepak bola Kanada.

Shin Tae-yong juga memiliki daftar prestasi yang luas. Ia pernah menjuarai Liga Champions Asia bersama Seongnam Ilhwa Chunma. Selain itu, ia membawa Korea Selatan U-23 menjadi runner-up Piala Asia U-23 dan menjuarai EAFF Championship 2017 bersama tim senior.

Saat menangani Timnas Indonesia, Shin Tae-yong mencatat sejarah baru. Ia mengantar Garuda ke babak 16 besar Piala Asia 2023. Selain itu, Indonesia menembus putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di bawah kepemimpinannya.

Berbeda dengan dua nama tersebut, prestasi kepelatihan Patrick Kluivert relatif terbatas. Pencapaian terbesarnya adalah gelar juara Beloften Eredivisie 2011/2012 bersama FC Twente U-21. Setelah itu, karier kepelatihannya belum menunjukkan konsistensi prestasi di level senior.

Catatan Saat Menangani Timnas Indonesia

Ketika berbicara soal kontribusi langsung di Timnas Indonesia, Shin Tae-yong memiliki periode terpanjang. Ia memimpin Garuda dalam 57 pertandingan sejak Januari 2020 hingga Januari 2025. Dari jumlah tersebut, Indonesia meraih 26 kemenangan, 14 hasil imbang, dan 17 kekalahan.

Patrick Kluivert memiliki waktu yang jauh lebih singkat. Ia menangani Timnas Indonesia dalam delapan pertandingan sepanjang Januari hingga Oktober 2025. Hasilnya adalah tiga kemenangan, satu imbang, dan empat kekalahan, serta kegagalan meloloskan Indonesia ke Piala Dunia 2026.

John Herdman sendiri datang dengan status pelatih baru. Ia belum mencatatkan pertandingan resmi bersama Garuda. Namun, reputasi globalnya membuat ekspektasi publik cukup tinggi sejak awal penunjukan.

Perbandingan Reputasi Global

Dari sisi reputasi internasional, Herdman dikenal sebagai spesialis pembangunan tim nasional. Ia mendapat pengakuan dari CONCACAF dan FIFA atas pendekatan jangka panjangnya. Selain itu, berbagai penghargaan individu dan kolektif menguatkan posisinya di kancah global.

Shin Tae-yong membangun reputasi sebagai pelatih disiplin dengan fokus pengembangan pemain muda. Pengalamannya di turnamen besar memberi nilai tambah, terutama dalam membentuk mental bertanding. Karakter ini terlihat jelas selama masa kepemimpinannya di Indonesia.

Sementara itu, Patrick Kluivert lebih dikenal sebagai legenda pemain. Reputasi besarnya di lapangan belum sepenuhnya terkonversi menjadi prestasi kepelatihan yang stabil. Oleh karena itu, penilaiannya sebagai pelatih masih sering diperdebatkan.

Penutup

Jika dilihat dari persentase kemenangan sebelum menangani Timnas Indonesia, John Herdman berada di posisi teratas. Dari sisi prestasi bersama Garuda, Shin Tae-yong memiliki capaian paling konkret. Patrick Kluivert, di sisi lain, masih mencari pijakan kuat dalam karier kepelatihannya.

Dengan latar belakang tersebut, Herdman kini memikul ekspektasi besar. Publik berharap ia mampu menyamai, bahkan melampaui, fondasi yang dibangun pada era Shin Tae-yong.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments