Thursday, January 8, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga IndonesiaMembaca Arah Taktik Timnas Indonesia Era John Herdman: Pressing Agresif dan Transisi...

Membaca Arah Taktik Timnas Indonesia Era John Herdman: Pressing Agresif dan Transisi Cepat Jadi Fondasi

Penunjukan John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia membuka babak penting dalam pengembangan arah taktik Skuad Garuda. PSSI resmi mengumumkan keputusan tersebut pada Sabtu (3/1/2026), sekaligus mengakhiri kekosongan kursi pelatih sejak Oktober 2025. Oleh karena itu, perhatian publik kini tertuju pada gaya bermain yang akan diterapkan pelatih asal Inggris tersebut bersama Timnas Indonesia.

Seiring kontrak berdurasi dua tahun dengan opsi perpanjangan hingga 2029, Herdman juga mendapat tanggung jawab menangani Timnas Indonesia U-23. Penunjukan ini menegaskan kepercayaan penuh PSSI terhadap rekam jejak internasional sang pelatih. Yang terpenting, latar belakang Herdman membawa Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 menjadi dasar optimisme publik.

- Advertisement -
asia9QQ

Taktik Fleksibel Jadi Ciri Utama

Dalam perjalanan kariernya sejak 2006, Herdman dikenal sebagai pelatih dengan pendekatan taktik yang adaptif. Ia tidak mengunci timnya pada satu formasi sepanjang pertandingan. Sebaliknya, penyesuaian skema menjadi bagian penting dari rencana permainan.

Formasi dasar 3-4-3 sering digunakan Herdman sebagai susunan awal. Skema ini memberikan keseimbangan antara lini belakang dan serangan sayap. Namun demikian, pendekatan tersebut bukan pilihan mutlak dalam setiap laga.

Ketika situasi menuntut perubahan, Herdman kerap mengalihkan formasi menjadi 4-4-2 atau 4-2-3-1. Pergeseran ini dilakukan untuk menambah kontrol di lini tengah. Selain itu, perubahan skema juga berfungsi meredam kekuatan utama lawan.

Fleksibilitas ini memberi ruang bagi pemain untuk memahami berbagai peran. Oleh karena itu, adaptasi taktik menjadi elemen penting yang kemungkinan besar diterapkan di Timnas Indonesia.

Pola Build Up dan Pressing Ketat

Dari sisi pola permainan, tim asuhan Herdman identik dengan build up dari lini belakang. Proses penguasaan bola dimulai sejak penjaga gawang. Bola kemudian dialirkan melalui bek sebelum masuk ke area tengah.

Pergerakan gelandang menjadi kunci dalam fase ini. Mereka berperan menjaga aliran bola tetap progresif. Dengan pola tersebut, tim mampu mengontrol tempo sejak awal serangan.

Selain build up, pressing ketat menjadi ciri menonjol lainnya. Para pemain diarahkan menekan lawan sejak area pertahanan mereka. Tekanan dilakukan secara kolektif oleh seluruh lini.

Garis pertahanan tinggi menjadi bagian dari strategi ini. Bek, gelandang, hingga penyerang terlibat aktif dalam upaya merebut bola. Karena itu, koordinasi dan disiplin posisi menjadi tuntutan utama dalam sistem Herdman.

Pendekatan agresif ini pernah diterapkan bersama Kanada. Hasilnya, tim mampu tampil kompetitif menghadapi lawan dengan kualitas lebih tinggi. Pola serupa kini diprediksi akan diadaptasi di Timnas Indonesia.

Transisi Cepat sebagai Senjata

Saat kehilangan bola, tim Herdman langsung masuk fase transisi bertahan. Perebutan bola dilakukan secepat mungkin di area terdekat. Tujuannya adalah memutus serangan lawan sebelum berkembang.

Begitu penguasaan bola kembali, transisi menyerang dilakukan dalam tempo tinggi. Serangan balik menjadi opsi utama dalam situasi tersebut. Kecepatan pemain sayap dimanfaatkan untuk menekan ruang kosong.

Pendekatan ini menuntut kondisi fisik prima. Selain itu, pengambilan keputusan cepat menjadi faktor penentu efektivitas serangan. Oleh karena itu, pemilihan pemain akan sangat krusial dalam sistem ini.

Pengalaman Herdman bersama klub seperti Toronto FC juga menunjukkan kecenderungan serupa. Transisi cepat selalu menjadi bagian dari identitas timnya.

Tantangan Adaptasi di Timnas Indonesia

Meskipun memiliki rekam jejak kuat, Herdman tetap menghadapi tantangan adaptasi. Karakter pemain Timnas Indonesia berbeda dengan skuad yang pernah ia tangani. Selain itu, intensitas pressing membutuhkan pemahaman taktik yang matang.

Namun demikian, fleksibilitas Herdman memberi harapan proses adaptasi berjalan efektif. Pendekatan bertahap kemungkinan akan diterapkan dalam fase awal kepemimpinannya. Dengan demikian, pemain dapat memahami sistem tanpa kehilangan keseimbangan permainan.

Penutup

Gaya bermain Timnas Indonesia di bawah John Herdman diprediksi mengandalkan pressing agresif, build up rapi, dan transisi cepat. Pendekatan fleksibel menjadi fondasi utama dalam merespons dinamika pertandingan. Jika diterapkan konsisten, pola ini berpotensi meningkatkan daya saing Timnas Indonesia di level internasional.

Dengan kalender kompetisi internasional yang padat, implementasi filosofi tersebut akan diuji dalam waktu relatif singkat. Oleh karena itu, konsistensi latihan dan pemahaman pemain terhadap detail taktik menjadi faktor penentu keberhasilan. Selain itu, kolaborasi antara pelatih dan federasi juga memegang peran penting dalam mendukung transisi sistem permainan. Jika seluruh elemen berjalan selaras, Timnas Indonesia memiliki peluang membangun identitas permainan yang lebih modern dan kompetitif secara berkelanjutan.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments