Tuesday, January 20, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga SpanyolMbappe Gerah Rekannya Dicemooh di Bernabeu: Harusnya Kritik Performa Tim, Bukan Menyerang...

Mbappe Gerah Rekannya Dicemooh di Bernabeu: Harusnya Kritik Performa Tim, Bukan Menyerang Individu

Mbappe ungkap sudah muak melihat rekan setim di Real Madrid selalu dicemooh. Meski sukses meraih kemenangan atas Levante, kemenangan itu justru diwarnai atmosfer panas di Santiago Bernabeu. Meski Los Blancos mengamankan tiga poin lewat gol Kylian Mbappe dan Raul Asencio, sorakan negatif suporter mendominasi jalannya laga. Oleh karena itu, Mbappe merasa perlu angkat bicara untuk melindungi rekan setimnya dari cemoohan berlebihan.

Kondisi ini muncul di tengah luka lama suporter akibat pemecatan Xabi Alonso. Amarah yang belum reda kemudian meluas dan menyasar sejumlah pemain inti. Situasi tersebut membuat kemenangan terasa hambar bagi banyak pihak di internal tim.

- Advertisement -
asia9QQ

Bernabeu Memanas Usai Pemecatan Alonso

Pemecatan Xabi Alonso meninggalkan dampak psikologis yang besar. Sejumlah suporter menilai keputusan klub sarat intrik internal. Akibatnya, pemain-pemain tertentu dituding sebagai biang keladi di balik layar.

Sebelumnya, Vinicius Junior kerap menjadi sasaran siulan. Kini, kemarahan merambat ke nama lain yang selama ini dipuja. Fenomena ini menunjukkan meningkatnya ketegangan antara tribun dan ruang ganti.

Situasi tersebut membuat Bernabeu terasa mencekam. Setiap kesalahan kecil langsung disambut reaksi keras. Oleh karena itu, tekanan mental pemain meningkat signifikan.


Jude Bellingham Ikut Jadi Target

Salah satu nama yang paling disorot adalah Jude Bellingham. Gelandang Inggris itu bahkan disebut sebagai “pengkhianat” oleh sebagian suporter. Tuduhan ini muncul akibat rumor keretakan hubungan pemain dengan Alonso.

Padahal, Bellingham dikenal sebagai figur sentral sejak awal musim. Performanya selama ini mendapat pujian luas. Namun, perubahan sentimen publik terjadi sangat cepat.

Mbappe menilai situasi ini tidak adil. Ia menegaskan kualitas Bellingham tidak perlu diperdebatkan. Menurutnya, fase sulit adalah bagian wajar dari perjalanan seorang pemain.


Pembelaan Terbuka dari Mbappe

Melihat rekan setimnya diserang, Mbappe memilih bersuara. Ia menyampaikan pembelaan tegas terhadap Bellingham. Penyerang Prancis itu menilai kritik personal justru kontraproduktif.

Mbappe mengingatkan bahwa setiap pemain adalah manusia. Tekanan besar di klub seperti Real Madrid bisa memengaruhi performa. Oleh karena itu, empati diperlukan dalam masa sulit.

Ia juga menegaskan bahwa penilaian seharusnya dilakukan secara kolektif. Menurut Mbappe, fokus kritik perlu diarahkan pada performa tim, bukan individu tertentu.


Federico Valverde Juga Tak Luput

Selain Bellingham, Federico Valverde turut menerima cemoohan. Gelandang Uruguay tersebut dianggap ikut berperan dalam dinamika internal tim. Tuduhan ini semakin memperkeruh suasana.

Valverde selama ini dikenal sebagai pemain pekerja keras. Kontribusinya sering krusial, meski jarang disorot. Namun, situasi emosional membuat fakta diabaikan.

Mbappe menyayangkan kondisi tersebut. Ia menilai serangan personal hanya akan merusak stabilitas tim. Oleh karena itu, ia meminta suporter menahan diri.


Satu Tim, Satu Tanggung Jawab

Mbappe menegaskan bahwa seluruh pemain berada “di perahu yang sama”. Ia menerima bahwa suporter boleh tidak puas. Namun, perlakuan setara menjadi tuntutan utama.

Menurut Mbappe, kritik terhadap performa tim adalah hal wajar. Akan tetapi, membenci individu tertentu berpotensi memperdalam krisis. Sikap ini tidak membantu proses pemulihan tim.

Ia juga menekankan pentingnya solidaritas internal. Tekanan eksternal justru harus dijawab dengan persatuan. Pesan ini ditujukan untuk menjaga keharmonisan ruang ganti.


Tantangan Berat bagi Alvaro Arbeloa

Situasi panas ini menjadi ujian awal bagi pelatih anyar Alvaro Arbeloa. Ia harus menyatukan kembali kepingan tim yang tertekan. Tantangan tersebut datang di tengah ekspektasi tinggi publik.

Arbeloa dihadapkan pada tugas meredam emosi suporter. Selain itu, ia perlu mengembalikan rasa percaya diri pemain. Stabilitas psikologis menjadi kunci dalam fase ini.

Pendekatan komunikatif dan hasil positif di lapangan diharapkan meredakan situasi. Namun, proses tersebut membutuhkan waktu dan dukungan bersama.


Ujian Mental di Liga Champions

Laga Liga Champions melawan AS Monaco akan menjadi ujian berikutnya. Pertandingan ini bukan sekadar soal hasil, tetapi juga atmosfer Bernabeu. Publik menanti respons tim terhadap tekanan.

Mbappe optimistis dengan karakter skuad. Ia menilai para pemain memiliki kepribadian kuat untuk bangkit. Oleh karena itu, ia yakin situasi bisa berbalik positif.

Ia menutup pernyataannya dengan keyakinan. Menurut Mbappe, perubahan hanya bisa terjadi lewat performa di lapangan. Konsistensi dan persatuan menjadi jawaban terbaik atas kritik.


Seruan Mbappe untuk Keadilan

Pesan Mbappe jelas dan tegas. Kritik boleh diarahkan pada permainan, bukan pada sosok individu. Ia berharap suporter kembali menjadi kekuatan, bukan beban.

Dalam klub sebesar Real Madrid, tekanan selalu ada. Namun, dukungan yang adil diyakini lebih efektif. Oleh karena itu, Mbappe mengajak semua pihak menjaga keseimbangan antara tuntutan dan empati.

Dengan tantangan besar di depan mata, Los Blancos membutuhkan persatuan. Hanya dengan itu, mereka bisa melewati masa sulit dan kembali ke jalur kemenangan.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments