Matthijs de Ligt optimistis comeback menjadi sorotan jelang fase krusial musim Manchester United. Bek tengah asal Belanda itu tetap berpikir positif meski sudah hampir tiga bulan menepi akibat cedera punggung bawah. Ia menargetkan kembali bermain bulan depan demi membantu timnya mengamankan tiket Liga Champions musim depan.
Pemain berusia 26 tahun tersebut terakhir tampil pada 30 November saat United menang 2-1 di markas Crystal Palace. Dalam laga itu, ia mengalami gangguan pada punggung bagian bawah yang memaksanya ditarik keluar. Sejak saat itu, ia melewatkan 15 pertandingan di semua kompetisi.
Situasi ini tentu tidak mudah bagi seorang pemain inti. Namun, De Ligt memilih fokus pada proses pemulihan. Yang terpenting, ia tidak menunjukkan kepanikan meski absen panjang berpotensi memengaruhi posisinya di level internasional.
Proses Pemulihan Tanpa Operasi
Cedera yang dialami De Ligt sempat memunculkan kekhawatiran akan tindakan operasi. Akan tetapi, tim medis memutuskan pendekatan rehabilitasi konservatif. Keputusan tersebut memberi harapan bahwa ia bisa kembali tanpa risiko jangka panjang.
Pada tahap awal, mantan pelatih Ruben Amorim sempat menyatakan bahwa sang bek akan segera kembali. Namun, proses penyembuhan berjalan lebih lambat dari prediksi. Bahkan, laporan internal menyebutkan ia mengalami sedikit kemunduran saat sudah mendekati comeback.
Meski demikian, kabar baik datang dari pusat latihan Carrington. De Ligt tidak memerlukan operasi dan terus menjalani program pemulihan terstruktur. Fokus utama saat ini adalah mengembalikan kebugaran secara bertahap.
Bek yang pernah menjadi kapten Ajax itu tetap menjaga mental positif. Ia memahami bahwa cedera merupakan bagian dari perjalanan karier. Oleh karena itu, pendekatan sabar menjadi kunci agar bisa kembali dalam kondisi optimal.
Persaingan Ketat di Timnas Belanda
Absennya De Ligt turut memengaruhi peluangnya di tim nasional. Pada Oktober lalu, ia sempat tidak dipanggil. Namun, performa konsistennya di klub sebelumnya membuatnya kembali masuk radar pelatih Belanda, Ronald Koeman.
Kompetisi di lini belakang Belanda sangat ketat. Virgil van Dijk, Micky van de Ven, Stefan de Vrij, dan Nathan Ake menjadi pesaing utama. Situasi ini membuat setiap bek harus tampil reguler untuk menjaga tempat.
De Ligt menyadari pentingnya menit bermain. Tanpa tampil konsisten, peluang menuju turnamen besar bisa mengecil. Karena itu, comeback bersama Manchester United menjadi prioritas mutlak.
Selain itu, ia ingin membuktikan kualitasnya tetap relevan di level tertinggi. Cedera tidak mengurangi ambisinya untuk kembali bersaing. Dengan waktu yang masih tersedia, peluang tersebut belum tertutup.
Misi Manchester United Amankan Liga Champions
Di sisi klub, Manchester United tengah menjalani fase penting musim ini. Tim asuhan Michael Carrick kini berada di posisi keempat klasemen sementara. Hasil imbang 1-1 melawan West Ham memastikan rekor tak terkalahkan berlanjut menjadi lima laga.
Persaingan papan atas berlangsung ketat. Setiap poin memiliki arti besar menjelang akhir musim. Oleh karena itu, kembalinya De Ligt berpotensi memberi dorongan signifikan bagi lini belakang.
Liga Inggris musim ini juga berpeluang mendapat jatah tambahan ke Liga Champions. Koefisien UEFA yang tinggi membuka kemungkinan posisi kelima tetap lolos. Namun, United tetap menargetkan finis di empat besar untuk kepastian.
Carrick membutuhkan kedalaman skuad yang stabil. Cedera panjang sempat membuat komposisi pertahanan tidak konsisten. Kini, situasi mulai membaik dan optimisme kembali muncul.
Lini Belakang Mulai Stabil
Absennya De Ligt dan Harry Maguire sebelumnya memaksa rotasi besar. Pelatih bahkan memberi kesempatan kepada pemain muda seperti Ayden Heaven dan Leny Yoro. Lisandro Martinez juga baru pulih dari cedera ACL.
Dalam lima pertandingan terakhir, pertahanan United tampil lebih solid. Tim mengumpulkan 13 poin dari kemungkinan 15 angka. Stabilitas ini menjadi fondasi penting jelang fase akhir kompetisi.
Maguire sempat ditarik keluar saat melawan West Ham. Namun, ia memastikan kondisi hamstring tidak bermasalah serius. Kembalinya De Ligt akan menambah opsi rotasi dan meningkatkan kualitas duel udara.
Kehadiran bek berpengalaman memberi rasa aman pada lini belakang. Selain kemampuan bertahan, De Ligt juga memiliki kepemimpinan di lapangan. Aspek ini penting dalam pertandingan dengan tekanan tinggi.
Di lini tengah, Mason Mount juga diprediksi segera kembali. Ketersediaan pemain inti akan memperkuat keseimbangan tim. Kombinasi pengalaman dan energi muda menjadi kunci dalam 12 laga tersisa.
Target Pribadi dan Ambisi Kolektif
Bagi De Ligt, musim ini belum berakhir. Ia menargetkan kembali merumput bulan depan agar bisa memberi kontribusi nyata. Ambisi tersebut selaras dengan target klub mengamankan zona Liga Champions.
Selain membantu tim, ia juga ingin memastikan tempat di tim nasional. Menit bermain reguler menjadi kebutuhan utama. Oleh karena itu, fase pemulihan harus berjalan tanpa gangguan tambahan.
Manchester United melihat periode ini sebagai momentum kebangkitan. Konsistensi hasil dalam beberapa pekan terakhir menumbuhkan kepercayaan diri. Namun, jadwal padat menuntut kesiapan fisik maksimal.
Jika De Ligt kembali tepat waktu, Carrick memiliki lebih banyak pilihan taktik. Kombinasi Martinez, Maguire, dan De Ligt bisa menjadi fondasi pertahanan. Struktur yang stabil memberi peluang mempertahankan posisi empat besar.
Pada akhirnya, optimisme menjadi sikap utama sang bek. Cedera panjang tidak mengurangi keyakinannya. Dengan kerja keras dan dukungan tim medis, comeback tersebut tinggal menunggu waktu.






