Bek Manchester City, Manuel Akanji, dikabarkan menolak tawaran AC Milan yang ingin membawanya ke Serie A pada bursa transfer musim panas ini. Kabar mengenai ketertarikan Milan terhadap Akanji sempat mencuri perhatian publik sepak bola Eropa. Pasalnya, Rossoneri memang sedang membutuhkan tambahan amunisi di lini belakang demi memperkuat tim besutan Massimiliano Allegri. Namun, meski tawaran sudah diajukan, sang bek asal Swiss itu menegaskan belum tertarik untuk meninggalkan Manchester City dalam waktu dekat.
Spekulasi mengenai masa depan Akanji mencuat menjelang ditutupnya bursa transfer. AC Milan yang membutuhkan sosok berpengalaman di jantung pertahanan mencoba mendekati sang bek. Allegri menilai gaya bermain dan ketenangan Akanji mampu menghadirkan stabilitas di lini belakang Milan. Meski demikian, laporan terbaru dari Fabrizio Romano mengungkapkan bahwa peluang Milan untuk mendapatkan tanda tangan sang bek sangat kecil. Akanji merasa tawaran dari klub Italia itu tidak sesuai dengan prioritas kariernya saat ini.
Dalam beberapa pekan terakhir, Milan memang berusaha keras memperbaiki kelemahan mereka. Musim lalu, Rossoneri hanya mampu finis di posisi kedelapan klasemen Serie A sehingga gagal tampil di kompetisi Eropa. Kondisi itu membuat manajemen klub cukup agresif di bursa transfer, terutama untuk sektor pertahanan yang dianggap rapuh. Nama Akanji pun masuk dalam radar utama, tetapi sang pemain memiliki pertimbangan lain yang membuatnya memilih bertahan di Inggris.
Tawaran Gaji AC Milan Dinilai Tidak Menarik
Menurut laporan media Eropa, alasan pertama yang membuat Manuel Akanji menolak bergabung dengan AC Milan adalah masalah finansial. Bek berusia 29 tahun itu merasa tawaran gaji yang diajukan klub Serie A tersebut terlalu rendah dibandingkan dengan yang ia terima di Manchester City.
Saat ini, Akanji mendapatkan bayaran yang cukup tinggi di Etihad Stadium, sebanding dengan kontribusinya sebagai pemain reguler di skuad Pep Guardiola. Tawaran Milan, meskipun cukup serius, dianggap tidak memenuhi standar yang sudah ia nikmati di Premier League. Faktor inilah yang menjadi salah satu alasan kuat mengapa sang bek enggan melanjutkan negosiasi lebih jauh.
Dalam dunia sepak bola modern, gaji bukan hanya soal angka semata, tetapi juga bentuk penghargaan atas kualitas seorang pemain. Akanji merasa City telah memberikan nilai yang pantas atas performanya, sedangkan Milan dinilai belum mampu menyamai penghargaan tersebut.
Tidak Ada Kompetisi Eropa, Milan Jadi Kurang Menarik
Alasan kedua yang memperkuat keputusan Akanji menolak Milan adalah absennya Rossoneri dari kompetisi Eropa musim depan. Setelah hanya finis di posisi kedelapan Serie A musim lalu, Milan harus menerima kenyataan tidak bisa tampil di Liga Champions, Liga Europa, maupun UEFA Conference League.
Sebaliknya, Manuel Akanji adalah pemain yang selalu ingin bersaing di level tertinggi. Ia merasa pindah ke klub yang tidak bermain di Eropa akan menjadi langkah mundur dalam kariernya. Saat ini, prioritas utamanya adalah tetap bermain di Liga Champions, kompetisi yang dianggap paling prestisius di dunia.
Manchester City sendiri masih menjadi salah satu kandidat kuat juara di Liga Champions musim depan. Dengan tetap bertahan di Etihad, Akanji memiliki peluang lebih besar untuk meraih prestasi dan menjaga level kompetitifnya. Hal ini tentu berbeda dengan situasi di Milan yang tengah berjuang untuk bangkit kembali di kancah domestik maupun Eropa.
AC Milan Cari Alternatif Lain
Meskipun upaya mereka untuk merekrut Akanji menemui jalan buntu, AC Milan tidak lantas berhenti mencari pemain baru di sektor pertahanan. Manajemen klub dikabarkan sudah menyiapkan sejumlah nama alternatif yang bisa menjadi solusi bagi kelemahan lini belakang.
Milan sadar betul bahwa musim depan akan menjadi periode penting untuk membuktikan diri di bawah arahan Allegri. Kegagalan tampil di kompetisi Eropa tentu menjadi pukulan telak, sehingga mereka berusaha memperkuat tim sebaik mungkin agar bisa kembali bersaing di papan atas Serie A.
Beberapa nama bek tengah lain sudah masuk radar Milan. Klub ini diyakini akan mencoba mendatangkan pemain dengan kualitas yang tidak jauh berbeda dengan Akanji, meskipun mungkin belum seberpengalaman bek asal Swiss tersebut. Dengan waktu bursa transfer yang semakin sempit, manajemen Milan dituntut bergerak cepat untuk mengamankan target baru.