Manchester United kembali mengalami hasil buruk setelah menelan kekalahan 0-1 dari Nottingham Forest dalam laga Premier League di City Ground. Gol cepat dari Anthony Elanga pada menit kelima menjadi satu-satunya pembeda dalam pertandingan ini. Ironisnya, pemain asal Swedia itu adalah produk akademi United yang kini justru menjadi mimpi buruk bagi mantan klubnya.
Meskipun mendominasi penguasaan bola dan menciptakan banyak peluang, United tetap kesulitan menembus pertahanan solid Forest. Dua kesempatan emas di masa injury time juga gagal dimanfaatkan oleh Harry Maguire. Sundulannya meleset dari target, sementara tendangan berikutnya berhasil disapu oleh Murillo tepat di garis gawang.
Hasil ini semakin memperburuk posisi United di klasemen sementara. Mereka masih tertahan di peringkat ke-13 dengan koleksi 37 poin dari 30 pertandingan. Menurut analisis Opta, peluang mereka untuk finis di 10 besar hanya tersisa 4,3%. Situasi ini berpotensi makin memburuk jika tim-tim pesaing meraih kemenangan dalam laga tengah pekan mendatang.
Rekor Buruk: 24 Percobaan Tanpa Gol
Manchester United mencatatkan 24 tembakan sepanjang pertandingan melawan Nottingham Forest. Statistik ini menandai rekor buruk bagi Setan Merah karena merupakan jumlah percobaan tertinggi dalam laga tandang Premier League tanpa mencetak gol sejak statistik mulai dicatat Opta pada musim 2003/2004.
Namun, meski banyak melakukan tembakan, kualitas peluang yang mereka ciptakan masih jauh dari kata efektif. United hanya menghasilkan angka expected goals (xG) sebesar 1,66 dalam pertandingan ini. Data tersebut menunjukkan bahwa mayoritas peluang yang mereka ciptakan tidak terlalu berbahaya atau memiliki kemungkinan rendah untuk menjadi gol.
Masalah ketidakmampuan lini serang United dalam menyelesaikan peluang bukanlah hal baru musim ini. Konsistensi mereka dalam mencetak gol sangat buruk, bahkan hingga saat ini mereka belum pernah mencatatkan dua kemenangan beruntun di Premier League. Situasi ini mencerminkan krisis kreativitas dan efektivitas di lini depan tim asuhan Ruben Amorim.
Sementara itu, bagi Nottingham Forest, kemenangan ini menjadi pencapaian besar. Mereka kini telah mengumpulkan 20 poin lebih banyak dibandingkan United musim ini, sebuah ironi mengingat musim lalu mereka finis 28 poin di belakang Setan Merah.
Fokus Beralih ke Liga Europa?
Sebelum jeda internasional, United sempat meraih momentum positif dengan kemenangan telak atas Real Sociedad (4-1) di Liga Europa dan Leicester City (3-0) di Premier League. Namun, tren positif itu tidak berlanjut setelah mereka kembali ke liga domestik dengan kekalahan dari Nottingham Forest.
Kini, dengan hanya delapan pertandingan tersisa di liga, harapan terbesar Manchester United untuk menyelamatkan musim ini mungkin terletak pada kompetisi Liga Europa. Mereka telah mencapai perempat final dan akan berhadapan dengan Lyon dalam laga berikutnya.
Meski begitu, perjalanan United menuju gelar Liga Europa tidak akan mudah. Lini pertahanan mereka masih menunjukkan kelemahan yang rentan dieksploitasi lawan. Ditambah dengan kurangnya ketajaman di lini serang, peluang mereka untuk meraih trofi masih dipenuhi tantangan besar.
Liverpool Kokoh di Puncak, Manchester United Tertahan di Posisi 13
Liverpool kokoh di puncak klasemen dengan 70 poin dari 29 pertandingan, mencatat 21 kemenangan, 7 hasil imbang, dan hanya 1 kekalahan. The Reds tampil impresif dengan torehan 69 gol dan selisih gol +42, menjadikan mereka kandidat kuat juara. Arsenal berada di posisi kedua dengan 61 poin dari 30 laga. Tim asuhan Mikel Arteta mencatat 17 kemenangan, 10 imbang, dan 3 kekalahan dengan selisih gol +30.
Sementara itu, Manchester United tertahan di peringkat ke-13 dengan 37 poin dari 30 pertandingan Premier League. Setan Merah mengalami musim sulit dengan 10 kemenangan, 7 imbang, dan 13 kekalahan. Dengan selisih gol -4, performa United jauh dari ekspektasi dan membuat peluang mereka finis di zona Eropa semakin kecil.
Pertandingan Berikutnya: Derby Manchester
Setelah kekalahan melawan Nottingham Forest, Manchester United akan menghadapi tantangan besar berikutnya, yaitu laga derby melawan Manchester City. Laga yang akan berlangsung di Old Trafford ini bisa menjadi ujian berat bagi Ruben Amorim dan timnya.
City, yang saat ini berada di puncak klasemen, tentu akan datang dengan motivasi tinggi untuk meraih kemenangan. Sementara itu, United harus menemukan cara untuk meningkatkan performa mereka, terutama dalam hal efektivitas serangan dan ketahanan lini belakang.
Dengan rekor buruk dalam beberapa pekan terakhir, tekanan terhadap Amorim semakin besar. Jika United kembali gagal meraih hasil positif, peluang mereka untuk mengamankan tempat di kompetisi Eropa musim depan bisa semakin menipis.