Penampilan Maarten Paes bersama Ajax Amsterdam di musim 2025/2026 kembali disorot oleh pundit Belanda. Meski sudah mencatat enam penampilan di Eredivisie, kiper Timnas Indonesia itu masih menerima kritik tajam dari pengamat sepak bola Belanda.
Sorotan tersebut semakin menguat setelah kekalahan Ajax dari FC Twente. Hasil ini membuat posisi Ajax di papan klasemen semakin tertekan dalam perebutan tiket Liga Champions.
Kekalahan dari Twente Perburuk Situasi Ajax
Ajax harus mengakui keunggulan Twente dengan skor 1-2 dalam laga pekan ke-29. Pertandingan berlangsung di Johan Cruyff ArenA dan menjadi pukulan bagi tuan rumah.
Twente membuka keunggulan lebih dulu melalui Ramiz Zerrouki pada menit ke-18. Gol tersebut lahir dari umpan Sondre Ørjasæter yang dimanfaatkan dengan baik.
Ajax sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-32. Wout Weghorst mencetak gol setelah menerima umpan Mika Godts.
Namun, kelengahan di babak kedua menjadi titik balik. Bart van Rooij mencetak gol kemenangan Twente pada menit ke-79 setelah menerima assist Sam Lammers.
Kekalahan ini membuat Ajax gagal mendekati posisi atas klasemen. Oleh karena itu, tekanan terhadap tim semakin meningkat menjelang akhir musim.
Performa Paes Tetap Disorot Meski Tampil Solid
Dalam pertandingan tersebut, Maarten Paes tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar. Ia mencatat tiga penyelamatan penting sepanjang laga.
Selain itu, Paes juga aktif dalam distribusi bola dengan total 51 sentuhan. Ia bahkan mencatat enam kontribusi defensif selama pertandingan.
Meski demikian, dua gol yang bersarang di gawangnya tetap menjadi sorotan. Hal ini memicu kritik dari sejumlah analis sepak bola di Belanda.
Yang terpenting, performa individu Paes dinilai belum cukup untuk membawa stabilitas di lini belakang Ajax. Oleh karena itu, ekspektasi terhadapnya terus meningkat.
Kritik Tajam dari Pundit Belanda
Sorotan keras datang dari analis ternama Belanda, Rene van der Gijp dan Johan Derksen. Keduanya mengkritik performa Paes secara terbuka di media.
Van der Gijp menilai Paes melakukan beberapa kesalahan mendasar sebagai kiper. Ia bahkan menyebut bahwa tindakan Paes di lapangan tidak mencerminkan kualitas penjaga gawang top.
Selain itu, Johan Derksen menyampaikan kritik yang lebih tajam. Ia mempertanyakan keputusan Ajax merekrut Paes dari klub sebelumnya.
Menurut Derksen, Ajax seharusnya memilih kiper yang lebih berpengalaman. Pernyataan tersebut mempertegas keraguan terhadap kualitas Paes di level tertinggi.
Kritik ini tentu menjadi tekanan tambahan bagi sang pemain. Namun demikian, situasi tersebut juga menjadi ujian bagi mentalitasnya.
Perjalanan Paes Bersama Ajax
Maarten Paes bergabung dengan Ajax pada Februari 2026 dari FC Dallas. Transfer tersebut bernilai sekitar 1,5 juta euro dengan durasi kontrak 3,5 tahun.
Debutnya bersama Ajax terjadi saat menghadapi NEC Nijmegen. Laga tersebut berakhir imbang dan menjadi awal perjalanannya di Belanda.
Sejauh ini, Paes telah mencatat enam penampilan. Ia kebobolan tujuh gol dan mencatat dua clean sheet dengan rating rata-rata 6,94.
Kesempatan bermain datang setelah cedera yang dialami Vitezslav Jaros. Kondisi tersebut membuat Paes dipercaya sebagai kiper utama.
Meski mendapat kepercayaan, performanya masih menjadi bahan evaluasi. Oleh karena itu, setiap pertandingan menjadi penting bagi perkembangan kariernya.
Tantangan Berikutnya dan Peluang Pembuktian
Ajax akan menghadapi laga penting berikutnya melawan Heracles Almelo. Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi Paes untuk membuktikan kualitasnya.
Selain itu, tim membutuhkan hasil positif untuk menjaga peluang ke Liga Champions. Setiap poin menjadi sangat krusial dalam fase akhir musim.
Paes juga harus menunjukkan konsistensi di bawah tekanan. Kemampuan menjaga fokus akan menjadi faktor penting dalam performanya.
Di sisi lain, dukungan dari tim pelatih dan rekan setim sangat dibutuhkan. Stabilitas lini belakang tidak hanya bergantung pada satu pemain.
Dengan situasi yang ada, Paes memiliki peluang untuk menjawab kritik. Penampilan solid di laga berikutnya dapat mengubah persepsi publik.
Tekanan Tinggi di Tengah Harapan Besar
Kehadiran Maarten Paes di Ajax membawa harapan sekaligus tekanan besar. Ia dipercaya mengisi posisi penting di klub dengan sejarah panjang.
Namun, kritik dari pengamat menunjukkan bahwa ekspektasi terhadapnya sangat tinggi. Setiap kesalahan akan langsung menjadi sorotan.
Meski begitu, perjalanan Paes di Ajax masih panjang. Ia memiliki waktu untuk berkembang dan menunjukkan kualitas terbaiknya.
Yang terpenting, respon terhadap kritik akan menentukan masa depannya. Jika mampu bangkit, Paes berpeluang menjadi sosok kunci bagi Ajax.






