Friday, January 16, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga SpanyolLima Kekalahan Paling Memalukan Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini

Lima Kekalahan Paling Memalukan Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini

Real Madrid dikenal sebagai klub raksasa Eropa dengan sejarah panjang dan koleksi trofi bergengsi termasuk di Copa del Rey. Namun, dominasi tersebut tidak selalu tercermin di ajang Copa del Rey. Sejak pergantian abad, kompetisi tertua di Spanyol ini justru kerap menghadirkan cerita pahit bagi Los Blancos. Karena itu, sejumlah kekalahan mengejutkan dari tim yang secara kualitas berada di bawah Madrid terus terulang.

Meski sukses besar di Liga Champions, Real Madrid hanya menambah tiga gelar Copa del Rey dalam 26 tahun terakhir. Catatan tersebut terasa kontras dengan status mereka sebagai klub tersukses Eropa. Selain itu, konsistensi rival seperti Barcelona semakin menyoroti persoalan Madrid di turnamen ini.

- Advertisement -
asia9QQ

Dominasi yang Tak Sejalan dengan Prestasi

Pada abad ke-20, Real Madrid mengoleksi 17 gelar Copa del Rey. Namun, memasuki era modern, performa mereka justru menurun. Dengan skuad bertabur bintang dan pergantian pelatih yang rutin, hasil memalukan tetap sulit dihindari.

Musim 2025/2026 menjadi contoh terbaru. Kekalahan dari klub kasta kedua kembali membuka luka lama. Oleh karena itu, daftar kekalahan terburuk Madrid di Copa del Rey abad ini menjadi bukti nyata rapuhnya konsistensi mereka di kompetisi tersebut.

5. Real Zaragoza 6-1 Real Madrid (2006)

Kekalahan telak ini terjadi pada leg pertama semifinal Copa del Rey 2005/2006. Real Zaragoza tampil luar biasa dan langsung menekan sejak awal laga. Dalam 35 menit pertama, Diego Milito mencetak hattrick yang menghancurkan mental Madrid.

Situasi semakin buruk ketika Milito menambah satu gol lagi. Ewerthon kemudian menyempurnakan penderitaan Madrid dengan dua gol tambahan. Iker Casillas harus memungut bola enam kali dari gawangnya.

Julio Baptista mencetak satu-satunya gol hiburan Madrid. Meski menang 4-0 pada leg kedua, Los Blancos tetap tersingkir secara agregat. Kekalahan ini turut memicu berakhirnya periode pertama Florentino Perez sebagai presiden klub.

4. Albacete 3-2 Real Madrid (2026)

Kekalahan ini menjadi noda terbaru dalam sejarah Copa del Rey Real Madrid. Albacete menyingkirkan Madrid di babak 16 besar musim 2025/2026. Laga tersebut juga menjadi debut Alvaro Arbeloa sebagai pelatih.

Harapan kebangkitan justru berubah menjadi kekecewaan. Madrid yang menurunkan banyak pemain pelapis tampil tanpa intensitas. Meski sempat dua kali menyamakan skor, mereka gagal menjaga fokus.

Gol Jefte Betancor pada menit ke-94 memastikan kemenangan Albacete. Kekalahan ini terasa menyakitkan karena lawan berasal dari kasta kedua dan belum pernah menang atas Madrid sebelumnya.

3. Real Union 3-2 Real Madrid (2008)

Real Madrid kembali dipermalukan oleh klub divisi tiga, Real Union, pada Copa del Rey 2008/2009. Kekalahan terjadi di leg pertama babak 32 besar dan langsung mengejutkan publik.

Madrid kebobolan saat laga baru berjalan dua menit. Gol cepat tersebut mengacaukan rencana permainan dan memberi kepercayaan diri besar bagi tuan rumah. Setelah jeda, Javier Saviola sempat menyamakan skor.

Namun, Real Union kembali mencetak gol penentu. Madrid menang 4-3 pada leg kedua di Santiago Bernabeu. Sayangnya, aturan gol tandang membuat mereka tetap tersingkir.

2. Alcorcon 4-0 Real Madrid (2009)

Musim berikutnya, sejarah buruk kembali terulang. Real Madrid dibantai Alcorcon pada babak 32 besar Copa del Rey 2009/2010. Tim tuan rumah unggul 3-0 hanya dalam satu babak.

Skor akhir 4-0 menjadi salah satu hasil paling memalukan Madrid. Kekalahan ini terjadi meski Madrid menurunkan pemain inti seperti Karim Benzema dan Raul. Marcelo serta Ruud van Nistelrooy juga dimainkan.

Pada leg kedua, Madrid hanya menang 1-0. Hasil tersebut jelas tidak cukup untuk menutup kegagalan besar di Estadio Santo Domingo.

1. Alcoyano 2-1 Real Madrid (2021)

Kekalahan paling memalukan Real Madrid di Copa del Rey abad ini terjadi pada 2021. Klub divisi tiga Alcoyano menyingkirkan Real Madrid di babak 32 besar.

Eder Militao membawa Madrid unggul jelang turun minum. Situasi tampak terkendali hingga Alcoyano menyamakan skor pada menit ke-80. Laga pun berlanjut ke babak tambahan waktu.

Meski Alcoyano bermain dengan 10 pemain, Madrid gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Juanan mencetak gol penentu pada menit ke-115. Kekalahan ini menutup musim tanpa trofi bagi Madrid.

Deretan kekalahan ini menegaskan bahwa status besar tidak selalu menjamin hasil di Copa del Rey. Real Madrid berulang kali gagal menjaga konsistensi saat menghadapi tim yang lebih lemah. Oleh karena itu, turnamen ini masih menjadi ujian mental dan fokus bagi Los Blancos di era modern.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments