Kutukan Vietnam Piala AFF kembali menjadi topik utama setelah Timnas Indonesia satu grup dengan Vietnam pada Piala AFF 2026. Hasil undian fase grup menempatkan kedua rival Asia Tenggara itu di Grup A, sebuah skenario yang langsung menyedot perhatian publik. Oleh karena itu, pertemuan ini tidak sekadar menentukan langkah di fase grup, tetapi juga menyangkut harga diri dan sejarah panjang yang belum berpihak kepada Garuda.
Indonesia datang dengan beban catatan negatif yang belum terhapus. Dalam lima pertemuan terakhir di ajang Piala AFF, Merah Putih belum pernah menang atas Vietnam. Karena itu, Piala AFF 2026 dipandang sebagai momentum penting untuk mengakhiri tren buruk tersebut. Selain itu, kehadiran pelatih baru dan komposisi tim yang lebih matang memberi harapan realistis untuk perubahan.
Dominasi Vietnam di Ajang Piala AFF
Jika menilik rekam jejak di Piala AFF, Vietnam memang menjadi lawan yang konsisten menyulitkan Indonesia. Dalam lima pertemuan terakhir, Indonesia menelan dua kekalahan dan meraih tiga hasil imbang. Catatan tersebut menunjukkan bahwa Vietnam kerap unggul dalam efektivitas dan disiplin permainan.
Kekalahan terbaru terjadi pada Piala AFF 2024. Saat itu, Indonesia tumbang 0-1 di Stadion Viet Tri lewat gol tunggal Nguyen Quang Hai pada menit ke-77. Hasil tersebut terasa menyakitkan karena Indonesia tampil cukup kompetitif, tetapi gagal memaksimalkan peluang.
Sebelumnya, Vietnam juga menyingkirkan Indonesia pada semifinal Piala AFF 2022. Setelah bermain imbang tanpa gol di Jakarta, Indonesia kalah 0-2 di Hanoi. Oleh karena itu, Piala AFF kerap menjadi panggung di mana Vietnam tampil lebih tenang dalam momen krusial.
Dominasi ini mempertegas bahwa progres Indonesia di level Asia belum sepenuhnya tercermin di turnamen regional. Selain itu, tekanan mental di Piala AFF sering kali menjadi faktor pembeda yang menguntungkan Vietnam.
Rivalitas yang Kian Intens dan Sarat Tekanan
Persaingan Indonesia dan Vietnam tidak hanya terjadi di Piala AFF. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua tim rutin bertemu di berbagai ajang resmi. Rivalitas pun kian terasa, karena kedua federasi sama-sama melakukan pembenahan besar-besaran.
Indonesia sempat mencatat tren positif di luar Piala AFF dengan meraih tiga kemenangan beruntun atas Vietnam. Namun, momentum itu terhenti saat kembali bertemu di Piala AFF 2024. Fakta ini menunjukkan bahwa konsistensi di turnamen regional masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Selain itu, Piala AFF memiliki karakter berbeda. Jadwal padat, tekanan suporter, dan ekspektasi tinggi sering memengaruhi performa. Karena itu, kemampuan mengelola emosi dan fokus menjadi kunci utama bagi Indonesia untuk keluar dari bayang-bayang masa lalu.
Vietnam selama ini unggul dalam aspek tersebut. Mereka cenderung tampil disiplin, menunggu kesalahan lawan, lalu menghukum lewat momen kecil. Oleh karena itu, Indonesia perlu pendekatan yang lebih matang agar tidak kembali terjebak pola yang sama.
Piala AFF 2026 dan Harapan Titik Balik
Undian Piala AFF 2026 menempatkan Indonesia dan Vietnam di Grup A bersama Singapura, Kamboja, serta pemenang play-off Timor Leste kontra Brunei Darussalam. Persaingan dipastikan ketat sejak laga awal. Namun, duel Indonesia melawan Vietnam tetap menjadi sorotan utama.
Pertandingan ini berpotensi menentukan peta kekuatan grup. Selain itu, laga tersebut akan menjadi ujian mental bagi Indonesia. Jika mampu mematahkan kutukan, kepercayaan diri Garuda diyakini meningkat signifikan.
Kehadiran pelatih baru John Herdman membawa pendekatan berbeda. Fokus pada struktur permainan, disiplin tanpa bola, dan pengelolaan tekanan menjadi modal penting. Oleh karena itu, Piala AFF 2026 bukan hanya soal hasil, tetapi juga pembuktian arah baru tim nasional.
Dengan komposisi pemain yang semakin matang dan pengalaman internasional yang bertambah, Indonesia memiliki alasan untuk optimistis. Namun, optimisme itu harus diiringi konsistensi dan ketenangan saat menghadapi Vietnam.
Penutup
Piala AFF 2026 menghadirkan peluang nyata bagi Timnas Indonesia untuk membalikkan sejarah. Catatan lima pertemuan tanpa kemenangan atas Vietnam memang membebani, tetapi situasi saat ini berbeda. Dengan persiapan yang lebih terstruktur dan pendekatan mental yang tepat, Indonesia berpeluang mengakhiri kutukan tersebut. Oleh karena itu, duel melawan Vietnam bukan sekadar laga grup, melainkan momen pembuktian bahwa Garuda siap menulis babak baru di panggung Asia Tenggara.






