Sunday, February 15, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga ItaliaKontroversi Kartu Merah Kalulu Warnai Inter vs Juventus, VAR Tak Bisa Bertindak

Kontroversi Kartu Merah Kalulu Warnai Inter vs Juventus, VAR Tak Bisa Bertindak

Kontroversi kartu merah Kalulu menjadi sorotan utama dalam duel panas Inter Milan kontra Juventus pada pekan ke-25 Serie A 2025/2026. Laga yang digelar di San Siro, Minggu (15/2) dini hari WIB, tidak hanya menghadirkan lima gol. Keputusan wasit terkait Pierre Kalulu memicu perdebatan luas.

Pertandingan Derby d’Italia itu berlangsung dalam tensi tinggi sejak awal. Namun, insiden menjelang turun minum mengubah arah laga secara signifikan. Bek Juventus, Pierre Kalulu, menerima kartu kuning kedua dan langsung diusir keluar lapangan.

- Advertisement -
asia9QQ

Keputusan tersebut diambil wasit Federico La Penna usai duel antara Kalulu dan Alessandro Bastoni. Tayangan ulang memperlihatkan kontak yang sangat minim. Oleh karena itu, protes keras langsung muncul dari kubu Juventus.

Kronologi Kartu Merah Pierre Kalulu

Insiden bermula ketika Kalulu mencoba memotong jalur lari Bastoni di tepi kotak penalti. La Penna berdiri cukup dekat dengan posisi kejadian. Tanpa ragu, ia mengeluarkan kartu kuning kedua.

Kalulu tampak terkejut dengan keputusan tersebut. Ia langsung memberi isyarat VAR dengan kedua tangannya. Permintaan itu tidak membuahkan hasil karena aturan tidak mengizinkan peninjauan untuk kartu kuning kedua.

Keputusan tersebut membuat Juventus harus bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-42. Situasi itu jelas memengaruhi dinamika pertandingan. Selain itu, Inter memanfaatkan keunggulan jumlah pemain pada babak kedua.

Kontroversi semakin membesar karena momen itu terjadi sebelum jeda. Banyak pihak menilai keputusan tersebut terlalu terburu-buru. Akibatnya, tensi pertandingan meningkat hingga akhir laga.

Pakar Wasit Soroti Kesalahan Serius

Sejumlah analis perwasitan Italia menilai keputusan La Penna keliru. Pakar DAZN, Luca Marelli, menyebut insiden itu sebagai kesalahan serius. Ia menegaskan tidak ada kontak signifikan antara kedua pemain.

Menurut Marelli, kartu kuning kedua seharusnya tidak diberikan. Ia juga menjelaskan bahwa VAR tidak dapat melakukan intervensi dalam kasus tersebut. Regulasi hanya mengizinkan peninjauan untuk kartu merah langsung.

Pendapat senada datang dari mantan wasit Graziano Cesari. Dalam analisisnya di Sport Mediaset, ia menyatakan jarak antara Kalulu dan Bastoni terlihat jelas. Oleh karena itu, ia menganggap keputusan wasit tidak memiliki dasar kuat.

Cesari bahkan menilai Bastoni bisa saja mendapat kartu karena dugaan simulasi. Namun, situasi tersebut tidak pernah ditinjau lebih lanjut. Akibatnya, keputusan tetap berdiri tanpa koreksi.

Regulasi VAR dan Batasan Intervensi

Perdebatan soal VAR kembali mencuat setelah insiden ini. Banyak pendukung bertanya mengapa teknologi tidak digunakan. Jawabannya terletak pada regulasi yang berlaku.

VAR hanya dapat mengintervensi empat situasi utama. Kasus tersebut meliputi gol, penalti, kartu merah langsung, dan kesalahan identitas pemain. Kartu kuning kedua tidak termasuk dalam kategori itu.

Karena Kalulu menerima dua kartu kuning, sistem menganggapnya sebagai akumulasi. Oleh karena itu, wasit video tidak memiliki kewenangan untuk meninjau ulang keputusan. Aturan ini membuat keputusan di lapangan menjadi final.

Situasi tersebut memunculkan kritik terhadap regulasi yang ada. Banyak pihak menilai aturan tersebut perlu evaluasi. Namun, hingga kini protokol tetap berlaku tanpa perubahan.

Dampak pada Jalannya Pertandingan

Setelah kartu merah diberikan, Juventus kehilangan keseimbangan. Inter meningkatkan intensitas serangan pada babak kedua. Keunggulan jumlah pemain memberi ruang lebih luas di lini tengah.

Kondisi itu berdampak langsung pada hasil akhir pertandingan. Inter mampu mencetak gol penentu pada menit akhir. Sementara itu, Juventus kesulitan menjaga ritme permainan.

Keputusan kontroversial tersebut juga memengaruhi psikologis pemain. Beberapa pemain Juventus terlihat frustrasi sepanjang laga. Selain itu, protes terhadap wasit terus terdengar hingga peluit panjang.

Hasil akhir pertandingan memang mencatat kemenangan bagi Inter. Namun, sorotan utama tetap tertuju pada insiden kartu merah Kalulu. Perdebatan tentang kualitas kepemimpinan wasit pun kembali mengemuka.

Evaluasi dan Implikasi ke Depan

Kontroversi ini membuka ruang diskusi mengenai peran teknologi dalam sepak bola. Regulasi VAR dinilai masih memiliki celah. Karena itu, sejumlah pengamat mendesak evaluasi menyeluruh.

Federasi sepak bola Italia kemungkinan akan meninjau ulang insiden tersebut. Meski demikian, hasil pertandingan tidak dapat diubah. Keputusan di lapangan tetap sah sesuai aturan yang berlaku.

Bagi Juventus, insiden ini menjadi pukulan penting dalam perburuan poin. Sementara itu, Inter memanfaatkan situasi untuk mengamankan kemenangan. Drama lima gol pun terasa semakin panas karena momen kontroversial tersebut.

Derby d’Italia kali ini meninggalkan jejak perdebatan panjang. Kontroversi kartu merah Pierre Kalulu memperlihatkan batasan sistem VAR saat ini. Oleh karena itu, evaluasi regulasi menjadi isu yang terus bergulir dalam kompetisi Serie A.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments