Juventus kalah 5-2 dari yang menjadi pukulan telak bagi Si Nyonya Tua pada leg pertama play-off Liga Champions 2025/2026. Meski demikian, bek Juventus Pierre Kalulu menegaskan bahwa peluang belum tertutup dan timnya siap membalikkan keadaan di Turin.
Juventus bertandang ke markas Galatasaray pada laga yang berlangsung panas di Istanbul. Wakil Italia itu harus pulang dengan kekalahan 5-2 setelah tampil buruk di babak kedua. Hasil tersebut membuat tugas berat menanti di leg kedua.
Kalulu tidak menutupi rasa kecewanya. Namun ia meminta rekan-rekannya tetap percaya diri dan fokus pada kesempatan membalas di kandang sendiri.
Babak Kedua Jadi Titik Balik Kekalahan
Juventus sebenarnya memulai pertandingan dengan cukup baik. Mereka mampu tampil efektif pada babak pertama dan bahkan sempat unggul 2-1.
Permainan agresif dan transisi cepat sempat membuat Galatasaray tertekan. Namun situasi berubah drastis setelah turun minum.
Menurut Kalulu, timnya kehilangan kontrol di babak kedua. Empat gol bersarang ke gawang Juventus dalam 45 menit terakhir.
“Meski kami unggul 1-2 di babak pertama, kami bermain sangat buruk di babak kedua,” ujar Kalulu di laman resmi UEFA.
Ia mengakui bahwa atmosfer stadion memberi tekanan besar. Selain itu, Juventus harus bermain dengan 10 orang dalam situasi sulit.
Kondisi tersebut membuat pertahanan goyah. Galatasaray memanfaatkan momentum dengan efektif dan terus menekan hingga akhir laga.
Kalulu menyebut hasil ini mengecewakan. Namun ia menilai tim tetap harus belajar dari kesalahan tersebut.
Evaluasi dan Fokus ke Leg Kedua
Kekalahan 5-2 jelas mempersulit langkah Juventus. Selisih tiga gol bukan defisit kecil di fase gugur Liga Champions.
Meski demikian, Kalulu tetap optimistis. Ia percaya dukungan Juventini di Turin bisa memberi energi tambahan.
“Kami akan melakukan yang terbaik di pertandingan kedua nanti,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa tim sudah mempersiapkan diri dengan baik untuk laga pertama. Namun cedera dan absennya beberapa pemain memengaruhi keseimbangan tim.
Menurutnya, Galatasaray memang tampil sangat bagus. Oleh karena itu, Juventus harus meningkatkan konsentrasi dan disiplin taktik.
Pertahanan menjadi fokus utama evaluasi. Koordinasi antar lini harus diperbaiki agar tidak mudah ditembus.
Selain itu, efektivitas serangan juga perlu ditingkatkan. Juventus harus memanfaatkan setiap peluang dengan maksimal di leg kedua.
Galatasaray Tampil Efisien dan Tajam
Galatasaray menunjukkan kualitasnya sebagai tuan rumah. Mereka tampil agresif sejak awal dan tidak kehilangan kepercayaan diri meski sempat tertinggal.
Serangan cepat dan tekanan tinggi membuat lini belakang Juventus kesulitan. Setiap celah langsung dimanfaatkan dengan efektif.
Performa tim asuhan Okan Buruk mencerminkan kesiapan mental dan taktik. Mereka mampu menjaga intensitas hingga peluit akhir.
Atmosfer stadion juga memberi dorongan signifikan. Dukungan suporter membuat tekanan semakin berat bagi tim tamu.
Namun Juventus tidak ingin menjadikan faktor tersebut sebagai alasan utama. Kalulu menegaskan bahwa tim harus bertanggung jawab atas performa sendiri.
Jadwal Padat dan Tantangan Berikutnya
Sebelum menjamu Galatasaray di leg kedua, Juventus akan menghadapi Como di Serie A. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 21 Februari 2026.
Pertandingan domestik ini penting untuk menjaga momentum. Selain itu, kemenangan bisa mengembalikan kepercayaan diri skuad.
Pelatih Juventus diperkirakan akan melakukan rotasi. Manajemen kebugaran menjadi aspek penting dalam jadwal padat seperti ini.
Kalulu berharap timnya tetap fokus satu laga ke laga berikutnya. Menurutnya, mentalitas harus tetap terjaga.
Ia menegaskan bahwa leg kedua masih terbuka. Sejarah Liga Champions menunjukkan banyak comeback dramatis terjadi di fase gugur.
Optimisme di Tengah Tekanan
Juventus kini berada dalam situasi sulit. Defisit tiga gol menuntut performa hampir sempurna di Turin.
Namun keyakinan tetap ada di ruang ganti. Kalulu menilai kualitas tim cukup untuk membalikkan keadaan.
Dukungan suporter di Allianz Stadium akan menjadi faktor penting. Atmosfer kandang diharapkan memberi tekanan balik kepada Galatasaray.
Selain itu, kedisiplinan dan fokus menjadi kunci utama. Juventus tidak boleh kehilangan konsentrasi seperti di babak kedua leg pertama.
Setiap detail kecil dapat menentukan hasil akhir. Oleh karena itu, persiapan teknis dan mental harus berjalan seimbang.
Kalulu menutup pernyataannya dengan nada optimis. Ia percaya bahwa tim akan bangkit dan berjuang hingga menit terakhir.
Kekalahan 5-2 memang menyakitkan. Namun perjalanan Juventus di Liga Champions belum berakhir. Leg kedua di Turin akan menjadi panggung pembuktian bagi Si Nyonya Tua.






