Pemain Timnas Indonesia di Liga Thailand kembali menjadi sorotan setelah rangkaian hasil kontras terjadi pada Minggu (18/1/2026) malam WIB. Sejumlah penggawa Merah Putih yang berkiprah di Liga Thailand mengalami momen penting bersama klub masing-masing. Dari kartu merah yang kembali menimpa Asnawi Mangkualam, hingga kembalinya Pratama Arhan ke lapangan, dinamika ini memberi gambaran jelas tentang tantangan dan peluang pemain Indonesia di kompetisi luar negeri.
Performa mereka tidak hanya berdampak pada klub, tetapi juga menjadi perhatian publik sepak bola nasional. Oleh karena itu, perkembangan ini relevan untuk menilai konsistensi, mental bertanding, serta peran mereka di level internasional.
Asnawi Mangkualam Kembali Mandi Lebih Cepat
Nasib kurang beruntung dialami Asnawi saat membela Port FC. Bek kanan tersebut harus meninggalkan lapangan lebih awal ketika timnya bertandang ke markas Rayong FC. Wasit mengeluarkan kartu merah langsung pada menit ke-42.
Insiden terjadi setelah Asnawi melakukan pelanggaran keras di dalam kotak penalti. Keputusan tersebut membuat Port FC kehilangan satu pemain pada momen krusial. Selain itu, kartu merah ini menjadi yang kedua bagi Asnawi di musim kompetisi berjalan.
Situasi tersebut semakin memperberat posisi Port FC. Padahal, mereka sempat unggul dua gol di awal pertandingan. Namun setelah kehilangan Asnawi, organisasi pertahanan tim melemah secara signifikan.
Port FC Gagal Pertahankan Keunggulan
Ketika kartu merah terjadi, Port FC sebenarnya sudah dalam posisi tertinggal 2-3. Bermain dengan sepuluh pemain membuat tekanan tuan rumah semakin intens. Rayong FC memanfaatkan situasi tersebut dengan agresif.
Alhasil, Port FC harus menerima kekalahan telak 2-5. Hasil ini menahan mereka di peringkat ketiga klasemen sementara Liga Thailand. Port FC kini mengoleksi 30 poin dari 17 pertandingan.
Kekalahan ini menjadi evaluasi penting bagi tim. Selain faktor kartu merah, transisi bertahan dinilai kurang solid. Oleh karena itu, konsistensi permainan Port FC kembali dipertanyakan di fase krusial musim.
Sandy Walsh dan Shayne Pattynama Kembali Masuk Skuad
Di laga lain, kabar lebih positif datang dari Buriram United. Dua bek sayap Timnas Indonesia, Sandy Walsh dan Shayne Pattynama, kembali masuk daftar susunan pemain setelah lama absen.
Sandy Walsh akhirnya mencatatkan menit bermain setelah masuk di pertengahan babak kedua. Ini menjadi sinyal positif setelah ia menepi akibat cedera hamstring. Sementara itu, Shayne Pattynama masih harus puas duduk di bangku cadangan.
Meski demikian, Buriram United tampil dominan. Mereka menghancurkan Chiangrai United dengan skor mencolok 8-1. Kemenangan ini semakin mengukuhkan posisi Buriram di puncak klasemen.
Dominasi Buriram United di Papan Atas
Tambahan tiga poin membuat Buriram United mengoleksi 37 poin dari 18 laga. Mereka unggul jauh hingga 12 poin atas pesaing terdekat, Ratchaburi FC. Konsistensi performa menjadi kunci dominasi klub tersebut musim ini.
Kehadiran kembali Sandy Walsh diharapkan menambah kedalaman skuad. Selain itu, kembalinya pemain dari cedera memberi opsi rotasi lebih luas bagi pelatih. Situasi ini juga penting bagi kesiapan pemain menuju agenda internasional.
Shayne Pattynama sendiri masih perlu bersabar. Namun, masuknya kembali ke skuad pertandingan menjadi langkah awal sebelum kembali bersaing memperebutkan posisi utama.
Pratama Arhan Akhirnya Kembali Merumput
Kabar baik juga datang dari kubu Bangkok United. Pratama Arhan akhirnya kembali tampil setelah absen beberapa pekan. Ia masuk pada awal babak kedua saat menghadapi BG Pathum United.
Arhan menggantikan Wanchai Jarunongkran dan langsung memberikan energi di sisi kiri pertahanan. Penampilan ini menjadi laga pertamanya sejak November 2025. Sebelumnya, ia sempat pulang ke Indonesia untuk pemulihan kondisi.
Musim ini, Arhan telah mencatatkan sembilan penampilan di Liga Thailand. Secara total, ia sudah bermain 13 kali di semua kompetisi bersama Bangkok United. Oleh karena itu, comeback ini menjadi momen penting untuk menjaga ritme bertanding.
Evaluasi dan Harapan untuk Pemain Indonesia
Rangkaian kabar ini menunjukkan dinamika yang beragam bagi pemain Timnas Indonesia di Thailand. Ada yang menghadapi tekanan akibat disiplin permainan, ada pula yang mulai bangkit setelah cedera panjang.
Yang terpenting, menit bermain tetap menjadi faktor utama. Konsistensi di level klub akan sangat memengaruhi kesiapan mereka di agenda tim nasional. Oleh karena itu, setiap laga di Liga Thailand kini memiliki arti strategis bagi karier para pemain tersebut.
Dengan kompetisi yang semakin ketat, para pemain Indonesia dituntut menjaga fokus dan profesionalisme. Perkembangan ini sekaligus menjadi cerminan proses adaptasi pemain nasional di liga luar negeri.






