Juventus vs Galatasaray pada leg kedua play-off Liga Champions 2025-2026 menghadirkan tekanan besar bagi tuan rumah. Duel ini akan berlangsung di Allianz Stadium, Kamis, 26 Februari 2026 pukul 03.00 WIB, dan disiarkan melalui layanan streaming Vidio.
Wakil Italia itu memikul defisit tiga gol setelah kalah 2-5 di Istanbul. Hasil tersebut menempatkan mereka dalam situasi sulit jelang laga penentuan. Oleh karena itu, Juventus wajib tampil nyaris sempurna untuk menjaga peluang lolos.
Kekalahan di Turki menjadi salah satu malam terburuk klub di kompetisi Eropa. Mereka kebobolan lima gol untuk kedua kalinya dalam sejarah UEFA. Catatan itu mempertegas rapuhnya lini belakang pada leg pertama.
Defisit Tiga Gol dan Tekanan Sejarah
Secara statistik, peluang Juventus membalikkan keadaan sangat kecil. Dari 49 kasus kekalahan leg pertama dengan selisih tiga gol atau lebih, hanya empat tim yang mampu lolos.
Fakta ini tentu menambah tekanan. Selain itu, performa domestik mereka juga sedang menurun. Kekalahan dari Inter Milan dan Como di Serie A memperburuk suasana tim.
Rekor kandang tak terkalahkan bahkan terhenti setelah tumbang 0-2. Koleksi 46 poin menjadi yang terburuk pada fase musim ini sejak 2011. Situasi tersebut menunjukkan inkonsistensi performa.
Meski demikian, sejarah pernah mencatat kebangkitan besar. Pada musim 2018/19, Juventus membalikkan keadaan melawan Atletico Madrid. Namun, konteks musim ini berbeda karena kondisi tim belum stabil.
Catatan pertemuan juga kurang menguntungkan. Juventus belum mengalahkan Galatasaray dalam 22 tahun terakhir. Klub Turki itu hanya sekali kalah dalam tujuh pertemuan melawan Si Nyonya Tua.
Momentum dan Rekor Galatasaray
Kemenangan 5-2 di Istanbul menjadi tonggak penting bagi Galatasaray. Itu adalah margin kemenangan terbesar mereka di Liga Champions. Selain itu, laga tersebut merupakan pertandingan ke-200 mereka di ajang European Cup/Liga Champions.
Klub Turki juga mencatat sejarah. Untuk pertama kalinya, mereka mencetak lima gol ke gawang tim Italia di kompetisi ini. Statistik itu memperlihatkan efektivitas serangan mereka.
Namun, performa tandang Galatasaray tidak selalu meyakinkan. Mereka kalah sembilan kali dari 13 laga tandang Eropa terakhir. Secara historis, 71 persen laga tandang Liga Champions berakhir dengan kekalahan.
Kekalahan 0-2 dari Konyaspor di liga domestik juga membuka celah. Hasil itu datang setelah menghancurkan Juventus. Oleh sebab itu, konsistensi mereka tetap dipertanyakan.
Meski unggul agregat, Galatasaray kemungkinan bermain lebih pragmatis. Mereka tidak perlu mengambil risiko besar di Turin. Strategi menunggu dan menyerang balik bisa menjadi pilihan utama.
Prediksi Starting XI dan Kondisi Skuad
Juventus mendapat kabar positif jelang laga ini. Bremer dan Pierre Kalulu berpeluang kembali memperkuat lini belakang. Kehadiran mereka penting karena pertahanan tampil rapuh pada leg pertama.
Namun, masalah cedera dan skorsing tetap membayangi. Emil Holm masih cedera, sementara Juan Cabal dan Andrea Cambiaso absen karena hukuman. Kondisi ini membatasi opsi rotasi.
Di lini depan, Dusan Vlahovic dan Arkadiusz Milik belum pulih. Jonathan David juga diragukan tampil sejak awal. Keterbatasan ini membuat pilihan serangan menjadi sempit.
Pelatih Luciano Spalletti kemungkinan tetap memakai formasi 3-4-2-1. Perin diprediksi menjaga gawang. Gatti, Bremer, dan Kelly mengisi lini belakang.
Sementara itu, Galatasaray berpotensi melakukan rotasi ringan. Mauro Icardi bisa memberi tempat kepada Victor Osimhen. Striker Nigeria itu hanya butuh dua gol untuk menyamai rekor klub dalam satu musim Liga Champions.
Di lini tengah, Mario Lemina kembali dari skorsing. Ia dapat berduet dengan Gabriel Sara. Sara tampil impresif di leg pertama dengan satu gol, satu assist, dan tujuh peluang tercipta.
Okan Buruk diprediksi mempertahankan formasi 4-2-3-1. Pendekatan seimbang antara bertahan dan menyerang menjadi kunci. Mereka akan memanfaatkan ruang saat Juventus menekan.
Prediksi Taktik dan Skor Akhir
Juventus hampir pasti tampil agresif sejak awal. Tekanan tinggi dan tempo cepat menjadi pilihan utama. Targetnya jelas, yaitu mencetak gol cepat untuk memangkas defisit.
Namun, strategi itu membawa risiko besar. Transisi bertahan mereka terlihat rapuh di leg pertama. Serangan balik cepat Galatasaray bisa kembali menghukum.
Osimhen menjadi ancaman utama di ruang terbuka. Selain itu, kreativitas Gabriel Sara dapat memecah konsentrasi lini tengah lawan. Kombinasi ini berpotensi memanfaatkan celah.
Secara realistis, peluang Juventus untuk lolos sangat tipis. Mereka membutuhkan kemenangan dengan selisih minimal tiga gol tanpa balas. Skenario itu sulit diwujudkan dalam kondisi sekarang.
Meski begitu, faktor kandang tetap memberi dorongan moral. Dukungan publik Allianz Stadium dapat meningkatkan intensitas permainan. Oleh karena itu, kemenangan di kandang masih mungkin terjadi.
Prediksi skor akhir: Juventus 2-1 Galatasaray.






