Hasil Juventus vs Lecce pada pekan ke-18 Serie A 2025/2026 meninggalkan rasa frustrasi di Turin. Bermain di Allianz Stadium, Juventus hanya mampu bermain imbang meski mendominasi jalannya laga. Penalti gagal Jonathan David menjadi sorotan, namun pelatih Luciano Spalletti menilai timnya menunjukkan arah perkembangan yang positif.
Dominasi yang Tak Berbuah Kemenangan
Juventus menguasai pertandingan sejak menit awal. Aliran bola mengalir rapi dari lini tengah ke sepertiga akhir lapangan. Karena itu, peluang demi peluang tercipta sepanjang laga.
Namun, dominasi tersebut tidak tercermin di papan skor. Finishing menjadi kendala utama yang kembali muncul. Beberapa peluang bersih gagal dimaksimalkan menjadi gol.
Situasi ini membuat suasana stadion dipenuhi rasa kecewa. Satu poin dari kandang sendiri terasa tidak sebanding dengan performa yang ditampilkan. Meski begitu, struktur permainan Juventus terlihat lebih solid dibanding laga sebelumnya.
Penalti Gagal dan Sorotan Media
Momen krusial terjadi ketika Juventus mendapat hadiah penalti. Jonathan David maju sebagai eksekutor dengan harapan mengubah arah pertandingan. Namun, tendangannya gagal berbuah gol.
Kegagalan tersebut langsung memicu kritik. Media mempertanyakan keputusan penunjukan eksekutor. Tekanan publik pun mengarah pada sang penyerang.
Akan tetapi, Spalletti memilih sikap berbeda. Ia menolak menyederhanakan hasil imbang ini hanya pada satu momen. Menurutnya, sepak bola tidak bisa direduksi pada satu tendangan saja.
Spalletti Melihat Kemajuan Nyata
Di ruang wawancara, Spalletti menegaskan kepuasannya terhadap performa tim. Ia menyebut Juventus memainkan pertandingan yang sangat baik. Pernyataan itu menyoroti fokusnya pada proses, bukan sekadar hasil.
Pelatih asal Italia tersebut menilai ada peningkatan signifikan dalam organisasi permainan. Juventus mampu mengontrol tempo dan menekan lawan secara konsisten. Selain itu, transisi antar lini berjalan lebih rapi.
Menurut Spalletti, fondasi seperti ini jauh lebih berharga. Oleh karena itu, ia meminta timnya tidak larut dalam kekecewaan. Konsistensi performa dianggap kunci utama untuk jangka panjang.
Masalah Akurasi di Kotak Penalti
Meski puas dengan permainan, Spalletti tetap jujur menyoroti kelemahan tim. Ia menekankan perlunya peningkatan dalam pengambilan keputusan di kotak penalti. Banyak bola berbahaya masuk area tersebut tanpa sentuhan akhir yang tepat.
Masalah ini muncul di kedua babak. Juventus sering unggul jumlah pemain di area lawan, tetapi kurang klinis. Hal tersebut membuat dominasi menjadi sia-sia.
Spalletti menilai aspek ini harus segera dibenahi. Ketajaman di depan gawang akan menentukan perolehan poin. Tanpa perbaikan, performa bagus sulit diterjemahkan menjadi kemenangan.
Pembelaan Tegas untuk Jonathan David
Sorotan terhadap Jonathan David tidak membuat Spalletti goyah. Ia memberikan pembelaan terbuka terhadap anak asuhnya. Menurutnya, keputusan teknis sang penyerang sudah tepat.
Spalletti menjelaskan bahwa tendangan penalti ke tengah merupakan pilihan sah. Hanya saja, eksekusinya kurang terangkat. Situasi seperti ini, menurutnya, adalah bagian dari dinamika pertandingan.
Ia juga menegaskan bahwa Juventus memiliki beberapa eksekutor penalti lain. Manuel Locatelli dan Kenan Yildiz sama-sama siap mengambil tanggung jawab. Keputusan selalu lahir dari momen dan konteks di lapangan.
Fokus ke Depan, Bukan Menyesali Angka
Bagi Spalletti, laga ini harus segera dilupakan. Ia meminta timnya menatap pertandingan berikutnya dengan optimisme. Ritme permainan yang mulai terbentuk menjadi modal utama.
Juventus dijadwalkan menghadapi Sassuolo pada laga selanjutnya. Tantangan ini menuntut konsistensi performa. Oleh karena itu, efektivitas harus menjadi fokus utama.
Pesan Spalletti jelas. Jika Juventus terus bermain dengan level seperti ini, kemenangan akan datang. Yang terpenting, tim harus memastikan setiap peluang berbuah poin.
Si Nyonya Tua Kembali Temukan Identitas Permainan
Pendekatan ini juga menunjukkan bahwa Si Nyonya Tua telah mulai menemukan identitas permainan yang lebih stabil. Dominasi penguasaan bola dan jumlah peluang menjadi indikator progres yang jelas. Selain itu, respons Spalletti mencerminkan kepercayaan penuh terhadap proses yang sedang dibangun.
Ia memilih melindungi pemain dari tekanan eksternal agar fokus tim tetap terjaga. Dengan jadwal padat di depan mata, konsistensi performa akan menjadi tolok ukur utama apakah fondasi ini benar-benar siap membawa Juventus bersaing di papan atas Serie A.






