John Herdman bersama Timnas Indonesia menjadi sorotan setelah pelatih anyar Garuda memulai pemantauan langsung BRI Super League 2025/2026. Kehadirannya di dua stadion dalam dua hari beruntun menandai langkah awal strategis untuk menyusun fondasi skuad nasional menghadapi agenda padat sepanjang 2026.
Pelatih asal Inggris tersebut menyaksikan laga Persija Jakarta melawan Madura United di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Sehari berselang, ia melanjutkan safari ke Indomilk Arena untuk menonton pertandingan Persita Tangerang kontra Bhayangkara FC. Oleh karena itu, kehadirannya langsung memberi sinyal kuat bahwa pintu Timnas Indonesia terbuka lebar.
Safari Awal John Herdman di Liga Domestik
Langkah John Herdman memantau langsung kompetisi domestik bukan sekadar formalitas. Ia ingin melihat pemain Indonesia dalam konteks pertandingan sesungguhnya. Selain itu, atmosfer stadion dan tekanan laga menjadi aspek penting dalam penilaian.
Meski demikian, Herdman menegaskan dirinya belum ingin memberi kesimpulan cepat. Menurutnya, dua pertandingan belum cukup untuk menilai kualitas liga secara menyeluruh. Karena itu, ia berencana melanjutkan pemantauan ke berbagai stadion lain.
“Saya pikir saya perlu menyaksikan beberapa laga lain sebelum memberikan opini mengenai liga,” ujar John Herdman. Pernyataan tersebut menegaskan pendekatan objektif yang ingin ia terapkan sejak awal.
Pesan Langsung untuk Para Pemain
Kehadiran Herdman di stadion membawa pesan tersendiri bagi para pemain. Ia ingin memastikan bahwa performa di level klub mendapat perhatian langsung dari pelatih tim nasional. Oleh karena itu, setiap pemain memiliki kesempatan yang sama jika mampu tampil konsisten.
Menurut Herdman, tugas pelatih bukan hanya memilih pemain. Ia juga harus terlihat langsung agar pemain memahami standar yang diharapkan. Dengan cara ini, fokus dan intensitas permainan diharapkan meningkat.
“Untuk saya, melihat pemain sebanyak mungkin adalah peran penting pelatih,” jelasnya. Ia juga menyebut akan fokus memantau pemain Indonesia selama dua hingga tiga bulan ke depan.
Fokus pada Talenta Muda Potensial
Dalam pantauannya, Herdman secara terbuka menyinggung dua nama muda. Mereka adalah Hokky Caraka dan Dony Tri Pamungkas. Keduanya dinilai memiliki potensi besar untuk masa depan Timnas Indonesia.
Herdman menilai talenta muda perlu dipantau sejak dini. Ia ingin melihat perkembangan mereka dalam situasi kompetitif yang nyata. Selain itu, aspek mental dan konsistensi menjadi perhatian utama.
“Saya ingin melihat pemain muda seperti Hokky dan Dony,” ujarnya. Meski begitu, ia menegaskan masih terlalu dini untuk memberikan penilaian akhir.
Pemain Senior Tetap Masuk Radar
Meski menyoroti pemain muda, Herdman tidak mengesampingkan peran pemain senior. Ia tetap mengamati kontribusi pemain berpengalaman di BRI Super League. Menurutnya, pengalaman masih sangat dibutuhkan dalam kompetisi internasional.
Selain itu, keseimbangan antara pemain muda dan senior menjadi kunci. Herdman ingin memastikan Timnas Indonesia memiliki kedalaman skuad yang memadai. Oleh karena itu, seluruh spektrum usia pemain tetap masuk radar pemantauan.
Ia juga berharap kehadiran pelatih tim nasional di stadion dapat meningkatkan level fokus pemain senior. Dengan demikian, standar permainan bisa terjaga secara konsisten.
Dampak Safari terhadap Kompetisi
Kehadiran pelatih tim nasional di stadion memberi efek psikologis tersendiri. Banyak pemain meningkatkan intensitas permainan karena merasa diawasi langsung. Hal ini dinilai positif bagi kualitas kompetisi.
Selain itu, safari Herdman juga menjadi bentuk apresiasi terhadap liga domestik. BRI Super League diposisikan sebagai sumber utama talenta Timnas Indonesia. Karena itu, hubungan antara tim nasional dan klub diharapkan semakin erat.
Pendekatan ini juga memberi sinyal bahwa jalur domestik tetap relevan. Pemain tidak harus bermain di luar negeri untuk mendapat perhatian, selama tampil konsisten di liga.
Agenda Padat Timnas Indonesia 2026
Pemantauan ini dilakukan karena agenda Timnas Indonesia sangat padat. Pada Maret 2026, Garuda akan menjalani FIFA Series. Setelah itu, Piala AFF dijadwalkan berlangsung pada Juli hingga Agustus.
Dengan jadwal tersebut, Herdman menilai Timnas Indonesia membutuhkan skuad yang besar. Kedalaman pemain menjadi faktor krusial untuk menjaga performa sepanjang tahun. Oleh karena itu, pemantauan pemain domestik menjadi prioritas awal.
Setelah menyelesaikan safari di dalam negeri, Herdman dijadwalkan bertolak ke Eropa. Ia akan memantau pemain Indonesia yang berkarier di luar negeri untuk melengkapi basis data skuad nasional.
Fondasi Awal Era Baru Timnas
Langkah John Herdman memantau BRI Super League menandai awal era baru Timnas Indonesia. Pendekatan langsung dan terbuka ini memberi harapan baru bagi pemain domestik. Selain itu, transparansi dalam proses seleksi menjadi nilai tambah.
Dengan kombinasi pemantauan liga domestik dan pemain diaspora, Timnas Indonesia diharapkan memiliki skuad kompetitif. Oleh karena itu, safari ini menjadi fondasi penting menuju target besar pada 2026.






