Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkap alasan di balik keputusannya menerima tawaran dari PSSI pada awal 2026. Dalam wawancara dengan media Kanada, Herdman menilai proyek Timnas Indonesia memiliki daya tarik kuat. Faktor bakat pemain lokal, dukungan suporter, serta program naturalisasi menjadi pertimbangan utama pelatih asal Inggris tersebut.
Ketertarikan Herdman pada Proyek Timnas Indonesia
John Herdman menyampaikan alasannya saat diwawancarai The Canadian Press. Wawancara itu terbit bersamaan dengan pengumuman resminya sebagai pelatih Timnas Indonesia. Herdman mengaku telah menunggu lebih dari satu tahun untuk menemukan proyek yang tepat.
Setelah mundur dari Toronto FC pada November 2025, Herdman berada tanpa pekerjaan. Selama periode tersebut, ia mencari tantangan yang sesuai dengan visi kepelatihannya. Oleh karena itu, tawaran dari Indonesia datang pada momen yang dinilainya tepat.
Menurut Herdman, faktor emosional juga memegang peran penting. Ia menilai fanatisme suporter Indonesia sangat kuat. Intensitas dukungan tersebut menjadi daya tarik besar bagi dirinya.
Peran Suporter dan Atmosfer Sepak Bola
Herdman menekankan bahwa atmosfer sepak bola Indonesia berbeda dan unik. Dukungan suporter yang masif menjadi elemen penting dalam proyek ini. Selain itu, ia melihat gairah sepak bola nasional yang terus berkembang.
Dalam pernyataannya, Herdman menyebut pentingnya merasakan passion penggemar. Ia menilai hal tersebut menjadi fondasi untuk membangun tim yang kompetitif. Karena itu, ia tertarik mengambil tanggung jawab besar ini.
Atmosfer tersebut mengingatkannya pada pengalaman di Kanada. Herdman menilai kesamaan tersebut dapat menjadi modal penting. Dukungan publik dianggap mampu mendorong performa pemain di level internasional.
Bakat Lokal dan Strategi Naturalisasi
Salah satu alasan utama Herdman menerima tawaran adalah potensi pemain lokal. Ia menilai Indonesia memiliki banyak talenta yang bisa dikembangkan. Selain itu, kombinasi dengan pemain keturunan dinilai sangat menjanjikan.
Herdman membandingkan kondisi Indonesia dengan Kanada. Menurutnya, kedua negara memiliki karakter serupa dalam pengembangan tim nasional. Negara besar dengan banyak bakat lokal dan opsi paspor ganda menjadi kekuatan tersendiri.
Ia menilai program naturalisasi yang telah berjalan memberi nilai tambah. Dengan pendekatan yang tepat, potensi tersebut dapat dimaksimalkan. Oleh karena itu, Herdman melihat fondasi yang kuat untuk membangun skuad kompetitif.
Komitmen PSSI Jadi Faktor Penentu
Selain aspek teknis, komitmen federasi menjadi pertimbangan penting. PSSI disebut mencari pelatih dengan rekam jejak lolos ke Piala Dunia. Kriteria tersebut sesuai dengan pengalaman Herdman.
PSSI secara resmi mengumumkan penunjukan Herdman pada Sabtu (3/1/2026). Federasi menyebut langkah ini sebagai awal era baru sepak bola nasional. Rekam jejak Herdman menjadi alasan utama kepercayaan tersebut.
Herdman tercatat sebagai satu-satunya pelatih yang membawa tim putra dan putri dari satu negara ke Piala Dunia. Catatan ini memberi nilai strategis bagi proyek jangka panjang Timnas Indonesia.
Tugas Ganda dan Kontrak Jangka Panjang
Selain menangani tim senior, Herdman juga bertanggung jawab atas Timnas U-23. Tugas ganda ini menunjukkan kepercayaan penuh federasi. Selain itu, pendekatan ini bertujuan menyelaraskan pengembangan pemain muda dan senior.
Herdman menandatangani kontrak dengan skema 2+2 tahun. Masa kerja tersebut dapat berlangsung hingga 2029. Kontrak jangka panjang memberi ruang untuk membangun fondasi tim secara bertahap.
Dengan skema tersebut, kontinuitas program menjadi fokus utama. PSSI berharap tidak ada lagi perubahan arah dalam waktu singkat. Stabilitas dianggap penting untuk mencapai target jangka menengah.
Agenda Padat Menanti di Tahun 2026
Tahun 2026 akan menjadi periode sibuk bagi Timnas Indonesia. Herdman akan langsung menghadapi sejumlah agenda penting. Rangkaian ini menjadi ujian awal kepemimpinannya.
Agenda dimulai dengan FIFA Series pada Maret 2026. Turnamen tersebut akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Selain itu, Timnas Indonesia juga menjalani FIFA Matchday pada Juni.
Jadwal padat berlanjut pada September, Oktober, dan November. Piala AFF 2026 juga masuk kalender, dengan jadwal mulai 25 Juli. Oleh karena itu, manajemen tim dan rotasi pemain menjadi kunci.
Tantangan Awal dan Harapan Publik
Herdman menyadari ekspektasi publik sangat tinggi. Kombinasi bakat lokal dan naturalisasi menjadi sorotan utama. Selain itu, hasil jangka pendek juga akan mendapat perhatian besar.
Namun, Herdman menilai proses pembangunan tim tidak bisa instan. Ia menekankan pentingnya konsistensi dan disiplin. Pendekatan bertahap diharapkan memberi hasil berkelanjutan.
Dengan agenda yang padat, adaptasi cepat menjadi keharusan. Herdman dituntut segera mengenal karakter pemain. Oleh karena itu, periode awal kepemimpinan akan sangat menentukan arah tim.






