Manchester City membawa kabar positif menjelang laga tandang melawan Sunderland pada lanjutan Premier League awal Januari 2026. Rodri berpeluang kembali merumput setelah sempat menepi. Namun, di balik kabar tersebut, Pep Guardiola justru menghadapi persoalan baru terkait kondisi skuadnya.
Pertandingan ini menjadi krusial bagi City karena mereka harus menjaga jarak poin dengan Arsenal. Oleh karena itu, hasil maksimal di Stadium of Light menjadi target utama. Meski demikian, badai cedera membuat persiapan City jauh dari kata ideal.
Guardiola mengakui situasi timnya tidak sepenuhnya siap. Beberapa pemain kunci masih harus absen. Kondisi ini memaksa sang pelatih berpikir ekstra keras dalam menyusun komposisi terbaik.
Sinyal Positif Kembalinya Rodri dan Doku
Kabar menggembirakan datang dari Rodri. Gelandang asal Spanyol itu sudah masuk daftar pemain saat City mengalahkan Nottingham Forest. Guardiola mengisyaratkan Rodri bisa mendapat menit bermain penting.
“Rodri sudah kembali. Mungkin dia bisa bermain beberapa menit,” ujar Pep Guardiola. Ia menegaskan peran Rodri sangat vital bagi keseimbangan tim.
Selain itu, Jeremy Doku juga berpeluang kembali tampil. Winger lincah tersebut sempat absen setelah laga Liga Champions. Kehadirannya memberi opsi tambahan di sektor sayap.
Namun demikian, Guardiola tetap berhati-hati. Ia tidak ingin mengambil risiko berlebihan. Oleh karena itu, keputusan menit bermain akan sangat bergantung pada situasi pertandingan.
Krisis Pemain di Lini Belakang Manchester City
Di sisi lain, masalah besar masih menghantui lini belakang City. John Stones belum bisa kembali setelah mengalami cedera sejak awal Desember. Absennya bek tersebut mengurangi opsi rotasi signifikan.
Oscar Bobb juga harus menepi usai mengalami masalah kebugaran di ajang Carabao Cup. Selain itu, Mateo Kovacic masih menjalani pemulihan cedera engkel. Situasi ini membuat kedalaman skuad semakin menipis.
Masalah bertambah karena dua pemain harus memperkuat negaranya di Piala Afrika. Rayan Ait-Nouri dan Omar Marmoush dipastikan absen. Oleh karena itu, City kehilangan beberapa alternatif penting.
“Kami punya tujuh atau delapan pemain cedera dan dua di AFCON,” ungkap Guardiola. Ia menambahkan beberapa pemain mulai pulih, tetapi kondisi skuad belum ideal.
Sunderland, Tuan Rumah yang Tak Bisa Diremehkan
City juga menghadapi tantangan berat dari tuan rumah. Sunderland tampil impresif sebagai tim promosi musim ini. Mereka kini berada di posisi tujuh klasemen sementara.
Yang terpenting, Sunderland belum terkalahkan di kandang. Stadium of Light menjelma menjadi benteng kokoh. Atmosfer stadion kerap memberi tekanan besar bagi tim tamu.
Guardiola menyadari ancaman tersebut. Ia memuji cara Sunderland membangun tim dengan banyak pemain baru. Menurutnya, konsistensi mereka patut mendapat apresiasi.
“Kami bertemu mereka beberapa minggu lalu. Mereka menjalani musim luar biasa,” kata Guardiola. Ia menilai menyatukan banyak pemain baru bukan pekerjaan mudah.
Reputasi Pembunuh Raksasa Jadi Peringatan
Reputasi Sunderland sebagai pembunuh raksasa semakin menegaskan bahaya laga ini. Mereka sukses menaklukkan Newcastle United di kandang sendiri. Tim besar lain juga kesulitan meraih poin.
Arsenal dan Aston Villa gagal menang di Stadium of Light. Fakta ini menjadi peringatan serius bagi City. Oleh karena itu, konsentrasi penuh mutlak dibutuhkan.
Atmosfer stadion diprediksi kembali panas. Dukungan suporter tuan rumah akan menjadi faktor tambahan. City harus siap menghadapi tekanan sejak menit awal.
Guardiola mengingat pengalamannya di stadion tersebut. Ia menyebut dukungan penonton sangat luar biasa. Meski begitu, ia menegaskan City datang dengan kesiapan maksimal.
Ujian Awal Tahun bagi Ambisi City
Laga melawan Sunderland menjadi ujian penting di awal tahun baru. City memburu kemenangan kesembilan beruntun di liga. Hasil positif akan menjaga tekanan terhadap Arsenal.
Namun, kondisi skuad yang pincang membuat tugas tersebut tidak mudah. Guardiola harus menyeimbangkan antara risiko dan kebutuhan poin. Oleh karena itu, strategi akan sangat menentukan.
Kembalinya Rodri memberi secercah harapan. Meski demikian, absennya banyak pemain memaksa City tampil efisien. Setiap kesalahan bisa berakibat fatal.
Penutup
Manchester City datang ke markas Sunderland dengan situasi yang kontras. Kabar baik soal Rodri memberi angin segar, tetapi krisis pemain tetap menghantui. Di sisi lain, Sunderland menawarkan ancaman nyata lewat rekor kandang impresif. Laga ini bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan ujian mental dan kedalaman skuad City dalam perburuan gelar Premier League musim ini.






