Hasil imbang antara Persita vs Bhayangkara FC menjadi sorotan utama pada lanjutan pekan ke-18 BRI Super League 2025/2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Indomilk Arena, Sabtu (24/1/2026), berakhir dengan skor 1-1 setelah kedua tim menampilkan permainan intens dan disiplin. Sepanjang laga, tempo tinggi serta duel ketat di setiap lini membuat hasil akhir sulit diprediksi hingga menit terakhir.
Sejak peluit awal dibunyikan, laga ini langsung berjalan terbuka. Persita tampil agresif untuk memanfaatkan dukungan publik sendiri. Namun, Bhayangkara FC menunjukkan kesiapan dengan organisasi permainan yang rapi. Oleh karena itu, kedua tim saling menekan tanpa memberi ruang nyaman bagi lawan.
Dominasi Awal Persita dan Respons Disiplin Bhayangkara
Penguasaan bola lebih banyak berada di kaki Persita pada babak pertama. Tim tuan rumah mengandalkan kombinasi umpan pendek dan pergerakan aktif lini tengah. Selain itu, rotasi posisi dilakukan untuk membuka celah di pertahanan lawan.
Tekanan bertubi-tubi memaksa Bhayangkara bertahan lebih dalam. Meski demikian, tim tamu tidak hanya menumpuk pemain di belakang. Mereka tetap mencoba keluar melalui transisi cepat yang terukur.
Situasi tersebut membuat ritme pertandingan tetap tinggi. Persita terlihat lebih dominan secara statistik. Namun, Bhayangkara mampu menjaga keseimbangan permainan. Karena itu, laga berjalan ketat dan menarik sejak awal.
Efektivitas Serangan Balik Berbuah Gol Pembuka
Ketika Persita terus menguasai permainan, Bhayangkara justru mencuri keunggulan. Pada pertengahan babak pertama, P. Mbaga mencetak gol setelah menerima umpan akurat dari Moussa Sidibe. Penyelesaian akhir dilakukan dengan tenang tanpa memberi peluang bagi penjaga gawang.
Gol tersebut menunjukkan efektivitas permainan tim tamu. Meskipun jarang menguasai bola, Bhayangkara mampu memaksimalkan peluang. Oleh karena itu, keunggulan 1-0 langsung mengubah dinamika pertandingan.
Setelah kebobolan, Persita meningkatkan intensitas serangan. Beberapa peluang berhasil diciptakan melalui tembakan jarak dekat dan situasi bola mati. Namun, penyelesaian akhir belum membuahkan hasil hingga jeda.
Babak Kedua Lebih Terbuka dan Sarat Tekanan
Memasuki paruh kedua, Persita langsung mengambil inisiatif serangan. Pergerakan Ezequiel Bessa dan Ramiro Rodriguez menjadi motor utama. Selain itu, permainan sayap dimaksimalkan untuk memperlebar pertahanan lawan.
Bola-bola silang berkali-kali diarahkan ke kotak penalti Bhayangkara. Akan tetapi, kiper Aqil Savik tampil sigap dalam membaca arah bola. Beberapa peluang berbahaya berhasil digagalkan dengan penyelamatan krusial.
Di sisi lain, Bhayangkara tetap setia pada skema serangan balik. Transisi cepat sesekali mengancam lini belakang Persita. Kondisi ini memaksa kedua tim menjaga konsentrasi penuh sepanjang babak kedua.
Gol Penyeimbang Menghidupkan Atmosfer Stadion
Tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil bagi Persita. Pada menit ke-84, Matheus Alves mencetak gol penyeimbang setelah memanfaatkan kelengahan lini belakang lawan. Gol tersebut disambut sorak sorai suporter yang memadati stadion.
Momentum pertandingan pun berubah signifikan. Persita semakin percaya diri untuk mengejar gol kemenangan. Serangan dilancarkan secara lebih agresif melalui berbagai variasi.
Namun, Bhayangkara merespons dengan pertahanan lebih rapat. Barisan belakang tampil disiplin dan meminimalkan ruang tembak. Oleh karena itu, tidak ada gol tambahan tercipta hingga laga berakhir.
Implikasi Hasil Imbang terhadap Posisi Klasemen
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-1 tetap bertahan. Kedua tim harus puas berbagi satu poin dari pertandingan yang berlangsung dengan intensitas tinggi. Hasil ini mencerminkan keseimbangan permainan sepanjang laga.
Bagi Persita Tangerang, tambahan satu poin menjaga posisi mereka di lima besar klasemen sementara. Dengan koleksi 32 poin dari 18 pertandingan, peluang bersaing di papan atas masih terbuka.
Sementara itu, Bhayangkara FC berada di peringkat kesembilan dengan raihan 23 poin. Hasil imbang di laga tandang ini tetap bernilai positif untuk menjaga stabilitas performa tim.
Top 3 Klasemen Saat Ini
Puncak klasemen sementara Super League 2025/2026 dikuasai oleh Borneo Samarinda yang tampil konsisten dengan koleksi 40 poin dari 18 laga. Di posisi kedua, Persib Bandung terus menempel ketat berkat keseimbangan lini serang dan pertahanan, meski baru memainkan 17 pertandingan.
Sementara itu, Persija Jakarta berada di urutan ketiga dengan agresivitas tinggi, terbukti dari produktivitas gol yang impresif dan stabilitas performa sepanjang musim berjalan. Ketiga tim ini menjadi penentu utama persaingan gelar juara menjelang paruh musim kompetisi nasional musim ini sangat ketat.






