Hasil Persik vs Bali United pada pekan ke-19 BRI Super League menjadi sorotan utama kompetisi musim ini. Bermain di kandang sendiri, Persik Kediri sukses menumbangkan Bali United dengan skor 3-2 dan mengakhiri rekor tak terkalahkan Serdadu Tridatu di ajang BRI Super League 2025/2026.
Persik Tertinggal Lebih Dulu di Babak Pertama
Sejak awal pertandingan di Stadion Brawijaya, laga berjalan dengan tempo tinggi. Bali United tampil percaya diri dan langsung menekan pertahanan tuan rumah. Tekanan tersebut membuahkan hasil pada menit ke-23.
Kesalahan antisipasi Muhammad Firly membuat lini belakang Persik lengah. Situasi itu dimanfaatkan Bali United untuk mencetak gol pembuka dan unggul lebih dulu. Gol tersebut sempat membuat Persik berada dalam tekanan mental.
Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Persik segera meningkatkan intensitas permainan dengan menekan dari sektor sayap. Serangan yang lebih terorganisir mulai merepotkan barisan belakang Bali United.
Respons cepat itu berbuah hasil pada menit ke-29. Jose Enrique berhasil menyamakan kedudukan setelah memaksimalkan peluang di dalam kotak penalti. Gol ini menghidupkan kembali semangat Macan Putih di hadapan pendukungnya.
Gol Beruntun Macan Putih Menjelang Turun Minum
Setelah skor kembali imbang, Persik tampil semakin percaya diri. Penguasaan bola lebih rapi dan pergerakan antar lini berjalan efektif. Bali United pun mulai kesulitan menjaga ritme permainan.
Keunggulan Persik tercipta pada menit ke-40. Jose Enrique kembali mencatatkan namanya di papan skor melalui penyelesaian klinis. Gol kedua tersebut membalikkan keadaan dan membuat Persik unggul 2-1.
Tekanan Persik belum berhenti. Pada masa tambahan waktu babak pertama, Adrian Luna memperlebar jarak. Pemain anyar itu mencetak gol pada menit 45+2 dan membawa Persik unggul 3-1 saat turun minum.
Keunggulan dua gol tersebut menjadi modal penting bagi tuan rumah. Selain itu, gol Adrian Luna menunjukkan adaptasi cepat sang gelandang dalam skema permainan Persik.
Bali United Bangkit di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Bali United langsung melakukan perubahan. Rahmat Arjuna dan Teppei Yachida dimainkan untuk menambah daya serang. Perubahan ini membuat permainan tim tamu lebih agresif.
Tekanan Bali United semakin meningkat setelah Jens Raven masuk pada menit ke-59. Serangan bertubi-tubi diarahkan ke pertahanan Persik. Alur bola cepat membuat laga berjalan lebih terbuka.
Usaha Bali United akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-69. Joao Ferrari mencetak gol melalui situasi bola mati dan memperkecil kedudukan menjadi 3-2. Gol tersebut kembali membuka peluang bagi tim tamu.
Setelah gol itu, tempo pertandingan meningkat drastis. Kedua tim saling menyerang dan menciptakan beberapa peluang berbahaya. Namun, efektivitas penyelesaian akhir menjadi pembeda pada sisa waktu laga.
Pertahanan Persik Menjaga Kemenangan
Meski terus ditekan, Persik mampu menjaga fokus di lini belakang. Koordinasi antar pemain bertahan berjalan disiplin hingga menit-menit akhir. Bali United kesulitan menciptakan peluang bersih tambahan.
Di sisi lain, Persik sesekali mengancam lewat serangan balik cepat. Strategi ini efektif untuk meredam tekanan dan menguras stamina lawan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tidak berubah.
Kemenangan ini memastikan Persik mengakhiri catatan dua kekalahan beruntun sebelumnya. Selain itu, hasil tersebut juga menghentikan rekor tujuh laga tanpa kekalahan Bali United di liga.
Dampak Langsung pada Klasemen
Tambahan tiga poin membawa Persik naik ke peringkat ke-11 klasemen sementara dengan koleksi 22 poin. Posisi ini memberi ruang bagi Macan Putih untuk menjauh dari papan bawah.
Sementara itu, Bali United harus tertahan di peringkat kedelapan dengan 28 poin. Kekalahan ini menjadi evaluasi penting bagi tim dalam menjaga konsistensi performa pada laga berikutnya.
Laga Persik vs Bali United menghadirkan duel terbuka dengan lima gol tercipta. Efektivitas Persik di babak pertama menjadi kunci kemenangan dan menunjukkan kesiapan tim bersaing lebih stabil pada paruh musim.
Kemenangan ini juga menjadi sinyal positif bagi Persik dalam menjaga konsistensi permainan kandang. Tim mampu bangkit meski sempat tertinggal lebih dulu. Selain itu, efektivitas lini depan menjadi faktor penentu hasil akhir laga. Dengan jadwal kompetisi yang masih panjang, hasil ini memberi kepercayaan diri tambahan bagi Persik untuk menatap laga berikutnya dan menjaga momentum di tengah ketatnya persaingan BRI Super League.






