Hasil pekan ke-16 BRI Super League 2025/2026 menghadirkan cerita kontras bagi duo Mataram. PSIM Yogyakarta meraih kemenangan penting di kandang, sementara Persis Solo justru menelan kekalahan memalukan. Dua hasil ini berdampak langsung pada peta persaingan papan tengah dan dasar klasemen.
PSIM Dominan, Gol Datang dari Titik Putih
PSIM Yogyakarta menjamu Semen Padang di Stadion Sultan Agung dengan ambisi meraih poin penuh. Sejak awal laga, PSIM tampil dominan dan menguasai aliran bola. Namun, rapatnya pertahanan Semen Padang membuat peluang sulit berbuah gol.
Sepanjang babak pertama, PSIM terus menekan. Beberapa situasi berbahaya tercipta dari pergerakan lini tengah. Akan tetapi, penyelesaian akhir belum menemui sasaran.
Momentum krusial hadir pada menit ke-60. Wasit Ko Hyung-Jin menunjuk titik putih setelah pelanggaran di kotak penalti. Pada laga ini, VAR tidak aktif sehingga keputusan diambil tanpa tinjauan tambahan.
Eksekusi Ze Valente Tentukan Hasil
Gelandang PSIM, Ze Valente, maju sebagai algojo. Ia menjalankan tugas dengan tenang dan membawa PSIM unggul 1-0. Gol tersebut menjadi pembeda dalam pertandingan yang berjalan ketat.
Tertinggal satu gol, Semen Padang mencoba merespons. Pelatih memasukkan dua pemain ofensif, Muhammad Ridwan dan Armando Oropa. Pergantian ini bertujuan meningkatkan tekanan ke pertahanan PSIM.
Namun, upaya tersebut tidak berjalan efektif. PSIM tetap disiplin menjaga kedalaman lini belakang. Selain itu, transisi bertahan mereka mampu mematahkan serangan balik lawan.
Hingga peluit akhir, skor 1-0 bertahan. Kemenangan ini membawa PSIM naik ke peringkat keenam klasemen dengan 27 poin. Sebaliknya, Semen Padang masih terpuruk di zona degradasi dengan 10 poin.
Persis Solo Terpuruk di Stadion Manahan
Nasib berbeda dialami Persis Solo saat menjamu Persita Tangerang di Stadion Manahan. Dukungan penuh suporter tidak mampu mengangkat performa tuan rumah. Persis justru tertinggal cepat di awal laga.
Gol pembuka Persita tercipta pada menit kelima melalui Matheus Alves. Situasi ini langsung mengguncang mental Persis. Beberapa menit kemudian, tekanan kembali berbuah gol.
Pada menit ke-14, Aleksa Andrejic menggandakan keunggulan Persita. Persis terlihat kesulitan mengorganisasi pertahanan. Ruang antar lini terbuka lebar.
Tekanan tidak berhenti hingga akhir babak pertama. Menjelang turun minum, Andrejic mencetak gol keduanya. Persita menutup babak pertama dengan keunggulan telak 3-0.
Reaksi Persis Tak Cukup
Memasuki babak kedua, Persis mencoba bangkit. Intensitas permainan meningkat dan tekanan diarahkan ke pertahanan Persita. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil.
Gol hiburan Persis tercipta pada menit ke-62 melalui Gervane Kastaneer. Gol ini sempat menghidupkan harapan publik Manahan. Namun, momentum tidak berlanjut.
Persita tampil lebih rapi setelah kebobolan. Mereka menjaga jarak antarlini dan menutup ruang tembak. Hingga laga usai, Persis gagal menambah gol.
Kekalahan 1-3 ini memperpanjang catatan buruk Persis. Laskar Sambernyawa kini gagal menang dalam 15 pertandingan beruntun. Posisi mereka semakin terpuruk di dasar klasemen dengan tujuh poin.
Dampak Klasemen dan Persaingan
Hasil pekan ini membawa perubahan signifikan. PSIM menjaga peluang bersaing di papan atas. Konsistensi menjadi kunci bagi mereka untuk menembus lima besar.
Di sisi lain, Persita meraih hasil positif. Kemenangan di Manahan membawa mereka naik ke peringkat kelima dengan 28 poin. Performa stabil membuat Persita semakin percaya diri.
Sebaliknya, tekanan kian besar mengarah ke Persis Solo. Dengan jarak poin yang melebar, situasi mereka semakin genting. Setiap laga ke depan menjadi penentuan.
Evaluasi untuk Duo Mataram
Performa PSIM menunjukkan kedewasaan dalam mengelola laga ketat. Meski hanya menang tipis, tiga poin menjadi hasil maksimal. Efektivitas dan disiplin patut dipertahankan.
Sementara itu, Persis perlu evaluasi menyeluruh. Masalah pertahanan dan mental bertanding kembali terlihat. Tanpa perbaikan cepat, posisi juru kunci sulit dilepaskan.
Penutup
Pekan ke-16 BRI Super League menghadirkan kontras tajam bagi duo Mataram. PSIM Yogyakarta merayakan kemenangan penting, sedangkan Persis Solo kembali menelan pil pahit di kandang. Dua hasil ini menegaskan bahwa konsistensi dan kesiapan mental menjadi faktor penentu dalam persaingan ketat musim 2025/2026.






