Hasil Dortmund vs Bayern menghadirkan sosok Harry Kane yang tegaskan dominasi Die Roten di Der Klassiker pada laga Bundesliga 2025/2026. Dalam duel panas di Signal Iduna Park, Bayern Munchen menundukkan Borussia Dortmund dengan skor 3-2. Laga bertajuk Der Klassiker itu berlangsung sengit hingga menit akhir.
Bayern memastikan kemenangan berkat dua gol Harry Kane dan satu gol krusial Joshua Kimmich. Sementara itu, Dortmund mencetak gol melalui Nico Schlotterbeck dan Daniel Svensson. Tambahan tiga poin membuat Bayern semakin kokoh di puncak dengan 63 poin, sedangkan Dortmund tertahan di angka 52.
Babak Pertama: Dortmund Unggul Lebih Dulu
Bermain di kandang sendiri, Dortmund mencoba tampil agresif. Namun, Bayern justru lebih dominan dalam penguasaan bola sejak menit awal. Tim tamu mengontrol tempo dan menekan lini tengah tuan rumah.
Seiring waktu berjalan, tensi pertandingan meningkat. Duel fisik terjadi di berbagai sektor lapangan. Kedua tim bermain dengan intensitas tinggi, sesuai karakter Der Klassiker.
Meski berada dalam tekanan, Dortmund mampu mencuri gol lebih dulu. Pada pertengahan babak pertama, Nico Schlotterbeck menyambut tendangan bebas Daniel Svensson. Sundulannya mengarah tajam ke gawang dan membawa Dortmund unggul 1-0.
Gol tersebut mengubah dinamika laga. Bayern mencoba merespons dengan meningkatkan tekanan. Namun, hingga turun minum, skor 1-0 tetap bertahan untuk keunggulan tuan rumah.
Babak Kedua: Kebangkitan Bayern Munchen
Memasuki babak kedua, Bayern langsung meningkatkan intensitas. Mereka menekan sejak awal untuk mencari gol penyama kedudukan. Strategi itu membuahkan hasil cepat.
Pada menit ke-54, Serge Gnabry mengirim umpan sundulan ke dalam kotak penalti. Harry Kane memanfaatkannya dengan penyelesaian tenang. Skor berubah menjadi 1-1.
Gol tersebut memicu momentum bagi tim asuhan Vincent Kompany. Bayern semakin agresif dan menekan pertahanan Dortmund. Serangan demi serangan terus dilancarkan.
Pada menit ke-69, Bayern mendapat penalti. Schlotterbeck melanggar Josip Stanisic di dalam kotak terlarang. Kane yang maju sebagai algojo menuntaskan tugasnya dengan sempurna. Bayern berbalik unggul 2-1.
Balasan Dortmund dan Gol Penentu
Tertinggal satu gol, Dortmund meningkatkan tekanan. Tim asuhan Niko Kovac tidak menyerah begitu saja. Mereka mencoba menguasai bola lebih lama untuk membangun serangan.
Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-83. Marcel Sabitzer mengirim umpan silang akurat ke kotak penalti. Daniel Svensson menyambutnya dan mencetak gol penyama kedudukan. Skor menjadi 2-2 dan laga kembali terbuka.
Namun, Bayern menunjukkan respons instan. Hanya tiga menit berselang, Joshua Kimmich melepaskan tendangan voli keras dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras ke gawang dan membawa Bayern unggul 3-2.
Gol tersebut menjadi momen penentu pertandingan. Dortmund mencoba menekan di sisa waktu, tetapi pertahanan Bayern tetap disiplin. Skor 3-2 bertahan hingga peluit akhir.
Statistik dan Dampak Klasemen
Secara statistik, Bayern tampil lebih dominan. Mereka mencatat 64 persen penguasaan bola dan melepaskan 14 tembakan. Enam di antaranya tepat sasaran.
Sebaliknya, Dortmund hanya menghasilkan sembilan percobaan dengan dua mengarah ke gawang. Statistik tersebut menunjukkan efektivitas Bayern dalam memanfaatkan peluang.
Selain itu, lini tengah Bayern bekerja sangat solid. Kombinasi Kimmich dan Pavlovic mampu mengontrol permainan. Hal itu menjadi faktor penting dalam kemenangan mereka.
Tambahan tiga poin membuat Bayern semakin menjauh dari kejaran Dortmund di klasemen. Selisih 11 poin kini memisahkan kedua tim. Oleh karena itu, tekanan berada di pihak Dortmund untuk bangkit di laga berikutnya.
Kane dan Mentalitas Juara
Penampilan Harry Kane kembali menjadi sorotan. Dua golnya membuktikan peran vitalnya dalam skema serangan Bayern. Ketajaman dan ketenangannya menjadi pembeda di laga besar.
Selain itu, respons cepat Bayern setelah kebobolan menunjukkan mentalitas juara. Mereka tidak panik dan tetap fokus pada rencana permainan. Konsistensi seperti ini penting dalam perburuan gelar.
Der Klassiker kali ini menegaskan dominasi Bayern di panggung Bundesliga. Meski Dortmund memberi perlawanan sengit, kualitas individu dan kedalaman skuad Bayern lebih menentukan.
Dengan performa seperti ini, Bayern mempertegas posisi sebagai kandidat terkuat juara musim ini. Dortmund harus segera menemukan konsistensi jika ingin tetap bersaing.






