Friday, January 16, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga PerancisHarapan Besar Berujung Tanda Tanya: Cedera Paul Pogba Mulai Uji Kesabaran AS...

Harapan Besar Berujung Tanda Tanya: Cedera Paul Pogba Mulai Uji Kesabaran AS Monaco

Cedera Paul Pogba di Monaco menjadi bagian yang paling sering disorot seiring meningkatnya rasa frustrasi di internal klub Ligue 1 tersebut. Kehadiran gelandang berusia 32 tahun itu semula diproyeksikan sebagai titik balik, tetapi realita di lapangan berjalan jauh dari rencana awal.


Awal Antusiasme dan Proyek Besar Monaco

AS Monaco membuka lembaran baru ketika merekrut Paul Pogba setelah sang pemain berpisah dengan Juventus. Kedatangan Pogba membawa harapan besar, karena pengalaman dan mental juara dunia dinilai mampu mengangkat kualitas ruang ganti.

- Advertisement -
asia9QQ

Selain itu, manajemen melihat transfer ini sebagai proyek jangka menengah. Pogba diharapkan menjadi pemimpin lini tengah yang mengatur tempo dan memberi stabilitas permainan. Oleh karena itu, ekspektasi publik Stade Louis II pun melonjak sejak awal musim.

Namun, perjalanan yang diharapkan mulus justru diwarnai hambatan. Sejak resmi bergabung, proses adaptasi Pogba tidak pernah benar-benar mencapai tahap ideal. Kondisi fisik menjadi faktor penghambat utama yang mengubah arah rencana klub.


Menit Bermain Minim dan Cedera Berulang

Fakta di lapangan menunjukkan Pogba lebih sering berada di ruang perawatan ketimbang lapangan hijau. Pada musim Ligue 1 2025/2026, ia hanya mencatat tiga penampilan dengan total waktu bermain sekitar 30 menit.

Masalah kebugaran kembali muncul menjelang pergantian tahun. Cedera betis terbaru memaksanya absen dari beberapa laga penting, termasuk duel melawan Lorient. Oleh karena itu, kontribusinya nyaris tak terasa dalam persaingan papan atas liga.

Situasi ini berdampak langsung pada ritme tim. Monaco kehilangan opsi berpengalaman di lini tengah, sementara staf pelatih harus terus menyesuaikan skema. Selain itu, peluang Pogba kembali ke Timnas Prancis pun semakin menipis seiring minimnya menit bermain.


Frustrasi Manajemen Mulai Terbuka

Kondisi tersebut membuat manajemen tidak bisa lagi menutup kekecewaan. CEO AS Monaco, Thiago Scuro, secara terbuka mengakui bahwa rencana awal klub belum berjalan sesuai harapan.

Menurut Scuro, Monaco telah menyusun program pemulihan yang detail sejak musim panas. Akan tetapi, cedera kecil di berbagai bagian tubuh terus mengganggu kontinuitas proses. Karena itu, jadwal latihan dan target kebugaran Pogba harus berulang kali diubah.

Ia menegaskan bahwa klub tetap berkomitmen mencari solusi terbaik. Namun, Scuro juga mengakui tantangan besar dalam mengembalikan Pogba ke kondisi kompetitif. Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa kesabaran klub mulai diuji oleh waktu.


Dampak Teknis bagi Ambisi Tim

Absennya Pogba bukan sekadar masalah individu. Monaco kehilangan figur yang seharusnya menjadi penghubung antarlini. Tanpa kehadirannya, distribusi bola dan kontrol tempo kerap bergantung pada pemain yang lebih muda.

Selain itu, rencana rotasi menjadi kurang fleksibel. Staf pelatih harus memaksimalkan sumber daya yang ada, terutama saat jadwal padat. Oleh karena itu, beban fisik pemain lain meningkat dan berpotensi memunculkan masalah baru.

Dalam konteks persaingan Ligue 1, kondisi ini jelas merugikan. Monaco membutuhkan konsistensi untuk menjaga posisi di papan atas. Ketidakhadiran pemain kunci seperti Pogba membuat margin kesalahan semakin kecil.


Masa Depan yang Masih Abu-Abu

Cedera yang tak kunjung usai memunculkan spekulasi soal masa depan Pogba di Monaco. Opsi perpisahan pada musim panas mendatang mulai dibicarakan di kalangan pengamat.

Meski demikian, manajemen menegaskan situasi kontrak Pogba tidak sederhana. Ada sejumlah klausul dan pertimbangan yang membuat keputusan besar belum bisa diambil sekarang. Oleh karena itu, klub memilih tetap menjalankan rencana pemulihan yang ada.

Monaco berharap kerja keras ini akhirnya membuahkan hasil. Jika Pogba mampu kembali fit dalam waktu dekat, proyek ini masih bisa diselamatkan. Namun, jika kondisi tak berubah, klub harus bersiap menghadapi skenario alternatif demi menjaga stabilitas jangka panjang.

Tekanan Waktu dan Batas Kesabaran Proyek

Seiring berjalannya musim, faktor waktu menjadi elemen paling krusial dalam kasus Pogba. Monaco tidak memiliki kemewahan menunggu terlalu lama, karena target kompetitif menuntut hasil nyata. Oleh karena itu, staf medis dan pelatih harus menyelaraskan pemulihan dengan kebutuhan tim. Setiap pekan tanpa progres mempersempit ruang toleransi. Selain itu, dinamika ruang ganti ikut terpengaruh ketika pemain senior tak kunjung berkontribusi. Manajemen memahami nilai pengalaman Pogba, tetapi keseimbangan skuad tetap prioritas. Jika dalam periode mendatang belum ada kemajuan signifikan, evaluasi lanjutan hampir pasti dilakukan untuk melindungi kepentingan klub.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments