Gol Luka Modric antar AC Milan memastikan kemenangan penting atas Pisa pada pekan ke-25 Serie A. Bertanding di Stadion Romeo Anconetani, Sabtu (14/2) dini hari WIB, Rossoneri menang 2-1 dalam laga yang berlangsung ketat dan penuh drama.
AC Milan datang dengan target tiga poin karena persaingan papan atas semakin sengit. Sementara itu, Pisa berupaya keluar dari posisi juru kunci klasemen.
Hasil tersebut membuat Milan terus menjaga tren positif. Tambahan poin mengokohkan posisi mereka di papan atas Serie A musim ini.
Babak Pertama Ketat, Loftus-Cheek Buka Keunggulan
Sejak menit awal, kedua tim bermain hati-hati dan tidak banyak memberi ruang. Intensitas cukup tinggi, tetapi peluang bersih masih minim.
Secara statistik, Pisa hanya mencatat 0,39 expected goals dari dua percobaan. Di sisi lain, Milan membukukan 0,6 xG sepanjang babak pertama.
Kesempatan emas sempat dimiliki Pisa melalui Filip Stojilkovic. Penyerang itu lolos dari kawalan dan berhadapan langsung dengan Mike Maignan.
Namun, Maignan menunjukkan refleks cepat dan menggagalkan peluang tersebut. Penyelamatan itu menjaga Milan tetap dalam posisi aman.
Tak lama berselang, Milan memanfaatkan momentum. Ruben Loftus-Cheek masuk ke kotak penalti dan menanduk bola dari jarak dekat.
Umpan silang Zachary Athekame mengarah tepat ke kepala Loftus-Cheek. Bola bersarang di gawang Pisa dan membawa Rossoneri unggul 1-0.
Keunggulan tersebut bertahan hingga turun minum. Selain itu, Milan tampil lebih efektif dalam memaksimalkan peluang yang ada.
Penalti Gagal dan Gol Balasan Pisa
Memasuki babak kedua, laga langsung berjalan lebih terbuka. Milan mendapat kesempatan emas untuk menggandakan keunggulan pada menit ke-45.
Wasit menunjuk titik putih setelah terjadi pelanggaran di kotak terlarang. Niclas Fullkrug maju sebagai eksekutor, tetapi tembakannya gagal menghasilkan gol.
Kiper Pisa mampu membaca arah bola dan menggagalkan penalti tersebut. Kegagalan itu memberi semangat tambahan bagi tuan rumah.
Pisa kemudian perlahan membangun tekanan. Serangan mereka tidak terlalu berbahaya, tetapi konsistensi mulai terlihat.
Pada menit ke-71, Felipe Loyola mencetak gol penyama kedudukan. Tembakannya mengarah tepat ke sudut gawang dan tak mampu dijangkau Maignan.
Skor berubah menjadi 1-1 dan Milan berada dalam tekanan. Karena itu, Massimiliano Allegri segera melakukan perubahan strategi.
Rafael Leao, Samuele Ricci, dan Christian Pulisic masuk untuk menambah daya serang. Pergantian tersebut membawa dampak signifikan pada ritme permainan.
Gol Luka Modric dan Drama Kartu Merah
Masuknya Ricci memberi keseimbangan baru di lini tengah. Distribusi bola Milan menjadi lebih cepat dan terarah.
Pada menit ke-85, Luka Modric muncul sebagai penentu. Gelandang veteran itu memanfaatkan situasi di depan kotak penalti.
Ricci terlibat dalam proses terciptanya peluang tersebut. Modric kemudian melepaskan tembakan terukur yang tak mampu dihentikan kiper Pisa.
Gol itu membuat Milan kembali unggul 2-1. Yang terpenting, momentum kembali berpihak kepada Rossoneri menjelang akhir laga.
Namun, drama belum berakhir. Adrien Rabiot menerima dua kartu kuning dalam waktu singkat pada menit 90+1.
Akibatnya, Milan harus bermain dengan 10 orang di sisa waktu pertandingan. Meski demikian, waktu yang tersisa tidak cukup bagi Pisa untuk menyamakan skor.
Wasit akhirnya meniup peluit panjang dan memastikan kemenangan Milan. Oleh karena itu, Rossoneri berhasil membawa pulang tiga poin penting dari kandang lawan.
Hasil ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Milan menjadi 23 laga beruntun di Serie A. Mereka kini berada di peringkat kedua klasemen dengan 53 poin.
Sebaliknya, Pisa tetap terpuruk di dasar klasemen dengan 15 poin dari 25 pertandingan. Situasi tersebut menuntut perbaikan cepat pada laga berikutnya.
Susunan Pemain dan Fokus Laga Berikutnya
Pisa tampil dengan formasi 3-4-2-1. Nicolas menjaga gawang, sementara Rosen Bozhinov, Antonio Caracciolo, dan Simone Canestrelli mengisi lini belakang.
Samuele Angori, Idrissa Toure, Michel Aebischer, serta Felipe Loyola bermain di sektor tengah. Stefano Moreo dan Matteo Tramoni mendukung Filip Stojilkovic di depan.
AC Milan menggunakan skema 3-5-2. Mike Maignan berdiri di bawah mistar dengan Strahinja Pavlovic, Matteo Gabbia, dan Fikayo Tomori sebagai bek.
Davide Bartesaghi, Adrien Rabiot, Luka Modric, Youssouf Fofana, dan Zachary Athekame mengisi lini tengah. Christopher Nkunku serta Ruben Loftus-Cheek memimpin lini serang.
Kemenangan ini mempertegas daya saing Milan dalam perburuan gelar. Selain itu, konsistensi menjadi kunci utama menjaga posisi di papan atas.
Pisa perlu segera bangkit agar tidak semakin tertinggal. Kompetisi masih menyisakan banyak pertandingan, sehingga peluang bertahan tetap terbuka.






