Friday, January 16, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga IndonesiaGabriel Silva ke Arema FC, Rekrutan Asing dengan Jejak Persahabatan Bersama Vinicius...

Gabriel Silva ke Arema FC, Rekrutan Asing dengan Jejak Persahabatan Bersama Vinicius Junior

Gabriel Silva berlabuh ke Arema FC telah menjadi sorotan menarik jelang putaran kedua BRI Super League 2025/26. Winger asal Brasil itu resmi bergabung dengan Singo Edan dan membawa cerita unik dari masa mudanya. Nama Gabriel pernah tumbuh bersama Vinicius Junior di akademi Flamengo, sebuah fakta yang menambah dimensi berbeda pada rekrutan anyar Arema FC.

Kedatangan Gabriel tidak sekadar menambah kuota pemain asing. Arema FC melihatnya sebagai sosok dengan pengalaman lintas kompetisi dan mental bertahan yang teruji. Oleh karena itu, manajemen berharap adaptasinya berjalan cepat untuk membantu tim bersaing di papan tengah.

- Advertisement -
asia9QQ

Selain latar belakang akademi elite, perjalanan karier Gabriel juga penuh dinamika. Ia pernah berada di persimpangan sulit sebelum akhirnya menemukan kembali jalur profesional di Asia Tenggara. Kisah tersebut kini berlanjut di Indonesia bersama Arema FC.

Jejak Akademi dan Persahabatan dengan Vinicius Junior

Gabriel Silva dan Vinicius Junior menimba ilmu di akademi Flamengo U-20 pada periode yang sama. Keduanya beroperasi sebagai winger dan berkembang dalam lingkungan kompetitif. Namun, jalur karier mereka mulai berpisah pada 2017.

Pada tahun tersebut, Vinicius promosi ke tim senior Flamengo. Setelah itu, ia langsung mencuri perhatian Eropa dan akhirnya bergabung dengan Real Madrid. Sementara itu, Gabriel menjalani masa peminjaman ke Veranopolis untuk mencari jam terbang.

Perbedaan jalur tersebut tidak memutus hubungan personal. Gabriel mengakui komunikasi mereka masih terjalin hingga kini. Baginya, Vinicius tetap menjadi teman lama yang tumbuh bersama di fase awal karier.

Pengalaman berada di lingkungan akademi top Brasil membentuk dasar teknik dan mental Gabriel. Meski tidak menapaki panggung elite Eropa, fondasi tersebut menjadi bekal penting dalam perjalanan profesionalnya. Oleh karena itu, Arema FC menilai latar belakang ini relevan untuk kompetisi domestik.

Karier Berliku dan Kebangkitan di Asia Tenggara

Perjalanan Gabriel Silva tidak selalu berjalan mulus. Pada 2021, ia sempat berada dalam fase tanpa klub. Situasi tersebut menjadi ujian mental yang berat bagi pemain muda Brasil.

Namun, momentum kebangkitan datang pada 2022. Gabriel memutuskan merantau ke Asia Tenggara dan bergabung dengan Angkor Tiger di Kamboja. Langkah ini menjadi titik balik penting dalam kariernya.

Musim berikutnya, ia pindah ke Svay Rieng dan meraih dua gelar juara. Kontribusinya di sektor sayap membuat namanya kembali diperhitungkan. Oleh karena itu, reputasinya mulai terbangun sebagai winger pekerja keras.

Pada 2025, Gabriel melanjutkan karier ke Liga Super Malaysia bersama Terengganu FC. Pengalaman di level tersebut memperkaya pemahamannya tentang sepak bola Asia. Setelah itu, tawaran dari Indonesia datang dan ia memilih Arema FC sebagai tujuan berikutnya.

Keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan tantangan baru. Gabriel menyadari Liga 1 memiliki intensitas tinggi dan tekanan suporter besar. Meski demikian, ia melihat peluang berkembang masih terbuka.

Proses Adaptasi di Arema FC

Sejak pertengahan Januari 2026, Gabriel Silva mulai mengikuti sesi latihan Arema FC di lapangan DFP, Kabupaten Malang. Kehadirannya disambut positif oleh staf pelatih dan pemain. Terutama, para pemain asing yang berbahasa Portugis membantu proses awal adaptasi.

Komunikasi dengan pemain lokal masih berlangsung bertahap. Namun, kemampuan bahasa Inggris menjadi jembatan penting. Oleh karena itu, proses integrasi dinilai berjalan realistis dan terukur.

Dari sisi teknis, Gabriel dikenal sebagai winger yang mengandalkan kecepatan dan pergerakan tanpa bola. Karakter tersebut sesuai dengan kebutuhan Arema FC yang ingin meningkatkan daya gedor dari sisi sayap. Selain itu, etos kerjanya dinilai cocok dengan gaya bermain kompetitif Liga 1.

Pelatih Arema FC juga menekankan pentingnya adaptasi taktik. Gabriel tidak dituntut langsung menjadi pembeda, tetapi diharapkan memahami struktur permainan tim. Dengan pendekatan ini, tekanan awal bisa diminimalkan.

Harapan Arema FC di Putaran Kedua

Arema FC mendatangkan Gabriel Silva bukan hanya karena kisah masa lalunya. Klub melihatnya sebagai investasi jangka pendek yang fungsional. Pengalaman lintas negara menjadi nilai tambah dalam persaingan ketat BRI Super League.

Selain itu, latar belakang persahabatan dengan Vinicius Junior memberi motivasi personal bagi Gabriel. Ia ingin membuktikan bahwa jalur karier berbeda tidak menghapus ambisi profesional. Oleh karena itu, performa di Indonesia menjadi panggung pembuktian berikutnya.

Manajemen Arema FC berharap kehadiran Gabriel menambah kedalaman skuad. Dengan jadwal padat, rotasi menjadi krusial untuk menjaga konsistensi. Jika adaptasi berjalan lancar, kontribusinya bisa terasa sejak awal putaran kedua.

Bagi Singo Edan, kisah Gabriel Silva adalah kombinasi cerita dan strategi. Rekrutan ini membawa pengalaman, mental bertahan, serta motivasi pribadi. Semua faktor tersebut diharapkan memperkuat daya saing Arema FC di sisa musim.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments