Thursday, February 26, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga IndonesiaEmpat Bintang BRI Super League yang Layak Masuk Radar John Herdman untuk...

Empat Bintang BRI Super League yang Layak Masuk Radar John Herdman untuk Timnas Indonesia

Empat Bintang BRI Super League yang pantas dilirik John Herdman mulai menjadi perbincangan menjelang agenda Timnas Indonesia berikutnya. Pelatih anyar skuad Garuda tersebut terus memantau pemain potensial demi memperkuat komposisi tim.

Sejak resmi menangani Timnas Indonesia, John Herdman langsung aktif bergerak. Ia menghadiri sejumlah pertandingan BRI Super League 2025/2026, bahkan terlihat memantau laga di Pegadaian Championship.

- Advertisement -
asia9QQ

Langkah itu menunjukkan keseriusannya membangun tim yang kompetitif. Terpenting, ia ingin memastikan setiap pemain yang dipanggil benar-benar sesuai kebutuhan taktik.

Bola.net menilai setidaknya ada empat pemain yang tampil konsisten musim ini. Performa mereka bersama klub masing-masing layak mendapat perhatian khusus.

Ezra Walian Tampil Matang Bersama Persik Kediri

Ezra Walian menjalani musim yang sangat impresif bersama Persik Kediri. Pemain berusia 28 tahun tersebut menunjukkan transformasi signifikan dalam permainannya.

Ia sudah mencetak enam gol dan menyumbang delapan assist musim ini. Catatan tersebut membuktikan kontribusi nyata di lini serang Persik.

Menariknya, Ezra kini tidak lagi bermain sebagai penyerang murni. Ia beroperasi sebagai gelandang serang yang aktif membangun serangan.

Perubahan posisi itu membuatnya lebih terlibat dalam distribusi bola. Selain itu, ia terlihat lebih matang dalam membaca ruang dan tempo pertandingan.

Tipikal pemain kreatif seperti Ezra bisa memberi variasi di lini tengah Timnas Indonesia. Oleh karena itu, Herdman patut mempertimbangkannya sebagai opsi tambahan.

Teja Paku Alam Konsisten di Bawah Mistar Persib

Performa Teja Paku Alam musim ini juga patut diapresiasi. Kiper berusia 31 tahun tersebut menjadi pilar penting Persib Bandung.

Teja tampil stabil di BRI Super League maupun kompetisi Asia. Ia menunjukkan refleks cepat dan ketenangan saat menghadapi situasi krusial.

Praktis, ia sulit tergeser dari posisi utama di Persib. Konsistensi itu menjadi modal penting bagi penjaga gawang.

Memang, posisi kiper Timnas Indonesia saat ini cukup kompetitif. Maarten Paes dan Emil Audero Mulyadi menjadi pilihan utama.

Meski demikian, Teja layak dipertimbangkan sebagai opsi ketiga. Pengalaman dan mentalitasnya bisa menjadi nilai tambah di skuad Garuda.

Jordy Wehrmann Beri Warna Baru di Lini Tengah

Jordy Wehrmann tampil impresif bersama Madura United. Pemain keturunan Belanda tersebut menikmati musim keduanya di Indonesia.

Ia berperan sebagai gelandang box to box dengan mobilitas tinggi. Karakter seperti ini masih terbatas di lini tengah Timnas Indonesia.

Kemampuannya menjaga keseimbangan antara bertahan dan menyerang sangat terlihat. Selain itu, ia aktif membantu distribusi bola dari lini kedua.

Namun, proses naturalisasi menjadi faktor penentu. Saat ini Wehrmann belum berstatus WNI sehingga PSSI perlu menyelesaikan administrasi terlebih dahulu.

Jika proses itu rampung, ia bisa menjadi alternatif menarik. Kehadirannya berpotensi memperkuat kedalaman lini tengah Garuda.

Dony Tri Pamungkas Tampil Solid di Sisi Kiri

Dony Tri Pamungkas juga menunjukkan perkembangan signifikan musim ini. Bek kiri Persija Jakarta tersebut tampil konsisten di usia 21 tahun.

Ia hampir tidak tergantikan di sisi kiri pertahanan Macan Kemayoran. Kecepatan dan ketenangannya saat bertahan menjadi nilai utama.

Sempat muncul kekhawatiran ketika Persija mendatangkan Shayne Pattynama. Namun, pelatih tetap memberi kepercayaan kepada Dony.

Kepercayaan itu dijawab dengan performa stabil di setiap pertandingan. Ia mampu menjaga disiplin posisi sekaligus membantu serangan.

Usianya yang masih muda memberi potensi jangka panjang bagi Timnas Indonesia. Selain itu, pengalaman bermain reguler di level tertinggi liga menjadi bekal penting.

Herdman Butuh Komposisi Seimbang

John Herdman menghadapi tantangan besar dalam membangun tim nasional. Agenda FIFA Series 2026 menjadi ujian awal kepemimpinannya.

Ia harus memilih pemain berdasarkan kebutuhan taktik, bukan sekadar nama besar. Oleh karena itu, pemantauan langsung menjadi langkah strategis.

Keempat pemain tersebut menawarkan profil berbeda. Ezra memberi kreativitas, Teja membawa pengalaman, Wehrmann menambah energi lini tengah, dan Dony memperkuat sektor pertahanan.

Selain kualitas teknis, konsistensi menjadi faktor utama. Tim nasional membutuhkan pemain yang mampu menjaga performa dalam jadwal padat.

Persaingan di skuad Garuda juga semakin ketat. Setiap pemain harus membuktikan diri lewat kontribusi nyata bersama klub.

Herdman tentu akan mempertimbangkan banyak aspek sebelum menentukan daftar panggilan. Namun, performa di BRI Super League menjadi indikator penting.

Fase persiapan ini menjadi momen evaluasi menyeluruh. Jika empat nama tersebut terus tampil impresif, peluang dipanggil akan semakin besar.

Dengan pendekatan selektif dan berbasis performa, Timnas Indonesia diharapkan tampil lebih solid. Kini keputusan berada di tangan John Herdman.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments