Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola Indonesia setelah ayah Pratama Arhan, Sutrisno, dikabarkan wafat pada Minggu, 7 Desember 2025. Berita ini menyebar cepat melalui unggahan beberapa rekan Arhan di Timnas Indonesia. Selain itu, duka ini langsung memicu gelombang belasungkawa dari pemain nasional, mantan penggawa timnas, hingga para pendukung Tanah Air. Most importantly, peristiwa ini menunjukkan betapa kuat rasa kebersamaan di tengah komunitas sepak bola Indonesia.
Informasi awal mengenai kepergian Sutrisno disampaikan kiper Timnas Indonesia, Ernando Ari, melalui media sosial. Unggahan tersebut kemudian dikonfirmasi oleh mantan kapten timnas, Asnawi Mangkualam. Meskipun demikian, pihak keluarga dan klub tempat Arhan bernaung—Bangkok United—belum memberikan pernyataan resmi terkait waktu dan penyebab wafatnya almarhum. Karena itu, publik hanya mengandalkan informasi yang beredar dari para pemain dan kerabat dekat.
Gelombang Belasungkawa dari Rekan Setim dan Suporter
Ucapan dukacita mengalir deras sepanjang Minggu malam. Rekan-rekan Arhan di timnas, termasuk para pemain yang kini berkarier di luar negeri, turut menyampaikan doa dan dukungan moral. Selain itu, banyak suporter mengirim pesan empati, berharap Arhan diberi ketabahan menghadapi kehilangan besar ini.
Belasungkawa tersebut tidak hanya mencerminkan kedekatan personal antarpemain, tetapi juga menggambarkan bagaimana publik sepak bola Indonesia menghargai perjalanan Arhan. Because ia dikenal sebagai sosok pekerja keras, dukungan moral pun menjadi sesuatu yang sangat berarti baginya di tengah beban emosional yang harus ia pikul.
Di platform media sosial, tagar mengenai Arhan dan keluarganya sempat menjadi sorotan. Banyak pendukung menulis pesan harapan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Selain itu, mereka berharap Arhan dapat kembali ke lapangan dengan kekuatan baru setelah masa berkabung.
Perjalanan Karier yang Terus Menanjak
Terlepas dari duka mendalam ini, perjalanan karier Pratama Arhan sepanjang 2025 menunjukkan grafik positif. Pada Januari 2025, ia resmi bergabung dengan Bangkok United setelah kontraknya di Suwon FC Korea Selatan berakhir. Transisi ke Liga Thailand menjadi langkah penting karena ia memperoleh menit bermain lebih banyak.
Awal kariernya di Thailand berjalan mulus. Pada Februari 2025, Arhan dinobatkan sebagai “Young Player of the Week” oleh Thai League. Prestasi ini muncul karena kontribusinya sebagai bek kiri yang aktif membantu serangan dan disiplin menjaga ruang. Therefore, ia mulai dipandang sebagai salah satu pemain Indonesia yang mampu bersaing di liga luar negeri secara konsisten.
Sebelum berkiprah di Thailand, Arhan meniti karier dari klub lokal Indonesia. Ia kemudian sempat berkarier di Jepang bersama Tokyo Verdy sebelum pindah ke Korea Selatan. Pengalaman bermain di tiga negara Asia membuatnya berkembang sebagai pemain yang matang secara taktik.
Profesionalisme dalam Situasi Sulit
Arhan dikenal menjaga hubungan dekat dengan keluarganya meski berkarier di luar negeri. Beberapa bulan sebelum kabar duka ini, ia sempat pulang ke Indonesia untuk menjenguk keluarga. Karena itu, berita kepergian ayahanda menjadi pukulan emosional besar. Situasi ini semakin berat karena ia tetap memikul tuntutan profesionalisme sebagai atlet.
Sebagian besar pemain yang pernah mengalami kehilangan anggota keluarga memahami betapa sulitnya menjaga fokus di lapangan ketika hati sedang berduka. Besides that, tekanan kompetitif dalam sepak bola profesional membuat pemain tidak selalu memiliki ruang yang cukup untuk beristirahat secara mental. Dorongan dari rekan setim dan suporter pun menjadi bagian penting dalam proses pemulihan emosional.
Respons publik terhadap situasi Arhan memperlihatkan solidaritas yang menghangatkan. Pesan dukungan berbunyi harapan agar ia diberi kesabaran dan dapat melewati masa sulit ini dengan kekuatan. Most importantly, masyarakat sepak bola Tanah Air berharap Arhan tetap diberikan kesehatan dan keteguhan hati sambil mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik.
Makna Dukungan Publik bagi Arhan dan Dunia Sepak Bola Indonesia
Kepergian ayahanda Arhan bukan hanya kehilangan bagi sang pemain, tetapi juga meninggalkan kesedihan bagi banyak orang yang mengikuti perjalanan kariernya. Karena ia merupakan figur penting di Timnas Indonesia, simpati terhadapnya datang dari berbagai kalangan.
Gelombang doa dan dukungan tersebut menunjukkan bahwa sepak bola memiliki kekuatan sosial yang sangat besar. Selain menjadi hiburan, sepak bola juga mengikat emosi jutaan orang. Therefore, ketika salah satu pemain mengalami situasi berat, masyarakat pun bergerak memberikan kekuatan moral.
Pada akhirnya, duka ini menjadi pengingat bahwa perjalanan seorang atlet tidak hanya diisi dengan kemenangan dan prestasi, tetapi juga tantangan kehidupan pribadi yang membutuhkan ketabahan luar biasa. Arhan kini menghadapi perjalanan emosional penting, dan dukungan publik diharapkan dapat membantunya melewati masa sulit ini dengan lebih kuat.






