Manchester City gagal membawa pulang tiga poin dari Stadium of Light setelah bermain imbang 0-0 melawan Sunderland pada pekan ke-19 Premier League 2025/2026. Pertandingan yang digelar Jumat, 2 Januari 2026 WIB tersebut memperlihatkan dominasi City yang tidak berujung gol. Oleh karena itu, hasil ini menjadi catatan penting dalam persaingan papan atas liga.
Sepanjang laga, City menguasai bola hingga 67 persen dan menciptakan 14 tembakan. Namun, efektivitas menjadi masalah utama. Di sisi lain, Sunderland tampil disiplin dan mampu memaksimalkan setiap peluang yang mereka dapatkan.
Performa gemilang kiper tuan rumah, Robin Roefs, menjadi faktor kunci. Selain itu, tiang gawang juga beberapa kali menggagalkan peluang emas City. Hasil imbang ini membuat City tetap di peringkat kedua klasemen, sementara Sunderland bertahan nyaman di posisi tujuh.
Tekanan Awal City dan Respons Disiplin Sunderland
Sejak menit awal, Manchester City langsung mengambil kendali permainan. Tekanan tinggi membuat Sunderland lebih banyak bertahan. Bahkan, City sempat mencetak gol cepat melalui Bernardo Silva.
Namun, gol tersebut dianulir karena posisi offside Erling Haaland dalam proses terjadinya gol. Keputusan ini mengubah momentum awal laga. Sunderland kemudian mulai berani keluar dari tekanan.
Tim tuan rumah merespons dengan serangan balik cepat. Pada menit ke-19, Brian Brobbey memaksa Gianluigi Donnarumma melakukan penyelamatan penting. Peluang itu menjadi sinyal bahwa Sunderland tidak hanya bertahan.
Beberapa menit berselang, Eliezer Mayenda dan Trai Hume juga menciptakan ancaman. Meski gagal berbuah gol, peluang tersebut menunjukkan efektivitas pendekatan Sunderland.
Babak Pertama Berjalan Ketat dan Minim Celah
City kesulitan mengalirkan bola ke area berbahaya. Sunderland menutup ruang dengan rapi dan memaksa City melepaskan tembakan dari posisi kurang ideal. Situasi ini membuat dominasi City terasa semu.
Peluang terbaik City di babak pertama datang pada menit ke-37. Erling Haaland melepaskan tembakan jarak dekat, tetapi Robin Roefs mampu mengamankan bola tepat di garis gawang. Penyelamatan tersebut mendapat sambutan meriah dari publik tuan rumah.
Menjelang turun minum, Sunderland kembali mengancam. Sundulan Trai Hume hanya melenceng tipis dari gawang City. Babak pertama pun berakhir tanpa gol, dengan Sunderland justru terlihat lebih tajam meski kalah penguasaan bola.
Pergantian Rodri dan Intensitas Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Pep Guardiola langsung melakukan perubahan. Rodri dimasukkan untuk meningkatkan kontrol lini tengah. Dampaknya langsung terasa pada tempo permainan City.
Peluang cepat hadir melalui Savinho dan Haaland. Namun, penyelesaian akhir kembali menjadi kendala. Sunderland tidak tinggal diam dan membalas lewat tembakan Simon Adingra serta Mayenda.
Donnarumma kembali menjadi penyelamat City dengan dua penyelamatan beruntun. Oleh karena itu, duel kiper menjadi sorotan utama dalam fase ini. Kedua tim saling menekan tanpa menghasilkan gol.
Roefs dan Tiang Gawang Jadi Penyelamat Sunderland
Tekanan City semakin intens melalui sisi sayap, terutama lewat Jeremy Doku. Peluang emas hadir pada menit ke-65 ketika Josko Gvardiol menyambut umpan Rodri. Sundulannya ditepis dengan refleks luar biasa oleh Roefs.
Momen paling dramatis terjadi pada menit ke-74. Gvardiol melakukan flick akrobatik yang berhasil melewati Roefs. Namun, bola justru membentur tiang gawang dan keluar.
Situasi tersebut membuat frustrasi City. Sunderland bertahan dengan disiplin hingga menit akhir. Bahkan, peluang terakhir City melalui Tijjani Reijnders kembali digagalkan Roefs.
Statistik Dominan City, Efektivitas Jadi Pembeda
Secara statistik, City unggul dalam hampir semua aspek. Mereka mencatat lebih banyak operan dengan akurasi tinggi. Namun, jumlah tembakan tepat sasaran kedua tim sama.
Sunderland bermain efisien dan terorganisasi. Pendekatan ini berhasil meredam kreativitas City. Oleh karena itu, hasil imbang terasa adil bagi tuan rumah.
Bagi City, hasil ini menjadi peringatan. Dominasi tanpa ketajaman tidak cukup untuk meraih kemenangan. Guardiola perlu menemukan solusi agar tekanan berbuah gol.
Dampak Hasil bagi Klasemen
Tambahan satu poin membuat City mengoleksi 41 poin dari 19 laga. Mereka tetap berada di posisi kedua, namun gagal mendekati pemuncak klasemen. Hasil ini bisa berdampak dalam persaingan gelar.
Sementara itu, Sunderland semakin percaya diri. Bertahan di posisi tujuh dengan 29 poin menjadi bukti konsistensi mereka musim ini. Stadion of Light kembali terbukti sebagai tempat yang sulit ditaklukkan.






