Timnas Indonesia U-17 saat ini tengah mengusung misi besar: menembus putaran final Piala Dunia U-17 2025. Harapan itu tidak hanya tertanam dalam strategi dan latihan keras, tetapi juga dalam doa yang tulus dari setiap pemain, termasuk salah satu pemain andalan, Fadly Alberto. Saat berada di Tanah Suci, pemain muda ini menyempatkan diri memanjatkan harapan besar di depan Ka’bah, simbol spiritual umat Islam. Momen itu menjadi refleksi perjalanan hidupnya yang luar biasa, dari keterbatasan ekonomi hingga merumput bersama Garuda Muda di pentas Asia.
Momen Spiritualitas di Tanah Suci: Doa Fadly Alberto di Depan Ka’bah
Piala Asia U-17 2025 yang digelar di Arab Saudi membuka peluang unik bagi para pemain Timnas Indonesia U-17, khususnya yang beragama Islam. Mereka berkesempatan untuk menjalankan ibadah dan berdoa langsung di depan Ka’bah. Salah satunya adalah Fadly Alberto, winger lincah milik Bhayangkara FC yang menjadi tumpuan di sektor kiri serangan Garuda Muda.
Dalam video yang dibagikan akun resmi Timnas Indonesia di platform X (dulu Twitter), Fadly mengungkapkan kekagumannya, “Biasanya saya hanya bisa berdoa di pinggir lapangan. Sekarang saya diberi kesempatan untuk berdoa langsung di depan Ka’bah,” ujarnya dengan penuh rasa syukur.
Momen spiritual itu menjadi penguat tekad bagi Fadly. Ia berharap doanya dikabulkan, agar Timnas Indonesia U-17 bisa mencatat sejarah dengan lolos ke putaran final Piala Dunia U-17 2025. Bagi Fadly, keberhasilan ini bukan hanya soal prestasi, melainkan juga tentang pembuktian dan keajaiban perjuangan.
Dari Kesederhanaan ke Panggung Internasional: Kisah Inspiratif Fadly Alberto
Di balik senyum dan semangat yang ia tunjukkan di lapangan, tersimpan kisah hidup yang penuh tantangan. Fadly Alberto lahir dan besar di Bojonegoro, Jawa Timur. Ia tumbuh dalam keluarga sederhana. Masa kecilnya diwarnai dengan kekhawatiran soal kebutuhan dasar, termasuk makanan untuk esok hari.
“Dulu, saya tidak tahu besok harus makan apa. Saya hanya bisa membantu orang tua sebisanya,” kata Fadly, mengenang masa lalu yang penuh keterbatasan.
Namun, berkat kerja keras dan ketekunan dalam dunia sepak bola, pintu harapan mulai terbuka. Fadly mendapat tempat di akademi dan klub yang lebih besar, hingga akhirnya mengenakan seragam kebanggaan Timnas Indonesia U-17. Kini, ia bahkan bisa berdiri di depan Ka’bah, berdoa demi membawa bangsanya melangkah ke panggung dunia.
“Sepak bola mengubah hidup saya. Saya bisa berada di sini sekarang berkat-Nya,” ujar Fadly penuh haru.
Piala Asia U-17 2025: Gerbang Menuju Piala Dunia
Piala Asia U-17 2025 bukan hanya ajang bergengsi di level benua. Turnamen ini juga menjadi jalur utama untuk bisa tampil di Piala Dunia U-17 2025. Berdasarkan regulasi terbaru AFC dan FIFA, ada sembilan slot yang disediakan untuk wakil Asia. Satu jatah otomatis diberikan kepada Qatar sebagai tuan rumah, sementara delapan slot lainnya diperebutkan dalam kompetisi ini.
Sistem penentuan peserta cukup sederhana namun kompetitif. Dari 16 negara peserta, delapan di antaranya yang berhasil menembus babak perempat final akan otomatis mendapatkan tiket ke Piala Dunia U-17 2025. Dengan demikian, Timnas Indonesia hanya perlu menempati posisi dua besar di grup mereka untuk mengamankan langkah ke fase gugur.
Peluang ini terbuka lebar. Apalagi Garuda Muda kini diperkuat oleh pemain-pemain muda berbakat, termasuk Fadly, yang telah menunjukkan performa menjanjikan di laga-laga uji coba.
Janji Fadly Alberto: Totalitas di Tiap Pertandingan
Motivasi Fadly untuk membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia tidak hanya berhenti di doa. Ia menyatakan tekadnya untuk memberikan segalanya di atas lapangan. “Saya akan berjuang mati-matian di setiap pertandingan Piala Asia ini,” tegasnya.
Fadly menyadari bahwa mimpi besar harus dibarengi dengan usaha yang maksimal. Ia tak ingin hanya sekadar menjadi peserta. Baginya, lolos ke Piala Dunia adalah bentuk balas budi kepada keluarga, pelatih, dan seluruh rakyat Indonesia yang mendukung perjuangan Garuda Muda.
Pernyataan itu bukan sekadar janji kosong. Dalam sesi latihan dan pertandingan, Fadly selalu tampil ngotot dan penuh semangat. Ia menjadi salah satu motor serangan tim dan mampu menciptakan peluang dari sisi kiri. Kemampuannya dalam melakukan penetrasi dan umpan silang menjadi aset berharga bagi Timnas Indonesia.
Dukungan Penuh untuk Garuda Muda: Momentum yang Harus Dimanfaatkan
Dengan atmosfer kompetisi yang berlangsung di Arab Saudi, serta dukungan spiritual yang diperoleh saat berada di Tanah Suci, Timnas Indonesia U-17 memiliki modal emosional yang kuat. Ini bukan sekadar turnamen, melainkan kesempatan untuk mengukir sejarah. Para pemain, termasuk Fadly, harus bisa memanfaatkan momentum ini sebaik mungkin.
Masyarakat Indonesia pun kini menaruh harapan besar kepada skuad muda ini. Apalagi setelah melihat progres positif dalam beberapa tahun terakhir, termasuk ketika Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 2023.
Jika kerja keras, doa, dan semangat juang bersatu, bukan tidak mungkin Garuda Muda akan terbang tinggi di panggung dunia tahun depan.