Ruben Amorim dipecat di tengah kontrak dari Manchester United, hal ini tidak hanya menyisakan polemik teknis dan struktural. Keputusan tersebut juga memunculkan pertanyaan finansial yang signifikan, terutama terkait pesangon yang harus dibayarkan klub. Karena Amorim diberhentikan di tengah masa kontraknya, Manchester United wajib menanggung kompensasi bernilai besar.
Amorim Datang dengan Kontrak Jangka Panjang
Ruben Amorim resmi bergabung dengan Manchester United pada November 2024. Ia direkrut untuk menggantikan Erik ten Hag yang lebih dulu diberhentikan manajemen. Saat itu, klub menaruh harapan besar pada pelatih asal Portugal tersebut.
Manchester United mengikat Amorim dengan kontrak hingga Juni 2027. Selain itu, terdapat opsi perpanjangan satu tahun dalam kesepakatan tersebut. Struktur kontrak ini menunjukkan kepercayaan jangka panjang klub.
Namun, perjalanan Amorim di Old Trafford tidak berjalan sesuai rencana. Performa tim yang naik turun dan konflik internal membuat masa baktinya berakhir lebih cepat. Oleh karena itu, klausul pemutusan kontrak pun aktif.
Besaran Gaji Ruben Amorim di MU
Sebelum menghitung nilai pesangon, gaji Amorim perlu diketahui. Berdasarkan laporan yang beredar di Inggris, Amorim menerima bayaran sekitar 125 ribu poundsterling per pekan. Angka tersebut menempatkannya dalam jajaran pelatih bergaji tinggi di Premier League.
Jika dikalkulasikan, gaji tahunan Amorim mencapai sekitar 6,5 juta poundsterling. Nilai ini meningkat tajam dibandingkan penghasilannya saat melatih Sporting Lisbon. Manchester United memang memberi paket finansial menarik untuk memboyongnya.
Gaji besar tersebut kini menjadi dasar perhitungan kompensasi. Karena itu, pemecatan di tengah musim membawa konsekuensi finansial serius bagi klub.
Perhitungan Pesangon Amorim
Ruben Amorim masih memiliki sisa kontrak sekitar satu setengah tahun. Opsi perpanjangan satu tahun belum aktif sehingga tidak masuk dalam perhitungan kompensasi. Dengan demikian, Manchester United wajib membayar sisa gaji pokoknya.
Jika mengacu pada gaji tahunan sebesar 6,5 juta poundsterling, maka nilai kompensasi mencapai sekitar 9,75 juta poundsterling. Angka tersebut mendekati 10 juta poundsterling. Jumlah ini menjadi beban langsung akibat pemutusan kontrak sepihak.
Besaran pesangon ini sejalan dengan praktik umum di Premier League. Klub biasanya membayar sisa kontrak jika pelatih diberhentikan tanpa pelanggaran berat. Oleh karena itu, kewajiban Manchester United bersifat mutlak.
Dampak Finansial bagi Klub
Pembayaran hampir 10 juta poundsterling tentu berdampak pada neraca keuangan klub. Manchester United harus mengalokasikan dana besar di luar rencana awal musim. Selain itu, klub juga perlu menyiapkan anggaran untuk pelatih baru.
Situasi ini memperbesar biaya pergantian manajer yang kerap terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Dalam jangka panjang, pola ini menjadi sorotan karena dinilai kurang efisien. Oleh karena itu, tekanan terhadap manajemen kembali meningkat.
Meski begitu, Manchester United tetap memilih perubahan. Manajemen menilai stabilitas jangka panjang lebih penting dibanding mempertahankan pelatih yang tidak sejalan dengan struktur klub.
Faktor Pemicu Pemecatan
Pemecatan Amorim tidak terjadi secara tiba-tiba. Performa tim yang menurun menjadi faktor utama. Dalam lima laga terakhir Premier League sebelum dipecat, United hanya meraih satu kemenangan.
Selain itu, pernyataan Amorim di ruang publik mempercepat krisis. Ia secara terbuka menegaskan datang sebagai manajer, bukan pelatih kepala. Pernyataan ini dianggap bertentangan dengan struktur klub.
Komentar tersebut dinilai melampaui batas komunikasi internal. Oleh karena itu, manajemen bergerak cepat. Kurang dari 24 jam setelah laga kontra Leeds United, keputusan pemecatan diambil.
Penunjukan Caretaker Sementara
Pasca pemecatan Amorim, Manchester United menunjuk Darren Fletcher sebagai pelatih sementara. Fletcher sebelumnya menangani tim U-18 klub. Penunjukan ini bersifat sementara sambil menunggu pelatih permanen.
Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas ruang ganti. Selain itu, Fletcher dinilai memahami kultur klub dengan baik. Ia diharapkan mampu mengembalikan ketenangan dalam masa transisi.
Namun, keputusan permanen tetap menjadi fokus utama. Klub tidak ingin mengulang kesalahan dalam penunjukan pelatih berikutnya. Kejelasan peran menjadi pelajaran penting dari kasus Amorim.
Posisi Amorim Setelah Pemecatan
Bagi Ruben Amorim, pemecatan ini menutup babak singkat di Inggris. Meski gagal di Manchester United, reputasinya tidak sepenuhnya runtuh. Ia masih memiliki rekam jejak kuat di Portugal.
Dengan pesangon besar yang diterima, Amorim tidak berada dalam tekanan finansial. Ia bisa lebih selektif dalam memilih proyek berikutnya. Oleh karena itu, masa depan kariernya masih terbuka lebar.
Beberapa klub Eropa disebut memantau situasinya. Namun, Amorim kemungkinan akan mengambil waktu sebelum kembali melatih. Evaluasi pengalaman di Old Trafford menjadi penting.






